Rabu, 21 Januari 2015 - 05:20:12 WIB
Diduga Garap Hutan Lindung, Kebun Sawit PT MAR Diperiksa Kemenhut RIKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 652 kali

Baca Juga:Jual Beli Proyek Pengadaan Langsung Kec Cisauk Tangerang ?Finger Print Hanya Hiasan DindingBupati Tetap 0ptimis Untuk Kelanjutan Mega Proyek WFCPromosi Kesehatan di RSUD Cibabat Sangat Banyak Manfaatnya

Kubu Raya, Jaya Pos

TIM Kementerian Kehutanan dan Kementerian  Ling­ku­ngan Hidup yang didampingi LSM NCW Ibrahim Myh, Sabtu lalu, melakukan penge­cekan perkebunan kelapa sawit PT MAR di Desa Air Putih Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Pengecekan ini karena diduga telah menggarap kawasan hutan lindung berawal sebagaimana laporan dari LSM NCW.

Demikian disampaikan utusan Kementerian Lingkungan Hidup ketika dikonfirmasi Jaya Pos di lapangan saat Tim Ahli ZPS melakukan pengecekan titik koordinat. Dari pengecekan titik koordinat, tim ini mengatakan pabrik dan galian C, milik CV Laut Jaya masuk kawasan hutan lindung.

“Tapi nanti kita lihat hasil setelah diplot, kami akan menurunkan Tim Gabungan dari pusat untuk melakukan eksekusi. Besok tim akan kembali ke Jakarta membuat laporan kepada pimpinan terlebih dahulu. Selain PT MAR yang kita lakukan pengecekan selanjutnya kebun sawit milik PT SMP, TNGP Gunung Palong dan Gunung Nyiut di Kabupaten Bengkayang karena diduga ditelah terjadi pembalakan liar di kawasan hutan lindung itu,” ujarnya.

Terpisah, pihak manajemen PT MAR belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Dari penelusuran Jaya Pos di lapangan PT MAR sudah di ‘take over’ kepada PT CUS. Namun, Kepala Cabang PT CUS, Fajar ketika hubungi via telepon tidak diangkat. Surayadi, pejabat PT CUS yang dihubungi mengatakan, sebaiknya menghubungi pihak manajemen PT MAR saja.

Ibrahim Myh, LSM NCW meminta kepada tim Kementrian Kehutanan dan Kementrian Lingkungan Hidup yang menindaklanjuti laporannya, agar menjalankan tugas sesuai prosudur. “Kalau memang PT MAR dan CV Laut Jaya menggarap hutan lindung supaya ditindak sesuai aturan dan dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.

“Masyarakat menebang kayu di kawasan hutan lindung saja ditangkap, masak perusahaan dibiarkan. Ada apa ini ? Selain itu para penegak hukum di Kalbar selama ini telah melakukan pembiaran sehingga hutan lindung digarap, Gunung Ambawang digusur, diambil tanahnya tapi tidak ada tindakan reprensif. Sehingga diduga para penegak hukum yang punya kewenangan ada main mata,” sebutnya.

Ibrahim juga meminta kepada KPK agar memeriksa para instansi pemberi izin PT MAR dan CV Laut Jaya, karena diduga ada gratifikasi sebab hutan lindung diberi izin untuk dijadikan kebun sawit dan diambil tanah merahnya, padahal kawasan hutan lindung seharusnya dijaga kelestariannya dan dikelola agar menjadi tempat berlindungnya satwa dan melindungi dunia dari pemanasan global.Ngadri


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59627)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51480)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48752)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14969)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14240)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14063)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13795)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13288)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11768)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9254)
Bedah JayaposAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesSidoarjo, Jaya Pos Kepala Desa Pademonegoro Ispriyanto diduga cenderung tertutup dan memonopoli dalam ...


Realisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruPenggunaan ADD di Jorong Silungkang Tidak Transparan
Laporan Khusus20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahPadang Panjang, Jaya Pos Sebanyak 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Panjang ...


Ilyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujuiPublikasi Kinerja Sekda Kabupaten Bogor Semester I Tahun 2019