Minggu, 22 Maret 2015 - 06:43:32 WIB
Plt Kepsek SDN Tanjung Kunyit Kotabaru Bertahun-tahun Tak BertugasKategori: Pendidikan - Dibaca: 358 kali

Baca Juga:Gila! Pemkab Solsel Boros Jadikan Fasilitas Mobil Mewah Syarat Untuk Bertugas oleh DPRD PT BMG Mulai Berkonstribusi Dengan Pemda OKUBupati Mojokerto Silahturahmi dengan Camat dan KadesKajari Jakarta Utara Gagal Mengawasi Anakbuahnya ?

Kotabaru, Jaya Pos

SA, S.Pd, yang dilantik sebagai kepala sekolah SDN Tanjung Kunyit, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, 8 Februari 2008, seolah-olah tak mampu melaksanakan tugas dengan baik. Sebab, hampir 3,5 tahun tidak pernah turun ke sekolah untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai Plt kepala sekolah.

Sekolah yang memiliki siswa sebanyak 107 orang yang terdiri dari 49 siswa laki-laki dan 58 siswa perempuan, dan jumlah pengajar PNS ada 5 orang, juga memiliki guru honor daerah maupun honor sekolah sebanyak ada 5 orang.

Informasi yang didapat dari beberapa tokoh masyarakat Desa Tanjung Kunyit, Plt. kepala sekolah itu hampir 3,5 tahun tidak pernah turun ke sekolah melaksanakan tugas walaupun ada turun hanya sewaktu-waktu saja. Langkah Plt. kepala sekolah itu juga diikuti salah satu guru berinisial H, S.Pd yang hampir 1,5 tahun tidak pernah mengajar dan juga diikuti guru honor daerah berinisal S, S.Pd yang lebih kurang 1 tahun tapi masih tetap menerima uang honor.

Ketiga guru yang diduga bolos bertahun-tahunj itu diminta masyarakat agar cepat dipindah tugas ketempat yang lain. “Apabila Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kotabaru tidak mengambil tindakan tegas, maka tidak menutup kemungkinan guru-guru lainnya tidak akan turun mengajar,” kata tokoh masyarakatak AbdulNasir, Sahabuddin, Bahar, M. Sebe kepada Jaya Pos.

Sementara  anggota komite sekolah, Bahar mengatakan Plt. kepala sekolah itu, dalam penyusun RKA sekolah yang merupakan acuan penggunaan dana BOS, dana pendamping, dana pemeliharaan, tidak pernah mengadakan musyawarah yang melibatkan pengurus komite sekolah maupun guru-guru pengajar.

Sehingga semua guru tidak mengetahui berapa besarnya dana BOS, dana pendamping maupun dana pemeliharaan yang diterima setiap tahunnya, dan kemana saja dana-dana tersebut digunakan, dana yang bersumber dari APBN maupun APBD tersebut.

Plt. kepala sekolah tidak pernah mengadakan pertemuan dengan komite sekolah untuk membicarakan kemajuan pendidikan di Desa Tanjung Kunyi. Hal ini dapat dibuktikan adanya dua ruangan kelas tidak memiliki papan tulis, hampir semua jendela tidak punya kaca karena pecah dan sangat tertutup dan diduga telah banyak menyalahgunakan dana pendidikan seperti (dana BOS, dana pendamping, dana pemeliharaan).

Tokoh masyarakat maupun komite sekolah selama ini sudah pernah melaporkan Plt kepala sekolah itu kepada Kasi Pendidikan Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar tapi tidak pernah mendapat tanggapan.

Sekolah tersbeut tahun 2011 memilik 97  siswa, tahun  2012  ada 98 siswa,   tahun 2013 ada 98 siswa dan pada tahun 2014 sebanyak 107 siswa. Sejak tahun 2011 – 2014, SDN Tanjung Kunyit diperkirakan telah mendapatkan dana penunjang pendidikan sebesar Rp 318.400.000,- (dana BOS Rp 232 juta, dana pendamping Rp 62,4 juta, dana pemeliharaan selama 4 tahun lebih kurang Rp 24 juta.
Atas dugaan penyelewengan dana tersebut diharapkan penegak hukum segera melakukan pemeriksaan supaya jelas peruntukannya. Dimana pada tahun 2011- 2014, dana BOS per tahun per siswa Rp 580 ribu, dana pendamping per siswa per bulan Rp 13 ribu, sedangkan dana pemeliharaan rata-rata per tahun Rp 6 juta.

Penggunaan dana Bos yang bersumber dari APBN tahun 2011 - 2014 dengan rinciannya 70 % untuk keperluan operasional pendidikan, keperluan pembayaran guru honor sekolah 20 % dan keperluan untuk belanja modal 10 %.

Sedangkan dana pendamping yang bersumber dari APBD Kab. Kotabaru untuk kegunaan transfortasi guru pendidik dan konsumsi. Sementara dana pemeliharaa  dipergunakan untuk menunjang tempat mengajar dan belajar. SDN Tanjung Kunyit, pada tahun 2015 akan mendapatkan dana pendidikan yang didapat dari dana BOS untuk satu tahun Rp 85,6 juta dengan rincian per tahun per siswa Rp 800 ribu x 107 siswa = Rp 85,6 juta dengan rincian penggunaan 75 % keperluan operasional, keperluan guru honor sekolah 15 %, untuk belanja modal 10 %.

Sedangkan dana pendamping untuk satu tahun Rp 16.692.000,- dengan rincian per siswa per bulan Rp 13 000 x 12 bulan x 107 siswa = Rp. 16.692.000,- ). Untuk dana pemeliharaan tahun 2015 Rp 5500.000,- Jika dijumlah keseluruhan dana untuk menunjang pendidikan sekolah itu, pada tahun 2015 sebesar Rp 107.792.000,-.

Plt. kepala sekolah yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, (11/3), mengatakan, selama ini dirinya sudah pernah dimintai keterangan oleh inspektorat dan sudah pernah membuat laporan pada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab. Kotabaru.

Selama 6 tahun menjabat Plt. kepala sekolah sudah cukup berbuat yang terbaik walaupun jarak tempat tinggal dengan tugasnya sangat jauh, tentunya alasan tersebut tidak dibenarkan sebagai seorang PNS, lebih-lebih sebagai seorang pendidik harus siap ditempatkan dimanapun di wilayah NKRI.

Berbeda dengan daftar hadir guru/pegawai yang didapat wartawan Jaya Pos seolah-olah ketiga guru itgu selalu aktif melaksanakan tugasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kotabaru Drs. H. Joni Anwar, M.Ap ketika dikonfirmasi, (3/3), mengatakan, sebelumnya sudah mendapat laporan bahwa plt itu tidak pernah melaksanakan tugasnya dengan baik dan yang bersangkutan pasti akan ditindak, hanya tinggal menunggu waktu saja. Selaku kepala dinas tidak akan menutup-nutupi para, pencari berita dipersilahkan untuk memberitakan.

Dana BOS seharusnya digunakan untuk kepentingan operasional pendidikan, jika disalahgunakanakan menanggung sendiri resikonya. Jika terbukti menyalahgunakan dana pendidikan tersebut pasti akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Joni Anwar juga sangat kecewa dengan plt yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Padahal, yang bersangkutan selalu datang ke kantor untuk mengambil gaji sebagai seorang PNS. Kekecewaan yang luar biasa, setelah dikonfoirmasi adanya dua ruangan belajar yang tidak memiliki papan tulis. Jmn


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51550)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14131)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II