Kamis, 22 Agustus 2019 - 05:59:31 WIB
Minim Akses dan Buruknya Layanan Birokrasi Sebabkan Investor Enggan InvestasiKategori: Jawa Barat - Dibaca: 32 kali

Baca Juga:Kabid Perizinan Tertentu Sidoarjo Diduga “Peras” Pengusaha Rp 100 JutaPembangunan Lanjutan RSU Daya Makassar Menuai Sorotan, Aparat Hukum Diminta Segera BertindakPSB Marak Jual-Beli Bangku ?Semua Anggota DPR Ikut Main Proyek

Ciamis, Jaya Pos

Nilai investasi di Kabupaten Ciamis dipandang masih rendah. Pertumbuhan sektor industri yang minim membuat peluang kerja pun sangat sempit. Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya menyebut hanya 1,1 persen investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Ciamis. Kurangnnya akses dan buruknya layanan birokrasi di wilayah ini membuat investor enggan menanamkan modal.

Bupati mengatakan, idealnya proses perizinan cepat, tepat dan murah. Namun kenyataannya di lapangan, tak sedikit ada oknum yang memanfaatkan hal tersebut untuk kepentingan pribadi. Sehingga investor malah mundur sebelum mengurus perizinan.
Untuk itu, H Herdiat berjanji dalam 5 tahun ke depan akan memperbaiki layanan birokrasi dan menarik investor sebanyak-banyaknya ke Kabupaten Ciamis.

Pemkab saat ini harus mampu memanfaatkan peluang. Akses masuk Kabupaten Ciamis sudah mulai dibuka, seperti bandara yang telah beroperasi di Tasikmalaya dan Kertajati. Pemerintah Pusat juga sebentar lagi akan membangun tol dari Cileunyi sampai Kota Banjar.

Tapi dengan catatan Ciamis harus memiliki pintu masuk dan keluar tol tersebut. Kalau tak ada pintu maka sebuah kerugian besar bagi Ciamis. “Itu semua peluang, tinggal bagaimana Ciamis bisa menarik para investor. Yang perlu diperjuangkan sekarang adalah Ciamis harus punya pintu tol. Kalau tidak, Ciamis akan mati,” katanya.

Selain berjanji untuk membenahi birokrasi, Bupati Herdiat juga mengingatkan kepada para kepala desa agar memperhatikan laju pertumbuhan ekonomi di desa masing-masing. Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri Bursa Inovasi Desa Zona 3 (Kecamatan Sadananya, Cikoneng, Baregbeg, Sindangkasih) di Gedung Dakwah Cikoneng.

Menurut Herdiat, para kades harus memperhatikan laju pertumbuhan ekonomi, mulai pendidikan dasar sampai ke pembekalan keahlian untuk usia dewasa. Diungkapkannya, laju pertumbuhan ekonomi masyarakat yang harus diperhatikan oleh desa, diantaranya perkembangan BUMDes untuk menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan persamaan gender agar semua lapisan masyarakat bisa berusaha atau meningkatkan ekonominya secara bersama dan tidak mengenal jenis kelamin. Perhatikan juga indek pengolahan lingkungan hidup demi keseimbangan ekosistem alam.

Melalui Bursa Inovasi Desa ini, intinya untuk mensinergikan antara RPJMD dengan semua lapisan masyarakat. RPJMD yang menampung dan menyerap aspirasi dari musrembang, merupakan skala prioritas dan terukur dengan kondisi keuangan tingkat desa dan kabupaten.

Herdiat berharap, program Bursa Inovasi Desa bisa mengembangkan pembangunan desa yang memiliki daya saing guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Bursa Inovasi Desa ini merupakan media pembelajaran untuk masyarakat sehingga dapat mendukung pembangunan desa yang lebih baik,” pungkasnya.(Mamay)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51549)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14131)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II