Minggu, 10 Februari 2013 - 06:14:11 WIB
Ditengarai Terjadi Korupsi, Proyek Kemenhub Rp 33 M HancurKategori: Jawa Timur - Dibaca: 1673 kali

Baca Juga:Sangat Disayangkan, Petugas KIR Dishubkominfo AroganDishub OKU Belum Dapat Melarang Truk Batubara BeroperasiTidak Jajan di Sekolah, 5 Murid SD Dihukum GuruDetik-Detik Anas 'Kiamat'

Surabaya, Jaya Pos

Berakhirnya tahun anggaran 2012 sesuai dengan Permendagri No 21, satu tahun anggaran dimulai 1 Januari dan berakhir 31 Desember, yang terjadi pada proyek, Direktorat Jendral Perhubungan Laut,  Kementerian Perhubungan yaitu pembangunan kantor Administrator Pelabuhan Probolinggo dengan nama pekerjaan lanjutan pembangunan Pelabuhan Laut Tanjung Tembaga, tanggal kontrak  PL/136/II/14/AD/PW-12 , nilai kontrak Rp 33,515 miliar, tanggal kontrak 30 Oktober 2012, sumber dana dari APBNP TA 2012, jangka waktu pelaksanaan 62 hari kalender, kontraktor pelaksananya adalah PT Putra Perkasa Cipta Abadi, dan konsultan pengawas PT Giri Awas.

Berdasarkan hasil investigasi Jaya Pos, ditemukan fakta bahwa sampai saat ini progres pekerjaan masih belum rampung, namun fisik pekerjaan telah hancur  seperti pekerjaan penahan atau pemecah ombak yang bermaterialkan batu kali. Ternyata banyak volume pekerjaan yang diduga dicuri oleh kontraktor pelaksana, dan hal ini dibiarkan saja terjadi oleh konsultan pengawasan.

Sementara modus dugaan pencurian itu dilakukan dengan cara menata batu kali sedemikian rupa sehingga terdapat lubang /rongga  di dalam badan pemecah/penahan ombak. Hal ini mengakibatkan badan pemecah ombak telah ambles dan terjadi degradsasi sekitar 50 cm dari yang seharusnya terpenuhi seperti yang diatur dalam RAB dan Spektek  juga gambar.

Bila dikalikan panjang dan lebarnya fisik penahan ombak dengan panjang 1 km dan lebar 2 meter, ketinggian kurang lebih 4 meter. Jika dalam hal ini pencurian volume pekerjaan yang tidak dikerjakan akan tetapi seolah- olah telah dikerjakan yakni 0,5 x 2m x 1 km x 4 = 4000 M3, bila harga batu kali 1 M3 adalah Rp 106, ribu. Maka nilai kerugian dari hilangnya volume dalam proyek ini sekitar Rp 424 juta. Ini dari segi batu kali saja.

Jika dikaji lebih jauh dan dari fakta di lapangan yang terjadi, juga perbedaan mutu tanah urug untuk reklamasinya dari hasil pantauan dan monitoring tim, seharusnya tanah urug yang digunakan untuk reklamasi pantai untuk fasilitas jalan adalah menggunakan sirtu ( pasir batu ). Akan tetapi yang dijumpai di lapangan, tanah urug yang digunakan adalah tanah pedel / tanah gunung yang lengket bila terkena air dan licin. Perbedaan harga antara tanah pedel dan sirtu adalah senilai Rp 36 ribu per m3, dan bila yang direklamasi adalah jutaan meter kubik, maka kerugianya tentu miliaran rupiah.

Pihak Dinas Perhubungan, baik Dinas Perhubungan Propinsi Jatim, maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi.

Sementara LSM Lembaga Penegak Demokrasi (LPD) melalui sekjenya berjanji akan mengawal masalah ini dan akan mengajak Jaya Pos untuk bersama –sama melakukan klarifikasi dan konfirmasi ke dinas terkait. Drs Zainal Abidin ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72253)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61055)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52809)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20581)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16393)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15661)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15311)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14831)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11331)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya