Minggu, 14 Juli 2013 - 07:30:19 WIB
Dana BLSM Dipotong Oknum Kades, Anggota Dewan BerangKategori: Bogor - Dibaca: 429 kali

Baca Juga:Dituduh Mencuri Kabel Tapi Barang Buktinya BajuDalam Tempo Empat Tahun DPRD Depok Lakukan 4 PAWTidak Masuk SMU Negeri Orang Tua ProtesSDAP Provinsi Banten Tingkatkan Pemerataan Kebersihan di Lingkungan KP3B

Bogor, Jaya Pos

Sejumlah anggota dewan yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Bogor mengaku geram dan meminta aparat hukum menindak tegas para Kepala Desa (Kades) yang mengeluarkan kebijakan pemotongan dana bantuan BLSM dengan dalih apapun. Karena, bantuan tersebut merupakan hak mutlak warga penerima, walaupun terjadi gejolak sosial di masyarakat akibat carut marutnya daftar penerima.

“Kades jangan mengeluarkan aturan sendiri dengan melakukan pemotongan BLSM, dengan alasan pemerataan. Karena, itu sudah bertentangan dengan Juklak dan Juknis penyaluran BLSM,” ujar anggota DPRD Kabupaten Bogor dari fraksi Gerindra, Iwan Setiawan, saat ditemui kemarin.

Menurut Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini, pahit dan manisnya bantuan BLSM tetap harus disalurkan kepada penerima. Bagi warga miskin yang tidak terdaftar, diharapkan tidak menyalahkan Pemerintah Desa (Pemdes) dan para pengurus RT maupun RW. Karena, carut marutnya data tersebut bukan kesalahan pengurus wilayah.

“Data ini kesalahan pemerintah pusat, sehingga berdampak kepada para Kades, RT dan RW. Harus segera ada revisi penerima BLSM, jadi tidak terjadi gejolak di masyarakat,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Bambang Gunawan menegaskan, dirinya meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus pemotongan dana BLSM yang terjadi dibeberapa Desa di Kabupetan Bogor. Karena, pemotongan oleh para Kepala Desa dengan alasan pemerataan hanya akan menimbulkan kecurangan demi kepentingan pribadi.

“ Ini harus diusut tuntas, apalagi saya mendengar ada pemotongan di wilayah Kecamatan Ciawi. Celakanya, para penerima BLSM yang terdaftar hanya menerima Rp 20 ribu,” tegasnya.Ric


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116715)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (88070)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (42884)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (27272)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (26315)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (24820)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (21053)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (17529)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (14955)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (13419)
Bedah JayaposApa Dengan Dispora Lubuklinggau ?Lubuklinggau, Jaya Pos Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Pemantau Korupsi (MPK) ...


ANEH BIN AJAIB, PT ABK Pemenang Tender Lelang Didisbimarta Kota Bekasi TA APBD 2015Terkait Kasus Gas Elpigi 3 KG, Andar Minta Megawati Batalkan Rapidin Cabup SamosirPolres Bogor Selidiki Dugaan Korupsi Lelang Megaproyek GOR PakansariBank BNP Digugat, Tabungan Nasabah Raib Rp 2,3 MPenyebab Anggota Dewan Segel Kantor DPRD OKUProyek Bandara Rahadi Oesman Ketapang TA 2014 Senilai Rp 19 Miliar Diduga DikorupsiPengadaan Mamin Diduga Fiktif di Dinsos Provinsi Jatim
Laporan KhususSejak Diluncurkan, LAPOR! Terima Lebih dari 800 Laporan per HariBandung, Jaya Pos LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) adalah sebuah sarana aspirasi dan ...


Bupati PALI Safari Ramadhan di Desa Air ItamBanyak TKW Terjerumus Menjadi Pelacur ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang ), TammatBayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn KPUD Musi Rawas Lantik 597 Anggota PPSJelang Pilkada, PPK Se-Kabupaten Musi Rawas dilantikDPD KNPI Lamteng Gelar Audiensi Dengan DPRD KabupatenAku Pulang Membawa Anak Haram (Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn 5)