Selasa, 11 Desember 2012 - 07:21:25 WIB
Polres Malang dan Polsek Dau Diduga Lindungi Pencuri dan RenternirKategori: Jawa Timur - Dibaca: 404 kali

Baca Juga:Keberadaan Sejumlah Lapak di Pasar Baru Labuan Langgar AturanKejaksaan '‘Masuk Angin' , Tutup Mata Atas Dugaan Korupsi di Pemkab SimalungunKontraktor Berkantor di Gudang Tua Jadi Pemenang Tender Alkes, KPK Diminta Periksa PPK dan KPA RSU Walikota Cimahi Tinjau Lokasi Banjir di Cigugur Tengah

Malang, Jaya Pos

Ibarat jatuh malah tertimpa tangga, masih juga terlindas mobil. Inilah kira-kira ungkapan yang tepat atas apa yang terjadi pada Ariati, warga Perum Oma Campus,  Blok AA 1, No. 16, Ds. Landungsari, Kec. Dau, Kab. Malang. Sudah dikhianati suaminya M Ade Arif, ia ditinggalkan dalam keadaan hamil tua dan juga ditinggali setumpuk hutang dan masalah.

Berawal dari niat Ade Arif mendapatkan uang dengan cara menggadaikan asset di warnet milik istrinya. Dimana Ade Arif memaksa Ariati minjam uang, bila tidak mau diancam akan dipukuli. Kepada Roni Marthen Rompis terjadilah perjanjian hutang piutang Rp 30 juta dengan jaminan computer warnet sebanyak 20 unit dengan jangka waktu pinjaman 2 minggu Ade Arif harus mengembalikan Rp 36 juta.

Ketika jatuh tempo, Roni akan menyita asset warnet Ariati namun yang didapati hanya 9 unit saja. Roni pun membawa Suyati untuk menyita computer itu, namun Ariati dan saudara iparnya meminta belas kasihan agar menyisakan 1 unit untuk dijual demi kepentingan melahirkan, mengingat kandunganya yang telah berusia 8 bulan lebih.

Bahkan  tindakan Roni tidak berhenti sampai disitu saja, malahan rumah Ariati juga menjadi sasaran Roni dengan cara mencongkel paksa rumah yang dalam keadaan kosong dan Roni leluasa mengacak – acak dan mencuri barang – barang milik Ariati.

Atas peristiwa ini, Ariati mengadu ke Mapolsek Dau pada Kamis (25/10), dan diterima KA SPK Aiptu Aspiandi. Diaman Arianti menderita kerugian Rp 10 juta lebih. Setelah dihitung dengan lebih teliti, kerugian yang diderita korban jauh lebih besar dari 10 juta, dan hal ini juga telah disampaikan kepada Kapolsek Dau.

Anehnya, pihak polsek tidak dengan segera melakukan penahanan kepada Roni padahal Roni sendiri telah mengaku dan barang – barang hasil curian juga berada di tempat Roni. Bahkan Roni melapor balik M Ade Arif dan Ariati ke Polres  dengan penipuan dan penggelapan. M Ade Arif pun melarikan diri, dan hanya Ariati yang akhirnya terkna dampak perbuatan suaminya.

Anehnya, Arianti yang sebelumnya dijadikan sebagai saksi, malah terdengar issu bahwa saksi ini diduga diancam okn um penyidiknya dengan kata akan dijadikan sebagai tersangka. Dalam keadaan hamil tua ini, ariati menjadi lemas dan mengalami pendarahan akibat tekanan dan takut akan ditahan.

Oknum penyidik itu pun mengatakan bahwa pihaknya pernah menahan ibu- ibu yang baru saja melahirkan dan bayinya masih merah. Demikian dikatakan sumber yang tidak mau menyebut namanya kepaa Jaya Pos saat ia menemani saksi diperiksa penyidik. Menurut Indah, saudara Ariati, penyidik kelihatan tidak objektif dan cenderung membela kepentingan Roni. “Seakan polisi hanya melindung pencuri dan rentenir dalam peristiwa ini,” kata salah satu LSM. Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72257)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61055)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52810)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20582)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16393)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15661)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15311)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14831)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11332)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya