Rabu, 19 Desember 2012 - 07:31:35 WIB
Catut Nama Muspika Ketua Poktan Sedung Selewengkan Dana Bantuan KontingensiKategori: Jawa Barat - Dibaca: 271 kali

Baca Juga:Harapan Keluarga Udin Kepada Bupati IndramayuJalan Ampera Telah DitimbunPolsek Sidamanik Diduga Tangkap Lepas Pencuri, Korban Kesal Pelaku Melarikan Diri Saat PenangguhanKasasi Pembebasan AKBP Mindo Belum Diputuskan MA

Majalengka,Jaya Pos

Upaya Pemerintah Pusat meningkatkan kehidupan masyarakat petani  diimpelemtasikan melalui dana bantuan Program Konting­ensi.Guna mengatasi berbagai kendala yang dapat menurunkan pro­duksi petani diantaranya serangan hama dan kekeringan,

Menteri Pertanian mengalokasikan dana  sebesar 3 triliun. Setiap kelompok tani (Poktan) menerima bantuan tunai sebesar 57 juta.Ironisnya niat baik Pemerintah diatas dijadikan bancakan oknum tak bertanggung jawab mencari keuntungan tanpa menghiraukan penderitaan para petani.

Kejadian tak terpuji ini dilakukan Wahidin Ketua Poktan “Sedung” Desa Mekarsari Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka.­Belum lama ini Poktan Sedung menerima dana bantuan dari Pemprov Jawa barat melalui BP4K Pro­vinsi Jawa Barat sebesar 57 juta.­Tanpa melalui musyawarah de­ngan aparat pemerintahan Desa Me­karsari maupun para petani,­oknum guru SD Negeri 1 Beusi ini membeli 1 unit Hand Tractor,1 unit pompa air dan 5 unit semprotan seharga 25 juta.

Kelebihan dana tersebut dibelikan Wahidin pupuk urea,MPK dan pupuk organik untuk lahan pertanian seluas 24 ha.Usai membelanjakan uang bantuan Wahidin mengundang segenap anggota Poktan Se­dung guna mengadakan mus­ya­warah dirumahnya.Dalam pertemuan tersebut Wahidin menyampaikan ada bantuan pupuk dari Pemprov Jawa Barat.

Bantuan pupuk itu gratis adanya namun sebelum bantuan turun Wahidin mengaku pihaknya sudah mengeluarkan dana untuk pembuatan proposal pengajuan bantuan dan SPJ.Transportasi pendistribusian pupuk kepada petani serta melakukan tanam serentak juga membutuhkan dana ucapnya.Se­lain biaya keperluan diatas Wahidin menyebut Unsur Muspika Jatiwangi minta bagian.

Berdalih  me­nu­tupi semua biaya pengelua­ran, semua anggota Poktan dikenai biaya sebesar 300 ribu perhektarnya.

Investigasi Jaya Pos dilapangan terlihat jelas besar biaya pengeluaran yang disebut Wahidin terkesan direkayasa.Bayangkan saja untuk biaya pembuatan 1 buah profosal dikenakan biaya 600.000,biaya tanam serentak kelompok Sedung 450.000 dan masih banyak biaya lain yang tidak dapat diterima akal sehat.Buktinya biaya pembuatan 1 buah proposal setebal 20 halaman tidak lebih 20.000,-

Tanam serentak kok pakai biaya segala,ya petani membawa bekal sendiri kok ucap seorang anggota yang tidak mau disebut namanya  
Selain menjabat Ketua Poktan Sedung,Wahidin merangkap sebagai Sekretaris Gapoktan Budi Mekar Desa Mekarsari

.Bulan lalu Gapoktan Budi Mekar menerima dana bantuan PUAP sebesar 100 juta namun baru cair sebesar 35 juta.Dana tersebut dipinjamkan kepada anggota dengan jasa 2 % perbulan. Ironisnya lagi setiap anggota peminjam diwajibkan membayar jasa 10 bulan dan langsung dipotong dari pinjaman.Hal ini tentu sangat memberatkan petani namun karena biaya mendesak petani terpaksa menyetujui.Tindakan Wahidin sudah keterlaluan,rentenir saja tak bertindak setega itu.

Kapolsek Jatiwangi Kompol Drs Edi Budi Pramono ketika ditemui dengan tegas membantah tudingan miring Wahidin tersebut.Edi meminta dikomporontir agar permasalahan jelas.

Senada ucapan Edi diatas,Camat Jatiwangi Drs Ono Haryono dengan tegas membantah tudingan tersebut.­Kepala Desa Mekarsari Joko Purnomo ketika ditemui kepada Jaya Pos mengaku sudah mendengar issu memalukan itu.Kalau tindakan Wahidin demikian benar adanya sangat disesalkan ucapnya. Munadi/Alexander Sibarani   


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72255)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61055)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52810)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20581)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16393)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15661)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15311)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14831)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11331)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya