Sabtu, 20 Oktober 2012 - 07:29:32 WIB
PSB Marak Jual-Beli Bangku ?Kategori: Pendidikan - Dibaca: 445 kali

Baca Juga:Semua Anggota DPR Ikut Main ProyekMenanti Lepasnya Topeng Kadiskominfo Anambas, Lagi-lagi, Borok Lama KS TerkuakJamkesda dan Jampersal di Inhu Tak Jelas, Kepala Dinas Kebakaran JenggotPolsek Cengkareng Diduga Paksakan Kasus ke Ranah Hukum

Mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak setiap warga Negara Indonesia, dan Negara/pemerintah  wajib untuk  memenuhi seperti tertuang di pembukaan UUD 45 pasal 31ayat 1, yang berbunyi : Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran.

Tulungagung, Jaya Pos

Untuk meningkatkan mutu pendidikan Pemerintah telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan membuat standarisasi pada tiap tingkatan sekolah melalui Sekolah Standar Nasional (SNN) hingga Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Sekolah yang didirikan berdasarkan UU Pasal 50 ayat 3 ini diharapkan meluluskan siswa siswi terbaik bangsa.

Di Tulungagung, dunia pendidikannya diduga belum bisa dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat sesuai konstitusi UUD,  Itu terlihat dari tingginya biaya masuk ke sekolah menengah atas maupun  kejuruan negeri  di Tulungagung,  adanya isu tentang jual beli bangku yang di lakukan oleh oknum penyelenggara  pendidikan di Tulungagung turut andil dalam hal ini.

Diantara sekolah menengah atas yang diduga masih melakukan praktek jual beli bangku ialah SMAN 1 Kauman, informasi yang berhasil dihimpun tim Jaya Pos, dalam berlangsungnya penerimaan siswa baru di SMAN 1 Kauman, tidak sedikit calon siswa mendaftar  melalui jalur belakang, hal ini mereka lakukan karena diduga nilai mereka dibawah stardart, sehingga memilih melalui jalur belakang (mambeli bangku) dengan membayar lebih.

Sangat disayangkan, karena kebijakan  yang demikian ini jelas-jelas merampas hak-hak calon siswa-siswi dari kalangan kurang mampu, yang seharusnya berhak untuk  masuk ke sekolah tersebut. Dari beberapa data yang berhasil terhimpuan diantaranya, WB dari SMP 1 Tulungagung dengan NEM kurang bsa masuk ke SMUN 1 Kauman dengan membayar kurang lebih 12,5juta rupiah, yang diserahkan oleh wali murid kepada pihak sekolah (guru) berinisial S, siswa berinisial P dengan Nem 32koma asal Wates Campurdarat bisa masuk juga dengan membayar 7 juta rupiah yang juga melalui salah satu oknum. An siswa yang berasal dari Patihan Kota Tulungagung bisa masuk kesekolah tersebut dengan membayar Rp 8,5 juta, selain beberapa contoh tersebut diduga masih banyak lagi yang lainnya. Informasi dari sumber Jaya Pos diduga mencapai jumlah hamper seratusan siswa-siswi yang masuk dengan cara seperti itu.

Padahal banyak yang mengetahui SMAN 1 Kauman merupakan salah satu sekolah favorit di Tulungagung yang telah banyak menorehkan prestasi baik akademik maupun non akademik. Jika saja oknum-oknum internal disekolah ini bisa menahan diri dan menghindari praktek penerimaan siswa baru dengan cara kurang terpuji, dan lebih banyak menerima siswa-siswi dengan nilai di atas standar yang artinya lebih banyak menerima  siswa-siswi berprestasi sudah barang tentu sekolah ini akan lebih banyak lagi meraih prestasi tahun demi tahunnya.

Sementara itu Suyatno selaku Kepala SMAN 1 Kauman, ketika dikonfirmasi via telp,  (11/10). “Mohon ke sekolah saja infonya bisa kami sampaikan terimkash, besok saja ke sekolah,” tanggapan Suyatno melalui SMS nya.
 

Terkait isu jual beli bangku di Tulungagung, dari hasil penelusuran Team jaya pos (agustus-oktober 2012)  untuk masuk ke sekolah favorit yang di inginkan,  beberapa wali murid yang anaknya mempunyai nilai kurang  dari standart nilai yang ditetapkan pihak sekolah,  mengaku untuk mengupayakan agar anaknya bisa diterima ,para wali murid ini perlu menemui ketua panitia pendaftaran maupun kepala sekolah untuk melakukan lobi maupun negosiasi,  dan semua  berujung  membayar  antara 5-20juta rupiah, bukan hanya itu saja persyaratan yang di minta, melainkan mereka (wali murid) mengaku perlu mendapatkan rekomendasi dari anggota dewan (DPR).

“Sudah hal wajar setiap datang waktu pendaftaran siswa baru (PSB) praktek bisnis jual beli bangku terjadi didunia pendidikan Tulungagung, amati saja habis ini para kelapa sekolah rata-rata beli mobil baru, bangun rumah baru atapun beli tanah, atau jika boleh dilihat pundi-pundi rekening mereka pastilah tambah gendut”, ungkap Sudarmanto (7/10), warga Tulungagung. rif/dy n tem


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60015)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54855)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51857)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15359)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14624)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14439)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14132)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13696)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13692)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9644)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik