Selasa, 18 Desember 2012 - 07:23:40 WIB
Manajemen Dirut PDAM Garut Bobrok, Pengadaan Rutin Jadi Ajang KongkalikongKategori: Jawa Barat - Dibaca: 1039 kali

Baca Juga:Ketapang-Kendawangan Tetap Hancur, Rp 9 M APBD DikucurkanBupati OKU Diduga Tersandung Korupsi Ratusan Miliar RupiahLurah Pulau Padang Diadukan ke Camat Rantau UtaraBantuan Provinsi Jabar Nyangkut di Gedung Sate

Garut, Jaya Pos

Diduga PDAM Garut sarat KKN seperti yang dilakukan oleh Kepala Cabang PDAM Garut kota Yadi dengan memakai bendera lain perbelanjaan barang dimodali dengan uang pengusaha dengan perjanjian bagi untung yaitu sebesar 30% untuk pemilik bendera serta 20% untuk (Doni) Dirut PDAM yang baru dan untuk Kabag Keuangan. Sedangkan yang melakukan pembelanjaanya oleh Kacab Garut kota yang beralamat di Jalan Merdeka dengan modus janji bagi hasil, namun perjanjian itu sampai saat dikonfirmasi belum juga terealisasi.

Anggaran belanja rutin yang menghabiskan dana sebesar Rp 437 juta dengan rincian diambilnya secara bertahap dari pemilik modal; Tgl.17/2 /2012 ; Rp30 juta diambil di Kantor Cabang Garut kota, Rp 200 juta diambil di Perumahan  Intan Regensi, Rp 100 juta diambil di alun-alun Garut kota, Rp 50 juta diambil di kantor cabang PDAM, Rp 50 juta diambil melalui cek Artagraha, sedang pemilik bendera  hanya melakukan belanja sendiri dengan total Rp 7 juta, itupun dilakukan karena diduga terjadi kecurangan atau pengingkaran janji yang dilakukanya terhadap pemilik bendera perusahaan.

Selain rincian keuangan terdapat juga data nomor surat dan indek SPK termasuk beberapa SMS yang dikirimya terhadap pemilik uang. SMS tersebut tercatat tanggal 18/11/2012.

Dari beberapa bukti yang terlampir berupa SPK yang jelas dari segi realisasiya diduga melakukan penipuan terhadap rekanan selaku pemilik perusahaan sekaligus pemilik dana yaitu pembagian keuntungan 30%. Yadi juga diduga telah menyalahi aturan sebagai kepala cabang telah berbisnis di dalam perusahaan dimana dia bekerja di PDAM.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Yadi selaku Kepala Cabang PDAM unit Garut kota mengatakan bahwa urusan dengan rekanan telah selesai, namun  mengenai kerjasama untuk barang pengadaan rutin dirinya mengakuinya, sedang yang menjadi kendala terhadap kerjasama dengan rekanan disebabkan manajemen PDAM itu sendiri dinilai tidak benar karena pembayaran terhadap rekanan yang selalu tidak tepat waktu, bahkan tahun 2011 saja masih banyak tunggakan terhadap beberapa pengusaha yang berdomisili di kota Bandung.

Selain itu juga permasalahan rekanan dengan keterlambatan pembayaran menjadi kelabakan karena uang yang pakai untuk pengadaan barang milik orang lain, tidak seperti H. Yayan Sting yang selaku adiknya menurut Yadi, karena permodalan kuat jadi tidak tergesa gesa dalam menunggu pembayaran dari pihak PDAM.

Yadi menambahkan bahwa di PDAM dibuat pola dalam hal kerjasama dengan rekanan untuk menghindari yang bersifat lelang, sehingga dibuat anggaran pengadaan dipecah menjadi beberapa porsi.

edang bagi rekanan yang ikut dalam pengadaan barang rutinan, kos yang dikeluarkan hanya untuk pajak PPH, PPN dan kewajiban 5% untuk orang kantor. Untuk tahun 2012 ini, PDAM memerlukan barang untuk melayani konsumen tapi karena anggaran yang habis karena manajemen yang tidak benar, maka pelayanan tidak terkaver sedang mengenai regulasi pendapatan PDAM itu sendiri besar. Hartono


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116882)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (88197)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (43048)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (27919)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (27220)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (26999)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (25466)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (22499)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (18102)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (15361)
Bedah JayaposProyek Senilai Rp 80,2 Milyar Pada Dinas PUK Kabupaten Bantaeng Jadi SorotanBantaeng, Jaya Pos Pelaksanan tender proyek jalan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Dan Kimpraswil Kabupaten ...


Bahan Pemeliharaan Jalan di Luwu Diduga Aspal Bercampur Solar BekasKualitas Gedung Rusunawa Bandung 1 DisangsikanMPK Lapor Dinkes Mura Ke Polda dan Kejati SumselProyek Pembuatan Taman dan Pemasangan Con block Rugikan NegaraApa Dengan Dispora Lubuklinggau ?ANEH BIN AJAIB, PT ABK Pemenang Tender Lelang Didisbimarta Kota Bekasi TA APBD 2015Terkait Kasus Gas Elpigi 3 KG, Andar Minta Megawati Batalkan Rapidin Cabup Samosir
Laporan KhususPuncak HUT RI ke-70 Pemkab PALI Gelar Pesta RakyatPALI, Jaya Pos Puncak penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 70, ...


Pemkab PALI Gelar Karnaval HUT RI Ke-70 Diikuti Oleh Ribuan PesertaLahat Siap Dukung Penuh Program PemerintahH Apriyadi Pimpin Upacara Hut Gerakan Pramuka Indonesia Ke 54Kemeriahan Pawai Pembangunan di KayuagungGerakan Nasional "Ayo Kerja" Pada 70 tahun Indonesia MerdekaPemerintah Provinsi Banten Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Gelar Lomba Peringati HUT RI Ke-70Pj Bupati PALI H Apriyadi Pimpin Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-70