Selasa, 05 November 2019 - 06:33:59 WIB
LSM Gasak Desak Kejagung Awasi Kejari Ketapang Tangani Kasus Dugaan Korupsi Dana DesaKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 198 kali

Baca Juga:Korupsi Anggaran Pansus DPRD Kota Bandung, Ebet Hidayat Diancam 20 Tahun PenjaraTerdakwa Hasan Saputra Diminta Segera DitahanNur Mahmudi Terobsesi Nyapres 2014Kadindik Kab. Tangerang ‘Restui" Pungli di SMPN 1 Kelapa Dua

Ketapang, Jaya Pos

Menurut Sekjen LSM Gerakan Anti Suap dan Anti Korupsi (Gasak) Ketapang Drs. Hitmat Siregar, Pemerintah Republik Indonesia telah meluncurkan Dana Desa (DD) hingga ratusan triliun rupiah.

Dana yang dikeluarkan itu merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap desa yang menyebar di seluruh tanah air. Pemerintah sangat mengharapkan agar dana desa yang diberikan dapat membantu dalam upaya mensejahterakan masyarakat, menekan pengangguran, membangun infrastruktur, mengatasi masalah pendidikan maupun kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan kebutuhan desa lainnya.

Namun saying, Dana Desa (DD) yang diberikan pemerintah tersebut sering disalah gunakan bahkan di korupsi oleh oknum kepala desa, seperti yang terjadi dan dilakukan oleh mantan Kades Bantan Sari Kecamatan Marau Ketapang, Kalimantan Barat.

“Atas temuan dan laporan masyarakat, kami (LSM Gasak) telah melaporkan kasus mantan Kades berinisial L ke Kajari Ketapang untuk diproses hukum sesuai UU yang berlaku,” ucapnya.

Mantan Kades L dianggap LSM Gasak, diduga telah melakukan korupsi dana desa pada tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018. “Dengan data dan bukti yang ada, mantan Kades Bantan Sari telah kami laporkan ke Kejari Ketapang sesuai No Surat 026/LSM GASAK/L/V/2019,” terang Hitmat Siregar Senin, (29/10/19).

Namun sayang, laporan itu dinilai Gasak tidak ada pekembangan, sehingga membuat dirinya beberapa kali harus turun naik ke lembaga Adyaksa itu untuk menanyakan sejauh mana penanganan kasus korupsi DD yang dilaporkan.

Hitmat Siregar menceritakan bahwa Kajari Ketapang berjanji akan menangani secara serius kasus tersebut. Namun sampai hari ini, dikatakannya, janji Kajari Ketapang untuk menuntaskan kasus tersebut belum terbukti, bahkan dinilai terkesan mandeg alias jalan ditempat.

Melihat kenyatan ini, akhirnya LSM Gasak dibawah pimpinannya mencoba mencari dukungan ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) Pontianak.

Untuk mendapat dukungan, dia bersama-sama dengan lembaga peduli anti korupsi yang berada di Ibukota Provinsi Kalbar melakukan orasi di depan kantor Kajati, guna memepertegas dan menyampaikan kinerja Kajari dalam menangani kasus yang dilaporkan selama ini.

Dalam orasinya, banyak hal yang disampaikan, diantaranya mengatakan bahwa penanganan kasus dugaan korupsi DD oleh Mantan Kades L ada kejanggalan dalam proses hukumnya. Meski sudah kurang lebih setengah tahun berjalan, saksi dan terlapor sudah dipanggil, namun proses hukum dinilai tidak ada perkembangan.

“Padahal saksi-saksi sudah dipanggil dan mantan Kades L sebagai pengguna anggaran sudah dua kali diperiksa, namun kasus ini sunyi begitu saja. Untuk itu kami minta Kajati Pontianak agar mengawasi kinerja Kajari Ketapang,” katanya.

Tidak sampai disitu, untuk mendorong penegakan hukum dalam memberantas korupsi dana desa, LSM Gasak sudah melayangkan surat tahap dua kepada Jaksa Agung RI, sesuai nomor Surat 020/LSM Gasak/AUD/X/2019, tanggal 28 Oktober 2019, dengan cara mengantarkan langsung.

“Bersamaan mengantarkan surat, Kejagung telah mengumpulkan Kejati seluruh Indonesia. Kejagung ST Burhanudin instruksikan kepada Kejati agar dapat lari kencang dalam penegakan hukum. Semoga statemant ini terbukti, berdampak juga pada kasus yang kami laporkan, tidak sebatas kata mutiara penyedap rasa,” imbuh Hitmat Siregar.

LSM Gasak tetap memberikan kesempatan dan mendorong proses hukum yang sedang berjalan. Namun apabila kasus ini masih terlihat tidak ada progresnya, maka menurut Hitmat siregar tidak menutup kemungkinan mereka akan berorasi di depan gedung Kejagung Republik Indonesia.

Sementara Kejaksaan Negeri melalui staf Plh. Kasie Intel Kajari Ketapang Stefano mengatakan, proses hukum dugaan korupsi dana desa oleh mantan Kades Bantan Sari, Kecamatan Marau tetap berlanjut, dimana memasuki tahap penyelidikan dan pemanggilan para saksi.

“Mohon maaf, Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang sedang bertugas di luar kota, sementara Pelaksana Harian (Plh) Kasie Intel Pak Agus ada kesibukan. Untuk penanganan kasus dugaan korupsi DD Bantan Sari memasuki tahap penyelidikan dan pemanggilan para saksi,” kata Stefano seraya menjelaskan bahwa keterangan yang diberikan setelah koordinasi dengan Plh. Kejari Ketapang, Rabu (30/19/2019).(Tris/Har)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66562)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60956)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52720)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18428)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16287)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15549)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15265)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14956)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14718)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10935)
Bedah JayaposKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahBangka Belitung, Jaya Pos Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang ...


Proyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit Mereka
Laporan KhususKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirCiamis, Jaya Pos Kualitas produk sapu ijuk dari Desa Tanjungmulya Kecamatan Panumbangan sudah tak diragukan ...


Kesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTP