Jumat, 08 November 2019 - 02:38:29 WIB
Ridwan Kamil Terima Doktor HC di Busan Dirut PDAM Kok Hadir?Kategori: Jawa Barat - Dibaca: 175 kali

Baca Juga:Kinerja P2T Pemkot Jakut AmburadulProyek Parkir RSUD Sidoarjo Sarat Permainan , Pemenang Proyek Ancam Pukul WartawanSudah 3 Kali Kajari Dumai Berganti, Proses Hukum Dugaan Pidana Korupsi DipertanyakanKorupsi Anggaran Pansus DPRD Kota Bandung, Ebet Hidayat Diancam 20 Tahun Penjara

Banyak pihak mempertanyakan keberadaan Sonny Salimi di Busan, Korea Selatan bertepatan de­ngan acara tersebut yang dianggap tidak ada kolerasinya. Apalagi, PDAM Tirtawening kini dirundung masalah seperti mangkrak­nya proyek IPA Cikalong senilai Rp 63 miliar, dan belum maksimalnya pelayanan konsumen.

Bandung, Jaya Pos

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima gelar Doktor Honoris Causa Bidang Public Administration di Dong-A University, Busan, Korea Selatan, Senin waktu setempat.

Hebatnya, prosesi pemberian gelar Doktor kehormatan itu juga diduga dihadiri Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening, Kota Bandung, Sonny Salimi.

Dalam akun instagramnya Sonny memposting selfie diatas pesawat (4/11) dengan caption “Bismillah…Seoul to Busan…Dong A University”. Postingan di akun dengan nama sonnysalimi72harun itu disukai 274 pengikut termasuk Atalia Praratya istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Banyak pihak mempertanyakan keberadaan Sonny Salimi di Busan, Korea Selatan bertepatan dengan acara tersebut yang dianggap tidak ada kolerasinya. Apalagi, PDAM Tirtawening kini dirundung masalah seperti mangkraknya proyek IPA Cikalong senilai Rp 63 miliar, dan belum maksimalnya pelayanan konsumen.

“Patut dicurigai bila Sonny Salimi juga hadir di acara tersebut karena enggak ada hubungannya dengan pelayanan air bersih di kota Bandung sesuai tugas dia sebagai Direktur Utama PDAM Tirtawening. Bila keberadaannya di Busan hanya semata-mata menghadiri pemberian gelar kehormatan kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan tidak ada kegiatan dengan PDAM, tentunya bisa saja ada dugaan anugerah gelar kehormatan itu disponsori oleh PDAM Tirtawening. Sehingga perlu ada penjelasan dari PDAM Tirtawening,” ujar pegiat anti rasuah, Fidelis Giawa SH, melalui ponsel, (6/11).

Lebih jauh Fidel mengomentari, warga kota Bandung masih banyak yang kesusahan mendapatkan air bersih. “Coba wartawan tanya pelanggan PDAM, masih banyak yang sudah tidak ngocor airnya. Di daerah Jl Pices Turangga, Gumuruh sudah tidak ngocor. Nah seharusnya fokus aja ke tugas-tugas pokoknya. Debit air PDAM itu sudah kritis walaupun hujan sudah mulai turun. Dirut PDAM sebagai pejabat publik jangan mengundang kecurigaan masyarakat. Terlalu banyak gaya, dan aktifitas yang menimbulkan in-efisiensi dalam mengelola korporasi,” kata Fidelis.

Sementara, Muhammad Syafrin Zaini, seorang pelanggan PDAM berdomisili di Jl Sukagalih, Bandung mengeluh di akun Facebook karena air PDAM tidak ngocor. Pelanggan yang juga Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Bidang Organisasi itu menulis di akun facebooknya, “Hallo PDAM Bandung sudah lebih dari 24 jam air gak ngocor tanpa pemberitahuan !!! (daerah Sukagalih Sukajadi)”. Pria berkacamata yang akrab disapa bang Syafrin itu kepada Jaya Pos mengeluhkan tidak adanya pemberitahuan kepada pelanggan oleh pihak PDAM.

“Saya hanya bertanya mengapa PDAM tidak memberi pengumuman kepada pelanggan akan ada penghentian pengocoran air yang penyebabnya seharusnya juga dijelaskan. Sampai kapan PDAM tidak dapat melayani kita biar pelanggan tidak kebingungan. Sekarang kan sudah jaman teknologi bisa menggunakan layanan media whatsapp,” keluhnya saat ditemui Jaya Pos, di Dinas Pendidikan Jabar, Jl Rajiman, Bandung, (6/11).

Pasca diberitakan Jaya Pos secara berturut-turut, banyak pihak mempertanyakan dugaan korupsi di proyek Instalasi Pengolahan Air, Cikalong yang menelan anggaran Rp 63 miliar itu. Proyek yang baru mencapai progres fisik 50% itu akhirnya diputus kontrak pada Februari lalu. Anehnya, hingga kini kelanjutan proyek yang berpotensi merugikan negara itu tak jelas.

Proyek yang dibangun di 3 titik itu kini dibiarkan terlantar. Kontraktornya PT KIP disebut-sebut tak mampu meneruskan pengerjaan. Bahkan upah para pekerja yang rata-rata warga setempat tak dibayar selama 2 bulan sehingga warga melakukan unjuk rasa. Anehnya di lokasi proyek masih terpasang papan nama proyek yang tidak mencantumkan nilai dan sumber anggarannya. Parahnya terpampang plang Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, (6/11), hingga berita ini diturunkan tidak menanggapinya. Kabag Humas PDAM Tirtawening Indra saat dihubungi melalui ponsel (7/11), meng­aku tidak tau agenda Dirut PDAM Tirtawening ke Busan, Korea Selatan. “Bapak tau pak dirut ke Korea dari siapa? Tanya saja kepada dia. Saya justru tidak tau karena kemarin saya masih cuti. Saya baru masuk hari ini dan sedang melayat yang meninggal di Rajamandala,” ucap Indra. (@lf)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66562)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60956)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52720)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18428)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16287)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15549)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15265)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14956)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14718)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10935)
Bedah JayaposKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahBangka Belitung, Jaya Pos Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang ...


Proyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit Mereka
Laporan KhususKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirCiamis, Jaya Pos Kualitas produk sapu ijuk dari Desa Tanjungmulya Kecamatan Panumbangan sudah tak diragukan ...


Kesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTP