Senin, 09 September 2019 - 07:25:55 WIB
Kejati Jabar Bergerak Otong Klarifikasi BanGub Ke YPGKategori: Jawa Barat - Dibaca: 69 kali

Baca Juga:Harga SIM di Satpas Polres Bojonegoro Melambung TinggiKasus Pelecehan Seks Terhadap Anak Dibawah Umur MenghawatirkanPara Saksi Memberatkan H. Suparman, Hj Tottih Menunggu Putusan Bijak Hakim PN Jaktim Dinkes KKA Pupuk Calon Masa Depan Yang Sehat

Bandung, Jaya Pos

Selangkah maju, akhir­nya kasus dugaan korupsi di Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis memasuki babak baru. Ketua YPG, H Otong Husni Tafiq dimintai keterangan oleh Kejaksaan Tinggi Jabar. Rabu (4/9). Otong didampingi seorang dekan dari Unigal mengklarifikasi tudingan korupsi yang diarahkan kepadanya.

Sumber Jaya Pos di Kejati Jabar menyebut, Otong membawa sejumlah dokumen YPG. “Suatu tindak pidana korupsi membutuhkan 2 alat bukti yang cukup. Jadi bila data-data yang sudah di ta­ngan penyidik dikembangkan lagi on the spot ke lapangan bisa saja akan ditemukan unsur-unsur kerugian negara­nya. Biasanya pihak kejaksaan minta kepada BPK atau BPKP untuk menghitung kerugian negaranya. Ini awal dari pengungkapan dugaan penyimpangan atas bantuan dana hibah dari Provinsi Jabar kepada sejumlah perguruan tinggi selama ini,” urai sumber tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi Dana Hibah Gubernur Jabar di Universitas Galuh secara resmi akan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Pihak Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis sebagai penerima dianggap paling bertanggung jawab atas pemanfaatan dana dengan besarann total Rp 6 miliar lebih itu. Hal ini dikatakan sumber Jaya Pos di kantin kejujuran, Kejati Jabar, (28/8).

“Kita sudah diskusikan dugaan penyimpangan termasuk mark down atau sebaliknya mark up dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Unigal. Dugaan legalitas Ketua Umum Yayasan saat tahun 2015 menandatangani Naskah Perjanjian Belanja Hibah antara pihak Yayasan dan pihak Dinas Pendidikan Jabar. Pada saat itu pak Otong belum jadi Ketua Umum. Ketua Umum masih yang lama pak Raden Dida Yudanegara. Pak Otong itu baru jadi Ketua Umum pada 10 Oktober 2017 di perubahan data yayasan di notaris Nevie Alifah Assegaf SH,” urai sumber.

Pihak Dinas Pendidikan Jabar berjanji akan mempelajari dugaan penyimpangan dana hibah Gubernur Jabar di Unigal. “Yaa, nanti dipelajari dulu,” janji Kabid Pendidikan Menengah Umum, Yesa Sarwedi melalui pesan Whatsapp, (23/8).

Miliaran rupiah dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dikucurkan kepada Universitas Galuh Ciamis diduga bermasalah. Dana hibah yang diperuntukkan beberapa item kegiatan dengan nilai miliaran rupiah itu disinyalir dikerjakan secara swakelola oleh pihak Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis. Tidak hanya itu, dalam Naskah Perjanjian Belanja Hibah antara pihak Pemprov Jabar dalam hal ini Dinas Pendidikan dengan pihak YPG pada tahun 2015 itu ditandatangani oleh Ketua Umum YPG, H Otong Husni Taufiq SIP MSi. Padahal Otong saat itu belum jadi Ketua YPG.

“Pada tahun 2015 itu, Unigal mendapat bantuan dana hibah dari gubernur sebesar Rp 4,3 miliar. Dana tersebut diperuntukan pembangunan gedung dekanad Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Pembuatan Bangunan Pintu Gerbang. Pengerjaannya oleh sebuah perusahaan disinyalir milik H Otong sendiri. Jadi sebenarnya biaya semuanya tidak sebesar itu. Sebagai contoh pintu gerbang menurut kontraktor lainnya dengan fisik seperti itu biaya sampai Rp 782 juta, itu sangat mahal. Sehingga diduga ada mark up nya,” ungkap sumber yang minta nama­nya dilindungi itu, di sebuah restoran di kawasan alun-alun Ciamis (15/8).

Untuk pembangunan sarana prasarana di kampus Unigal, dirinya menilai perlu diaudit. Diharapkan pihak Polda Jabar atau Kejaksaan melakukan pemeriksaan untuk semua bantuan hibah gubernur yang dikucurkan ke Unigal. Pihak provinsi yang melakukan monitoring dan evaluasi juga patut dipertanyakan. “Secara kesat mata dapat dilihat seperti biaya pembangunan gerbang yang mencapai angka hampir Rp 800 juta. Sangat fantastis,” ungkap sumber.

Ketua Umum YPG H Otong Husni Taufiq melalui telepon seluler kepada Jaya Pos membantah semua tudingan miring tersebut. “Tidak benar itu. Unigal 2 kali dapat hibah dari provinsi. Bantuan pertama tahun 2015 diaudit oleh akuntan publik dari Bandung. Untuk yang keduanya kami didampingi oleh TP4D Kejaksaan Negeri Ciamis,” sanggahnya melalui ponsel.

Dijelaskan Otong bahwa saat pertama mendapatkan bantuan, dia sudah jadi Ketua Umum YPG. “Saat itu masa transisi kepengurusan yayasan. Menurut undang-undang pihak yayasan cukup melaporkan saja ke pihak Kemenkumham. Jadi sejak 2014 saya sudah jadi Ketua Umum YPG sesuai akta notaris yang dilaporkan,” kilah Otong.(@lf)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60463)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (57344)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52255)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15769)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15051)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14847)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (14688)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14532)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14140)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (10065)
Bedah JayaposOknum PT Adira Pasaman Barat Tipu KonsumenPasaman Barat, Jaya Pos Akibat himpitan ekonomi yang sangat mendesak, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama ...


Diduga Tidak Sesuai Spek dan RAB Pekerjaan TPT AmbrolPembangunan Pamsimas Di Desa Putat Diduga Mark UpDua Periode Jabatan Bupati Agam, Jalan dan Jembatan di Kecamatan Ampek Nagari Masih Ditemukan Rusak Goliong, Kontraktor Asal Sungailiat Bangka MeradangLSM Gasak Desak Kejagung Awasi Kejari Ketapang Tangani Kasus Dugaan Korupsi Dana DesaAnggaran DD Tahun 2018 Untuk Pembelian Sepeda Raib Tak BerwujudJudi Kim Kembali Marak di Tanjungpinang
Laporan KhususKembangkan Geopark, Pemkab Sukabumi MoU dengan JepangSukabumi, Jaya Pos Setelah melalui berbagai tahapan dan pembahasan intensif, akhir­nya pengembangan ...


Raih WTP Lima Kali Berturut, Pemkab Tanah Datar Dianugerahi Penghargaan Tingkat NasionalWabup Shodiq Pastikan Warga Terdampak Kabut Asap Terlayani Walikota Kota Depok M Idris: Al Qur'an Merupakan Pedoman HidupPemkab OKU Peringati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2019Roni Mulyadi Dt Bungsu Ketua DPRD Tanah Datar 2019-2024Bupati Hadiri Puncak Hari Santri MTQ Tingkat Kota Depok XX Melombakan 21 Cabang