Jumat, 08 November 2019 - 02:13:22 WIB
Pembangunan Pamsimas Di Desa Putat Diduga Mark UpKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 191 kali

Baca Juga:Kinerja P2T Pemkot Jakut AmburadulProyek Parkir RSUD Sidoarjo Sarat Permainan , Pemenang Proyek Ancam Pukul WartawanSudah 3 Kali Kajari Dumai Berganti, Proses Hukum Dugaan Pidana Korupsi DipertanyakanKorupsi Anggaran Pansus DPRD Kota Bandung, Ebet Hidayat Diancam 20 Tahun Penjara

Sidoarjo, Jaya Pos

Pembangunan Pamsimas (Pembangunan Sarana Air bersih Masyarakat) di Desa Putat Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo terindikasi di mark-up dan sebagian fiktif.

Hal ini diketahui setelah japos.co melakukan penelusuran dilokasi Balai desa Putat dan mendapat keterangan dari Ketua Satuan Pelaksana Kegiatan Sultoni yang dikonfirmasi di lokasi kegiatan, Rabu (6/11) jam 13.00 WIB.

Sultoni mengatakan bahwa KKM tidak diberi RABnya hanya diberi gambar teknik saja, jadi satlak bekerja berdasarkan gambar saja. Saat ini dana Pamsimas baru cair 40%, itupun pihak desa harus menyediakan dana pancingan terlebih dahulu.

“Untuk pekerjaan geo listrik yang memakan biaya, hasilnya jelek jadi tidak jadi dilakukan pengeboran dan hal itu dapat ditutupi dengan mengambil air dari sumur existing. Jadi dapat ditarik kesimpulan pekerjaan geo listrik dan pengeboran serta kontruksi pipa sumur tidak dikerjakan atau dapat dikatakan fiktif,” ujarnya.

Berdasarkan hasil nonitoring dan investigasi yang dilakukan japos.co dan tim memperoleh informasi yang falid terkait adanya dugaan mark-up dan bahkan sebagian pekerjaan tidak dilakukan alias fiktif. Dalam pekerjaan ini, diketahui ada 6 jenis pekerjaan, yakni pembangunan sarana air bersih masyarakat, sanitasi sekolah, promosi kesehatan, kegiatan pelatihan, biaya pelatihan KKM dan satlak dan pemasangan pipa.

Sementara untuk sumber dana paket Pamsimas ini ada 4 sumber dana, yakni APBD 2 sebesar 70% Rp 245.000.000, APB Desa 10% Rp 35.000.000, in cash 4% Rp 14.000.000 dan In Kind 16% Rp 56.000.000. Total anggaran untuk kegiatan pamsimas ini yakni Rp 350 juta.

Sementara kontraktor yang biasa me­ngerjakan Pamsimas berinisial LM yang diwawancarai japos.co, Rabu (6/11) mengatakan bahwa untuk mengerjakan semua item pekerjaan dalam kegiatam Pamsimas ini, hanya butuh biaya sekitar Rp 225 juta. “Itu sudah komplit tetmasuk tandon, jaringan, sumur bor, pipa untuk sumur, pompa celup dan sambungan ke rumah warga,” pungkasnya.

Terpisah Ketua LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) Ir Didik Wahono SH MSi yang diwawancarai menyatakan pada proyek Pamsimas ini kental sekali aroma mark-up dan bahkan fiktif.

“Bila biaya keseluruhan saja hanya membutuhkan Rp 225 juta, kenapa negara harus membayar lebih mahal sampai Rp 350 juta. Jadi bila sumur bor dan kontrukai pipa sumurnya dihargai Rp 78 juta dan biaya geo listrik Rp 4 juta maka total dugaan kerugian negara senilai Rp 207 juta untuk kegiatan Pamsimas di Desa Putat saja, padahal masih ada 7 unit lagi pembangunan Pamsimas dari dana APBD Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.  Lebih jauh Bung Didik berjanji akan segera melaporkan kasus ini bila tahun anggaran sudah berakhir. 

Sulaiman Kabid yang membawahi bidang ini ketika dihubungi melalui panggilan dan pesan whatssapp tidak mau menjawab panggilan untuk memberikan konfirmasi. (Zein)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66565)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60956)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52720)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18429)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16287)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15549)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15265)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14956)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14718)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10935)
Bedah JayaposKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahBangka Belitung, Jaya Pos Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang ...


Proyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit Mereka
Laporan KhususKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirCiamis, Jaya Pos Kualitas produk sapu ijuk dari Desa Tanjungmulya Kecamatan Panumbangan sudah tak diragukan ...


Kesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTP