Senin, 09 Februari 2015 - 05:40:17 WIB
PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar PekerjaanKategori: Jawa Timur - Dibaca: 4449 kali

Baca Juga:80 Gubuk Liar Diatas Saluran Air DibongkarKerusakan Ruas Jalan Palima Pabuaran Kapan dibangun?Maraknya Curanmor di Kampung Bahari Diduga TKS Disdukcapil OKI Palsukan Data

Surabaya, Jaya Pos

Jawa Timur merupakan daerah industri terbesar di wilayah bagian timur Indonesia, banyak pengusaha dan investor yang menyisihkan sebagian harta mereka untuk investasi di daerah Jawa Timur khususnya Surabaya.

Tetapi kenaikan UMK yang sekarang mencapai Rp 2.720.000 untuk wilayah Surabaya mengakibatkan banyak perusahaan yang pailit bahkan pindah lokasi dari Surabaya ke kota lain dengan UMK yang lebih rendah. Sedangkan jumlah kelulusan sekolah di tahun 2014 meningkat dari tahun lalu, entah lulusan SMA atau pun perguruan tinggi.

Semakin meningkatnya kelulusan di Jawa Timur tidak sebanding dengan dibukanya lowongan kerja sehingga banyak pengangguran yang terjadi di Jawa Timur.

Dengan naiknya UMK tidak sedikit juga perusahaan yang membuka lowongan, contohnya PT Jembatan Nusantara (PT. JN) yang beralamat di Jalan Rajawali No. 14 A Surabaya, pada beberapa waktu lalu membuka lowongan pekerjaan.

Perusahaan yang berkecimpung di bidang pelayaran membutuhkan staf hukum untuk melengkapi kekosongan staf. Salah seorang yang berinisial RA lulusan Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) beberapa waktu lalu mendatangi salah satu LSM Komnas yang ada di Sidoarjo untuk melakukan pengaduan karena merasa telah dibohongi oleh pihak perusahaan.

Mulanya, RA mengaku mengirimkan surat lamaran ke PT. JN dan selang beberapa minggu lamaran yang dikirim mendapat respon dari PT. JN dan memenggilnya untuk melakukan tes dan interview.

Setelah bagian SDM perusahaan melakukan interview, RA dinyatakan lulus tes dan bakal diterima di perusahaan pelayaran tersebut. “Saya senang sekali mas karena tes dan interviw saya dinyatakan lulus dan bisa diterima di perusahaan pelayaran,” terangnya.

Tidak hanya tes dan interview yang dilakukan perusahaan, namun para calon pegawai diharuskan membayar beberapa uang untuk melengkapi data perusahaan diantaranya untuk membayar uang kesehatan juga diwajibkan harus membuka rekening bank. “Sesi interview selesai, saya disuruh melengkapi data pribadi dan disuruh membayar uang untuk mengurus tes kesehatan dan lain-lain,” sebut RA.

RA menuruti untuk mengurus semua persyaratan yang diintruksikan oleh salah satu SDM bernama Tri. Setelah semua rampung RA menunggu pun beberapa minggu dan mendapat telepon dari pihak perusaahaan untuk memulai hari pertama kerja.

Alangkah terkejutnya RA sesampai di kantor PT. JN dan pihak SDM menolak lamarannya dan tidak diterima kerja di perusahaan pelayaran tersebut. “Kenapa tidak dari saat saya melamar saja tidak diterima, kenapa saya ditolak kerja saat semua persyaratan sudah selesai.

Saya merasa dibohongi dan dirugikan mas karena tidak hanya kehilangan uang tetapi saya juga kehilangan waktu, karena saat tes berlangsung saya juga dapat panggilan kerja perusahaan lain dan tidak saya respon karena lebih penting perusaahan pelayaran dari pada lainnya bagi saya,” pungkasnya.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan karena pihak perusahaan telah melakukan penipuan atau berbohong kepada calon karyawan dan bisa dijerat dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan dan bisa dipenjara selama empat tahun,” papar Suryanto Ketua LSM Komnas saat ditemui Jaya Pos, belum lama ini.

Tidak hanya itu, Suryanto berjanji akan melaporkan masalah ini kepada Dinsosnaker Kota Surabaya dan Jawa Timur serta memberi somasi terhadap PT. JN. “Saya akan menindaklanjuti aduan ini supaya hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari,” sebut Suryanto.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak perusahaan masih belum bisa dikonfirmasi dan masih belum jelas kenapa bisa calon karyawan yang telah beberapa kali lulus tes dan sudah dinyatakan diterima kerja tetapi malah ditolak lamarannya dan berkas dikembalikan.Afi/Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (56693)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50758)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14046)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13533)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13198)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12478)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8520)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7343)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6453)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6252)
Bedah JayaposDiduga Libatkan Oknum Dewan, Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana PokirSubang, Jaya Pos Terkait kasus dugaan bancakan dana pokok-pokok pikiran (Pokir), dulu populer disebut dana ...


BPN Labuhanbatu Diduga Ada Main Dengan PT. CSR, Terkait Luas ArealDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark Up (Bagian 2)Lanjutan Peningkatan Jalan Jatake -Binong Diduga Beraroma KorupsiBelum Setahun, Jalan Tewah-Tumbang Miri Senilai 80 Miliar Sudah Rusak ParahKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutDiduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota ManadoCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa Labuan
Laporan KhususJalan Rusak Akibat Proyek Tol Sudah Mulus KembaliKayuagung, Jaya Pos Sejumlah ruas jalan di Kota Kayuagung yang rusak akibat mobilisasi kendaraan tonase ...


Perayaan Natal Bersama Oleh Gereja-Gereja Tambusai Utara-RohulDi HUT Ke-44 Semen Baturaja Semakin Peduli Lingkungan Kumpulan Silahi Sabungan Rayakan Ulang Tahun Ke 24 Kodam IV Diponegoro Kembali Sapu Bersih Juara Dalam TMMD ke 103 Tahun 2018Desa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanAPBD Tanah Datar 2019 DisepakatiHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 M