Jumat, 21 Februari 2020 - 07:14:32 WIB
Murkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 47 kali

Baca Juga:Pat Gulipat Sertifikat di BPN SidoarjoPutusan PN Pangkep Kecewakan KorbanPembanguna Bandara Incluve Civil Ranai Mulai DilelangRenovasi Jembatan Ogan Satu Baturaja Bermotif Iklan Telkomsel

Pekanbaru, Jaya Pos

Kasus penipuan yang menjerat Murkayani yang sudah berlangsung 6 tahun lalu, yaitu pada tahun 2014, membuatnya harus berhadapan dengan hukum.

Sidang tuntutan kasus penipuan CPNS terdakwa Murkayani S digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dipimpin oleh Hakim Ketua Majelis Saut Maruli Tua Pasaribu SH MH, Hakim Anggota Iwan Irawan SH, dan Mangapul Saragih SH MH, Kamis, (13/02).

JPU (Jaksa Penuntut Umum) Benhard Sitompul membacakan tuntutannya bahwa pelaku telah dinyatakan bersalah sehingga dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan di tahanan Lapas Kota Pekanbaru.

Kasus ini berawal saat korban MN mendapatkan Informasi bahwa Murkayani mempunyai anak di Jakarta di Kementerian Pendayaguna Aparatur Negara (Kemenpan) yang bisa memasukan PNS tanpa tes dengan membayar uang sebesar Rp 150 juta.

Mendengar hal tersebut, korban menyetujuinya dan Murkayani memberikan alamat anaknya yang dimaksud lewat sms, kemudian MN mengirimkan semua dokumen persyaratan yang diminta seperti foto copy KTP, foto copy Ijazah, dan pas photo ke alamat tersebut.

Akhirnya MN mengirimkan sejumlah uang secara bertahap hingga total uang yang dikirimnya kepada Murkayani senilai Rp 150 juta beserta bukti transferannya.

Namun hingga berselang setahun, PNS tidak kunjung ada kepastian. Hingga berjalan tiga tahun, tidak ada kepastian dengan selalu mengatakan agar menunggu sampai akhirnya MN meminta kembali uang yang telah ditrasfernya kepada Murkayani tetapi tersangka tidak bisa mengembalikannya. Hal itu menyebabkan pertengkaran diantara MN dan Murkayani dan akhirnya korban melaporkan kasus ini ke Polda Riau.

Atas tuntutan pihak JPU tersebut, kuasa hukum korban, LAW Office RMB Pasaribu SH MH & Associates, memberikan pendapatnya. “Yang pasti apa yang dilakukan oleh terdakwa telah terbukti di pengadilan, meskipun sampai saat ini dengan tuntutan jaksa 2 setengah tahun, artinya sudah memenuhi unsur perlakuan pidana yang dilakukan. Tinggal kita menunggu dari hasil putusan dan pertimbangan dari pihak Majelis Hakim,” jelas RMB Pasaribu.

P:ihaknya berharap bahwa Majelis Hakim dapat membuat keputusan berdasarkan keterangan-keterangan saksi. “Perlakuan yang dilakukan terdakwa dengan menjanjikan, dengan memastikan sesuatu hal yang tersebut tidak dapat direalisasikannya adalah memang nyata delik pidananya,” ungkapnya.

Dirinya bersama kliennya berharap agar Majelis Hakim dalam mengambil suatu putusan tidak ragu-ragu lagi, walaupun terdakwa dengan PH nya akan melakukan pledoi (pembelaan) di tanggal 17 Februari nanti. “Kita akan tetap menggiring perkara tersebut untuk hasil yang maksimal,” ujarnya.
“Fiat justitia ruat caelum, hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit akan runtuh,” tegas RMB Pasaribu.(AH)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (73793)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61092)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52840)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20981)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16424)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15693)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15323)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15018)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14889)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11491)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya