Sabtu, 20 Oktober 2012 - 07:17:14 WIB
Menanti Lepasnya Topeng Kadiskominfo Anambas, Lagi-lagi, Borok Lama KS TerkuakKategori: Kepri - Dibaca: 367 kali

Baca Juga:Jamkesda dan Jampersal di Inhu Tak Jelas, Kepala Dinas Kebakaran JenggotPolsek Cengkareng Diduga Paksakan Kasus ke Ranah HukumEskavator Senilai Rp 1,3 Miliar Milik Dinas PU Ketapang TerkuburPuluhan Miliar Dana Tunjanan Sertifikasi Ratusan Guru Diduga Diselewengkan

Anambas, Jaya Pos

Sudah dua edisi Jaya Pos mengupas kinerja Kadiskominfo KKA, KS. Tidak disangka, satu persatu pembaca merespon pemberitaan yang kami turunkan dalam dua minggu terakhir ini. Informasi baru pun kembali kami terima.

Kabarnya, KS yang kini duduk sebagai orang nomor satu di Diskominfo KKA ini, sebelumnya pernah bertugas di Tanjung Pinang dan meninggalkan permasalahan kasus tanah kapling yang dijual secara kredit (menyicil-Red) kepada beberapa orang yang bernaung di daerah Bintan, Tanjung Pinang. Bahkan sampai saat ini, masih ada pembeli yang mengaku sudah melunasi pembayaran namun belum menerima lahan kapling yang dijanjikan oleh KS.

Bukan hanya itu, salah satu organisasi bergerak dibidang sosial keagamaan yang dipimpinnya itu pun saat ini sedang dipergunjingkan sebagian masyarakat Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sosok KS-pun semakin naik daun dengan kredibilitasnya yang “bobrok”.

Awalnya kabar “praktek” penjualan tanah kapling system kredit berlokasi di Desa Tembeling Bintan, Tanjung Pinang yang melibatkan KS, orang nomor satu di Kominfo KKA ini diterima Jaya Pos dari salah seorang sumber berinisial T,  melalui ponsel yang dihubungi langsung oleh kerabat kerja Jaya Pos dari Tarempa, KKA. Di percakapan lewat telepon udara itu, T bercerita banyak tentang awal mulanya dia terpikat membeli tanah kapling berlokasi di Desa Tembeling, Bintan - Tanjung Pinang yang ditawarkan oleh KS.

Menurut T saat dihubungi kerabat kerja Jaya Pos beberapa hari lalu, pembelian tanah kapling itu terjadi sekitar tahun 2000-an. “Saking lamanya saya sudah mulai lupa mengingatnya, dan saya sudah melunasi cicilan pembelian tanah tersebut, tapi sampai saat ini saya belum menerima hak saya.  Bahkan tanah itu sendiripun saya tidak tahu lagi bagaimana cerita selanjutnya. Masalahnya, dia (KS-Red) sudah dipindah tugaskan,” suara T terdengar agak meninggi melalui telepon genggam kerabat Jaya Pos.

Menurut pengakuan T, dia tidak sendiri mengalami nasib yang sama. “Saya tidak sendiri. Ada banyak orang yang menyicil pembelian tanah kapling tersebut. Dan paling banyak, pegawai di Bappeda Tanjung Pinang. Coba di cross check kesana”.

Meski merasa “ditipu”, T di akhir teleponnya sempat mengaku berharap agar KS bertanggung jawab dengan janji-janjinya untuk memberikan tanah kapling yang sudah dibeli oleh sebagian orang. “Kami sampai saat ini tidak ingin mempermasalahkan prihal ini ke ranah hukum.Meski begitu,saya berharap agar dia bisa memberikan tanah tersebut sesuai dengan pembayaran kami,” ujar T sembari mengaku masih menyimpan bukti-bukti kwitansi cicilan pembelian tanah kapling tersebut.

Sementara, KS saat dikonfirmasi Jaya Pos di ruang kerjanya beberapa hari lalu, membenarkan adanya praktek penjualan tanah kapling system cicilan (kredit-Red) yang melibatkan dirinya. “Ya memang itu sudah lama sekali. Tapi sejak saya pindah ke sini, itu ada yang ngurus. Dan kalau masalah penyerahan tanah kapling tersebut, itu sudah ada yang menerima dengan catatan dia telah melunasi pembayaran sesuai dengan harga kesepakatan atas tanah kapling tersebut,” uajrnya dengan wajah sedikit kaget karena tak menduga permasalahan ini sampai ke redaksi Jaya Pos.

KS yang terlihat terpojok dengan permasalahan ini berusaha mengisahkan dirinya. “Dulu saya dagang sapi,kambing untuk kurban. Jadi kalau untuk yang menjalankan tanah tersebut ada juga orangnya yang saya perintahkan. Dan systemnya di cicil, ada yang seratus dan juga dua ratus ribu setiap bulannya. Bahkan sampai saat ini masih ada yang belum melunasi cicilan tanah tersebut. Nah sekarang kalau sudah ramai, barulah sibuk,” papar KS sembari mengaku memiliki tanah berhektar-hektar kepada Jaya Pos dan dua rekan wartawan lainnya.

Pada kesempatan itu, KS mengaku siap di tuntut oleh pembeli tanah kapling tersebut. “Kalau memang ada yang merasa sudah melunasi tanah tersebut namun belum menerima tanah tersebut maka dia bisa tuntut saya. Intinya, tanah itu tidak akan hilang, tanah itu sampai saat ini masih ada, suratnya juga ada. Kalaupun ada kendala, mungkin patok-patoknya sudah ada yang hilang. Dan kalau memang begitu, mari kita sama-sama meninjau kembali,” ujar KS.

Menurut KS, tanah tersebut awalnya memang direncanakan untuk pegawai. “Posisi saya waktu itu sabagai pegawai di Bappeda di Tanjung Pinang. Dan tanah saya banyak, dulu saya beli hanya seribu per meter di tahun 90-an dari orang Cina yang  mengalami kebangkrutan. Nah saya mulai usaha jual tanah, sapi, kambing untuk kurban. Tapi saya tidak menyangka akan begini,” sesal KS.

Memang raut wajah KS yang penuh penyesalan dengan permasalahan ini tampak terlihat. Namun ibarat kata pepatah,  sepintar-pintar kita menyimpan bangkai, pasti suatu saat akan tercium juga. Nah contohnya dengan  masalah yang satu ini. Tanpa diduga, permasalahan ini mencuat ke redaksi Jaya Pos. “Borok” KS pun bertambah.

Kadiskominfo-pun Menjawab

Di kesempatan yang sama, Kadiskominfo KKA, Khairul Syahadat, kepada Jaya Pos, mengklarifikasi pemberitaan yang pernah diturunkan Jaya Pos beberapa minggu lalu. Dalam pemberitaan Jaya Pos, disitu menyebutkan bahwa lima belas orang pegawai Diskominfo KKA terkena razia satpol PP KKA.

“Ini saya klarifikasi. Memang benar, staff saya ada yang terkena razia kepatuhan pegawai dinas oleh Satpol PP. Tapi yang jelas bukan lima belas orang, melainkan empat orang. Dan tidak bisa dipungkiri, mungkin mereka juga merasa jenuh dengan kondisi ruangan kerja yang sangat sumpek dan sempit. Tidak terlepas dari kelalaian saya sebagai kepala dinas, saya juga akan berusaha memperbaiki kinerja staff kantor saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khairul Syahadat juga menjelaskan pemberitaan kedua yang diturunkan Jaya Pos mengenai tiang penyanggah bangunan (pacak-Red) yang berdiri di lahan tanah laut miliknya, beliau mengaku memang sengaja membelinya bersamaan dengan pembelian pacak pada saat membangun pasar baru Siantan, Tarempa KKA. “Itu memang sengaja saya beli dari Batam. Jadi tidak benar kalau saya menggunakan pacak sisa membangun pasar. Itu juga tolong di klarifikasi ya,” ujarnya.

Meski mengklarifikasi kepemilikan pacak, namun Kahirul Syahadat tidak bisa memperlihatkan bukti pembelian pacak tersebut.@devi-leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60014)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54853)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51857)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15358)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14624)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14439)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14131)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13696)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13692)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9644)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik