Kamis, 20 Februari 2020 - 08:11:56 WIB
Diduga Gunakan Dana Desa FiktifKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 51 kali

Baca Juga:Putusan PN Pangkep Kecewakan KorbanPembanguna Bandara Incluve Civil Ranai Mulai DilelangRenovasi Jembatan Ogan Satu Baturaja Bermotif Iklan TelkomselPolres Siantar Diduga Tangkap Lepas 2 Pelaku Cabul

Maros, Jaya Pos

Wakil Ketua DPD Garda Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, Iswadhy Arifin mengatakan ada beberapa proyek yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2019, diduga bermasalah di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. 

Wakil Ketua DPD Garda Nusantara Sulsel, Iswadhy Arifin mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut, ke Polres Maros untuk dilakukan pemeriksaan. “Laporan tersebut berdasarkan adanya laporan masyarakat, sehingga kami melakukan investigasi secara langsung dilapangan untuk memastikan hal tersebut,” ujarnya.

Adapun proyek yang  diduga bermasalah Tahun Anggaran 2019 telah dilaporkan seperti, pembangunan bendungan Bara’a di Dusun Pattiro, dengan Anggaran sebesar Rp. 252 juta. Pembangunan saluran irigasi Bara’a di Dusun Pattiro, anggaran Rp. 133 juta. Pembangunan jalan desa (Rabat Beton Dusun Pattiro), Anggaran Rp. 421 juta. Pemeliharaan sumber air bersih Lantebung di Dusun Pattiro, anggaran Rp.101 juta. Pengadaan pos ronda di Dusun Nabung dan Dusun Kappang, anggaran Rp. 18,5 juta dan Rp. 37 juta dan proyek pembangunan MCK Umum di Dusun Kappang, anggaran Rp. 42 juta.

“Berdasarkan hasil penelusuran kami dilapangan jika pembangunan bendungan Bara’a di Dusun Pattiro tahun anggaran 2019, dengan mata anggaran Rp. 252.353.300, dimana pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi. Volume hanya 6 meter, x 2 meter, x 4,5 meter adapun fakta fisik dilapangan bukan berupa bendungan akan tetapi mirip bak air. Bukan hanya itu upah pekerja sebesar Rp.10.000.000, dimana hanya 3,9 persen dana yang digunakan dari total anggaran,” katanya.

Menurutnya, pembangunan saluran irigasi Bara’a di Dusun Pattiro itu diduga fiktif, pasalnya pembangunan tersebut bukanlah irigasi melainkan hanya pipanisasi yang memakai 70 batang pipa dan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 133 juta. “Sementara pembanguan jalan Desa Rabat Beton di Dusun Pattiro, dengan anggaran sebesar Rp. 421 juta, dengan panjang jalan kurang lebih 300 meter diduga kuat mark up” katanya.

Namun untuk pemeliharaan sumber air bersih Lantebung di Dusun Pattiro, Ang­garan sebesar Rp. 101 juta, lokasinya berada dipelosok Desa dengan Asumsi susah untuk dipantau  dan proyek tersebut hanya berupa renovasi sumur tua, diduga menggunakan beberapa sak semen dan satu sampai dua truk pasir.

“Kalau untuk pengadaan pos ronda di Dusun Nahung dan Dusun Kappang, diduga per unit dianggarkan sebesar Rp. 18 juta, diduga hanya dua unit total anggaran sebesar Rp. 37 juta.  Namun untuk pembangunan MCK Umum di Dusun Kappang dengan anggaran sebesar Rp. 42 juta bervolume cuma 5×6 meter, terindikasi bangunannya sangat sederhana, ada sumur tua yang diberi atap kemudian dilengkapi satu kloset kecil, konon proyek ini ada pula sumbangan dari warga Rp. 5 juta sebagai ganti rugi dari seorang sopir truk dimana mobilnya pernah kecelakaan dilokasi tersebut yang muatannya menimbun sumur,”jelasnya.

Kami sudah melaporkan masalah tersebut di Polres Maros, melalui surat Aduan serta dilengkapi dan Visual sesuai yang kami dapat dilapangan. “Atas dasar itu kami dari DPD Garda Nusantara Sulsel meminta kepada Polres Maros agar diusut dengan tuntas.” tegas Iswadhy.(Kim) 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (73786)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61092)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52840)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20981)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16424)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15693)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15323)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15018)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14889)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11491)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya