Senin, 17 Desember 2012 - 07:16:12 WIB
SPBU Tulangan Diduga Jual Premium Bagi Kepentingan IndustriKategori: Jawa Timur - Dibaca: 304 kali

Baca Juga:BPK Diminta Tegas Jujur dan TerbukaTudingan Kemen PU Jarah Tanah Warga Ditepis Ketua PTPPelaksanaan Natal SDN 136541 Tanjungbalai Membawa HikmahKartel Memonopoli Proyek Jumbo di Kemensos

Sidoarjo, Jaya Pos

Berdasarkan surat BPH Migas menanggapi surat yang dikirim Bupati Sidoarjo terkait tata cara penjualan BBM oleh pedagang eceran, BPH Migas menyatakan  bahwa pengecer tidak mempunyai landasan hukum sebagai penyalur dan bukan konsumen pengguna sedangkan BBM bersubsidi peruntukanya adalah untuk konsumen pengguna pada titik serah penyalur. BBM bersubsidi bukan komoditas untuk diperdagangkan (diperjual/belikan ) untuk mencari keuntungan.

Itulah sekelumit penjelasan BPH Migas terkait pengecer BBM bersubsidi dengan berbagai pertimbangan antara lain UU NO 22 tentang Migas, PP No 1 tahun 2006 tentang Besaran dan Penggunaan Badan Usaha Penyaluran BBM dan Pendistribusianya, PP No 30 tahun 2009 tentang Perubahan Peraturan Presiden No 71 tahun 2005 tentang Penyediaan dan Pendistribusian BBM.

Adapun yang terjadi di SPBU Tulangan adalah hal yang sama sekali bertentangan dengan dasar peraturan perundangan dan peraturan –peraturan lain yang telah disahkan oleh pemerintah dalam menjamin keberlangsungan dan keberadaan  BBM  karena di SPBU ini pengusaha SPBU lebih mementingkan pengisian BBM dalam hal ini bensin dan solar untuk pembelian menggunakan juriben/drum kecil untuk kemudian diperjual belikan kembali.

Salah satu karyawan SPBU Tulangan yang tidak mau menyebut namanya, kepada Jaya Pos mengakui bahwa pihaknya menyediakan pompa khusus bagi pengisian drum kecil / jurigen untuk dijual kembali dengan alasan apabila tidak dilayani dikhawatirkan akan banyak pengguna jalan yang kehabisan di jalan. Alasan ini tentu tidak masuk di akal karena jarak antara pompa bensin tulangan dengan pompa bensin lain relative dekat bila kea rah timur jaraknya hanya 9 km arah utara hanya 8 km dan arah selatan 9 km ini tentu alasan yang dicari –cari.

Dari investigasi Jaya Pos di lapangan, terkait banyaknya pembeli BBM menggunakan jurigen ini ternyata ada sebagian dari banyak pengecer ini yang melakukan penjualan ke beberapa industry dan pergudangan karena disekitar SPBU Tulangan ini memang sedang berkembang untuk wilayah industry dan pergudangan dengan bukti telah berdirinya pabrik – pabrik dan banyak pergudangan, ini tentu merupakan bentuk penyimpangan BBM bersubsidi karena untuk keperluan industry seharusnya pembelian dengan harga industry Rp 8500.

Menururut keterangan Presiden LPD, Bung Sera bahwa apa yang dilakukan oleh pengusaha SPBU Tulangan ini merupakan sebuah bentuk penyimpangan karena dengan menyediakan pompa khusus untuk pengisian bagi pedagang bensin dan solar eceran sama saja memberi kesempatan seluas –luasnya bagi  kalangan industry untuk memanfaatkan para pedagang eceran ini untuk mendapat bahan bakar dengan harga jauh  di bawah harga industry.

Sementara Menajer SPBU, ketika ditanya tentang kemungkinan ini menyatakan bila itu terjadi akan menjadi tanggung jawab pengecer karena yang membeli disini semua mendapat rekom dari kepala desa. Akan tetapi keterangan menejer ini ternyata hanya bohong belaka karena Jaya Pos memantau pembelian oleh pedagang eceran ini sama sekali tidak menunjukan surat atau rekom apapun kepada petugas pengisi. Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72250)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61055)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52809)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20580)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16393)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15661)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15311)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14831)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11331)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya