Selasa, 11 Desember 2012 - 07:18:31 WIB
Keberadaan Sejumlah Lapak di Pasar Baru Labuan Langgar AturanKategori: Banten - Dibaca: 397 kali

Baca Juga:Kejaksaan '‘Masuk Angin' , Tutup Mata Atas Dugaan Korupsi di Pemkab SimalungunKontraktor Berkantor di Gudang Tua Jadi Pemenang Tender Alkes, KPK Diminta Periksa PPK dan KPA RSU Walikota Cimahi Tinjau Lokasi Banjir di Cigugur TengahAgung Hotel Nagoya Grand Opening

Pandeglang, Jaya Pos

Kurang lebih 60 lapak berukuran 3 x 2 meter berdiri di Pasar Baru Labuan Kecamatan Labuan Kab Pandeglang. Lapak–lapak tersebut keberadaannya kini sudah difungsikan oleh para pedagang dalam memasarkan berbagai macam jenis barang dagangannya.

Sayangnya, keberadaan lapak-lapak itu disinyalir telah menimbulkan berbagai pertanyaan dan menjadi pusat perhatian dari beberapa kalangan termasuk para pedagang yang sudah sekian tahun menjalankan aktifitas di Pasar Baru Labuan.

Seperti dikemukakan beberapa pihak umumnya sangat beragam mulai sektor lingkungan yang erat kaitannya dengan kebersihan, legalitasi dari aparatur yang memiliki terotorial, hingga proses perijinan dari institusi pemerintahan. Ditambah fasilitas infrastruktur yang buruk dan kumuh turut melengkapi carut-marutnya pusat pertemuan pedagang dan pembeli di pasar ini.

Lapak-lapak tersebut telah dijual oleh pengembang kepada para pedagang dengan harga yang variatif mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Akan tetapi yang namanya pedagang tidak kalah siasat dalam memanfaatkan fasilitas.

Menurut salah satu sumber, biasanya dimana berdiri lapak maka akan diikuti oleh pedagang yang sifatnya amparan (kekerewed-istilah pedagang-Red) dan pedagang amparan jika akan memasarkan barang dagangannya harus berurusan dengan pemilik lapak sebab merasa halamannya dipakai maka pedagang amparan harus bayar sewa tempat sehari Rp 3 ribu, entah uang sewa tersebut masuk ke kantong siapa yang jelas pemilik lapak tiap hari menagihnya.

Ironisnya, deretan ruko yang lebih awal berdiri dan sekarang kondisinya berhadapan langsung dengan lapak, merasa terusik keberadaannya. Sebab ruang bagi pejalan kaki atau calon pembeli yang akan mendatangi rukonya terlalu sempit sementara lapak-lapak yang berdiri pun nyaris menutupi permukaan pasar.

Belum lagi keberadaan pedagang amparan dan mangkalnya sejumlah pengojek yang memparkirkan kendaraannya. Sehingga, menurut sumber, lengkap sudah kesemrautan yang terjadi setiap hari di Pasar Baru Labuan.

Usut punya usut, ternyata 60 lapak milik pengembang dan sudah dibeli oleh para pedagang itu, ternyata dibangun di atas fasilitas umum persisnya di atas trotoar bukan dalam area milik pengembang lalu setiap jarak antar lapak dibatasi dengan tembok pembatas, akibatnya saluran air di bawah trotoar secara otomatis tersumbat dan mampet.

“Jangankan hujan lebat, saat gerimis pun Pasar Baru akan banjir sebab saluran air sudah tersumbat ditambah tumpukan sampah yang dibuang sembarang oleh para pedagang,” kata sumber.

Padahal, mendirikan bangunan dalam bentuk apapun di atas fasilitas umum apalagi di atas trotoar jelas merupakan pelanggaran dan menyalahi aturan sebagaimana sudah diputuskan oleh Menteri Pekerjaan Umum nomor 20/PRT/M/Tahun 2010. “Apalagi jika kita mengacu pada Pasal 10 mulai dari ayat 1 sampai 4 secara detail disana sudah diterangkan, jangan mengganggu hak pengguna jalan, pandangan bebas pengguna, merubah dan menghilangkan konstruksi, serta hal lain yang dikolaborasikan dengan peraturan pemerintah daerah,” terang Agung Maulana, warga Labuan.

Masih menurut Agung, seharusnya pihak terkait secepat mungkin mengambil langkah sekaligus mensikapi keadaan seperti itu sebab jika dibiarkan tidak menutup kemungkinan kejadian serupa terjadi di Kota Labuan karena dianggapnya hal itu bukan suatu permasalahan besar.

Kepala UPT Pasar Kabupaten Pandeglang Nanang Soeherman SE saat dimintai komentar terkait permasalahan ini mengatakan dirinya beserta jajaran muspika sempat mempertanyakan kepada pengembang yang dalam konteknya sebagai pengelola pasar baru yang sifatnya swasta, dan pihak pengembang berjanji akan merelokasi lapak tersebut namun pada kenyataanya lapak tersebut masih berdiri disana.

Wahidin selaku Pengembang Pasar Baru Labuan yang hendak dikonfirmasi, tapi yang bersangkutan hingga berita ini dilansir masih berada di Jakarta. Yan/Rus


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72256)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61055)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52810)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20581)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16393)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15661)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15311)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14831)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11332)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya