Senin, 26 Agustus 2013 - 07:19:14 WIB
Pembangunan Waduk Bajul Mati Gunakan Material Kelas IIKategori: Jawa Timur - Dibaca: 1599 kali

Baca Juga:Pembangunannya Banjiri Pemukiman Warga, Warga Inkopad Tolak Pengembang PT. Cipta Ekatama NusantaraKali ini Sasarannya Walikota dan Kades, Desember, Jokowi-Ahok Ancam Mutasi Pejabat LagiDugaan Pungli di SMAN 5 Batang HariPT Astra Internasional,Tbk Digugat

Surabaya, Jaya Pos

Melalui pembiayaan APBN dengan metode pelaksanaan multi years dimulai tahun 2011, 2012 dan 2013, Kementrian Pekerjaan Umum mengucurkan dana Rp 300 miliar untuk membangun waduk bajul mati di Banyuwangi, Jawa Timur.

Tujuan menampung air hujan, bila musim kemarau air itu dapat digunakan masyarakat. Selain itu, nantinya waduk bajul mati ini juga diproyeksikan untuk tempat wisata air.

Waduk bajul mati berlokasi di jalur Pantura tepatnya di hutan Baluran berjarak sekitar 86 km dari Banyuwangi dan 228 km dari Surabaya. Proyek multi years ini dikerjakan PT Brantas dengan pengawas utama Dedy Sutrisno ST, PPK SP1 Ir Amos Sangka, Kepala SVT PBA Brantas Ir Rudy Novyanto Ridwan CES dengan nama satuan kerja NVT pelaksanaan jaringan sumber air brantas, di Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Balai Besar Wilayah Sungai Brantas berkantor di Jalan Menganti No 312 Surabaya. Sedangkan untuk alamat PPK Bajul Mati (nama PPK, red) di Jalan Adisucipto No 135 Banyuwangi. Sayangnya, kucuran dana yang begitu besar tidak diba­rengi dengan pelaksanaan yang baik dan benar sesuai dengan spektek, RAB dan gambar.

Salah satu contoh kecil penyimpangan di proyek bajul mati adalah pekerjaan Maindam di gambar yang dipasang di direksi kid yang bisa dilihat masyarakat umum telah ditentukan specifikasi ukuran dan lain- lain dan dari dasar gambar inilah yang diterjemahkan menjadi.

RAB besarta break downnya dalam gambar ini djelaskan secara rinci ukuran baik ukuran besi beton maupun ukuran kontruksi bangunan komplet beserta pembesian.

Dari monitoring dan pemantauan yang dilakukan Jaya Pos dan tim investigasi beberapa LSM ditemukan beberapa penyimpangan dalam mega pro­yek ini, misalnya untuk hamparan pasir setebal 5 cm untuk dasar lantai kerja dalam proyek ini sama sekali ditiadakan me­nu­rut sekjen LSM paser hal ini jelas – jelas berpotensi merugikan keuangan negara dan ini merupakan tindak pidana korupsi.

Belum lagi untuk bahan baku /material bis beton bis beton yang di pasang di proyek ini ternyata berbahan baku sirtu ayak dan semen padahal seharusnya untuk kwalitas yang baik dan benar harusnya berbahan baku dari pasir dan semen.

Hal ini berakibat beberapa bis beton nampak kasar dan retak disana sini dan diduga kuat bahwa bisbeton sebagai komponen dalam pembangunan saluaran air dari main dam mutu betonya tidak sesuai dengan spektek yang telah ditentukan hal ini jelas berpotensi merugikan keuangan negara karena bila mutunya tidak sesuai dengan spektek tentu life timenya tidak akan bertahan lama (tidak maksimal).

Belum lagi dari keseluruhan besi  yang digunakan dalam proyek ini menurut hasil ukur yang dilakukan oleh tim investigasi jaya pos dan lsm ternyata tidak ada besi yang sesuai dengan ukuran yang tertera dalam besi  misalnya untuk besi ulir 4mm ternyata dari hasil ukur  hanya 3,4mm untuk besi 13 mm  juga hanya dipasang besi 11,7mm ,mengingat besarnya anggaran yang digunakan dalam proyek ini  tentunya hal yang demikian sama sekali tidak bisa ditoleransi karena jelas dan terang benderang bahwa hal ini merupakan tindakan memperkaya diri sendri /korporitas dan berpotensi merugikan keuangan Negara.

Menyikapi temuan penyimpangan ini, Jaya Pos melakukan konfirmasi kepada Ir Amos Sangka sebagai PPK, akan tetapi Jaya Pos mendapat jawaban yang mengejutkan. Menurut Amos, sebagai PPK, dia tidak berwenang apa –apa. Menurutnya, PPK hanyalah sebagai pengawas pekerjaan kontruksi. Ini tentu sangat mengejutkan karena sebagai PPK, dialah yang bertanggung jawab pertama kali bila terjadi hal yang tidak sesuai dengan spektek. Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119771)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89854)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44948)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (41610)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (40145)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (35978)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34402)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30807)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29732)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (22110)
Bedah JayaposPekerjaan Jalan Beton PISEW Hancur Sebelum Kontrak BerakhirMaros, Jaya Pos Proyek pembangunan jalan beton, dalam kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi ...


Pembangunan Gedung Perindag Kab Sidoarjo Menyimpang, Dinas Tutup Mata (Bag 2)Pekerjaan Peningkatan Jalan Curug-Rawakalong Disorot WargaProyek IPLT Milliaran Rupiah Disinyalir Kurang BerkualitasKongkalikong Kontraktor & Pejabat Dinas PU Kab. Tanjab Barat Proyek WFC Dilaporkan ke KPKDiduga, Samsat Binjai Pelihara CaloPembangunan Gedung Diskoperindag Menyimpang, Dinas Tutup MataPemenang Tender Alkes di RSUD Haji Makassar Perusahaan Pinjaman
Laporan KhususWabup Natuna: Koperasi Perbatasan Harus DitingkatkanNatuna, Jaya Pos Percepatan pembangunan melalui 5 pilar dicanangkan pusat terhadap Kabupaten Natuna sebagai ...


Akhir Pekan, Wabup Natuna Tinjau ProyekKorem 071/WK Gelar Sosialisasi Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham RadikalKapolres Agam: Pentingnya Peranan Niniak MamakPenggunaan DD di Desa Pondok Batu Efisien, Efektif dan TransparanJWS Resmikan Wahana Lomban Water Park di TateliPeringati Dirgahayu HUT ke-70 Kabupaten Muara Enim Gelar Upacara GabunganRapat Persiapan Peringatan HUT Ke 17 Kab. Karimun Digelar