Senin, 19 Agustus 2019 - 06:27:35 WIB
Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 45 kali

Baca Juga:Semua Anggota DPR Ikut Main ProyekMenanti Lepasnya Topeng Kadiskominfo Anambas, Lagi-lagi, Borok Lama KS TerkuakJamkesda dan Jampersal di Inhu Tak Jelas, Kepala Dinas Kebakaran JenggotPolsek Cengkareng Diduga Paksakan Kasus ke Ranah Hukum

Bangka Belitung, Jaya Pos

Proyek pembangunan talud pengaman Pantai Pering Kelapa Kampit Belitung diduga dikerjakan tidak sesuai spek. Proyek yang menelan uang negara sebesar Rp 1 miliar ini oleh pihak pelaksana dikerjakan menggunakan meterial batu gunung yang tak lazim, yakni menggunakan meterial batu puru (batu tanah).

“Heran, baru kali saya mendapati proyek talud menggunakan material batu puru, lazimnya kan menggunakan material batu gunung. Kuat dugaan proyek yang masih dalam tahap pelaksanaan ini dikerjakan tidak sesuai dengan spek,” ucap Cg, salah satu sumber yang mengaku mendatangi langsung lokasi proyek tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Arief mengatakan jika proyek pembangunan talud pengaman Pantai Pering Kelapa Kampit Belitung dikerjakan sudah sesuai spek, sedangkan meterial batu puru yang digunakan pada kegiatan itu tentunya menyesuaikan harga pasar.

Pemilihan meterial batu puru lanjut Arief, berdasarkan ketersedian meterial di lapangan dan pihaknya tetap menyebut kalau batu puru yang digunakan adalah batu gunung dikarenakan pengertian batu gunung itu utuh.

“Kami tetap menyebutnya batu gunung, karena pengertian kami batu gunung itu utuh sedangkan harga menyesuaikan harga pasar, dan menurut PPK memang sudah sesuai,” kata Arief saat dihubungi Jaya Pos, beberap waktu lalu.

Dikatakan Arief, meterial batu untuk talud tergantung kondisi lapangan, misalnya di Pulau Bangka umumnya batu belah disebabkan sumber daya yang ada berbeda dengan kondisi di Belitung Timur (Beltim).

“Batu untuk talud tergantung kondisi lapangan, misalnya di Bangka yang umum batunya belah, karena sumber daya yang ada itu dan tempat lain juga bisa pakai. Kebetulan di Beltim batu puru lebih mudah didapat,” kata Arief.

Bersamaan dengan itu, Fr yang berprofesi sebagai kontraktor saat dimintai tanggapan terkait proyek talud pengaman Pantai Pering menggunakan material batu puru menyatakan bahwa pekerjaan primer talud mengacu pada analisa seharusnya menggunakan material alam batu gunung.

Dijelaskannya, batuan yang berasal dari pasir puru memang rekat permukaannya dapat akan tetapi untuk batuan tersebut mempunyai tingkat abrasi yang tinggi sehingga mudah rapuh. “Batuan puru untuk rekat permukaan dapat akan tetapi batuan itu mempunyai tingkat abrasi yang tinggi sehingga mudah rapuh,” jelas Fr.

Untuk diketahui, proyek pembangunan talud pengaman Pantai Pering terletak di Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur, dengan nilai kontrak Rp 1.011.905.000 , no kontrak 610/155/SPK/DPUR/APBD/2019, tanggal kontrak 2 Mei 2019, waktu pelaksanaan 180 hari kAlender dan pelaksana CV Bangka Jaya Engineering sedangkan Konsultan Pengawas tidak diketahui lantaran tidak tercantum dalam papan plang Proyek.(Oby)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51550)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14131)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II