Kamis, 27 Juni 2019 - 07:01:45 WIB
Dana Pokir Desa Bojonegara Diduga Dijadikan Ajang BancakanKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 99 kali

Baca Juga:Bantuan Kemenpora 1,5 M Diduga Korupsi VolumeRehab Ruang Kelas SDN Gadingan 1 Secara SwakelolaDua Pasien Hidrosepalus Dirujuk ke RSCMAnggaran Situ Kelapa Dua Tidak Jelas

Subang, Jaya Pos

Para pelaku tindak pidana korupsi bukan orang-orang susah yang butuh uang buat bayar sewa rumah atau orang kelaparan yang tak pernah punya uang untuk makan. Mereka adalah orang-orang kaya yang memiliki harta berlimpah dan memiliki jabatan di posisinya, mereka memang cinta uang yang tak pernah merasa cukup dan puas dengan harta yang dimilikinya.

Seperti pengelolaan Keuangan Desa TA 2018 di Desa Bojonegara, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, bersumber dari APBD Kab.Subang TA 2018, yang lazim disebut Bantuan Desa (Bandes) yang diusung melalui pokok pikiran (Pokir) anggota Dewan, dulu populer disebut dana aspirasi dewan diduga jadi ajang bancakan.

Prakteknya dengan menyunat dana program dan mengurangi volume dan kualitas matrial proyek/kegiatan, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara/desa.

Hasil investigasi dan keterangan berbagai sumber dihimpun awak media menyebut, penyelewengan dana itu terjadi mulai dari klaim sepihak, pungutan liar (pungli) dengan prosentase tertentu, praktek nepotisme, hingga yang paling parah dugaan adanya proyek fiktif.

Disebut fiktip lantaran wujudnya tidak ada (tidak dikerjakan-Red) sementara Surat Pertanggung Jawaban dibuatkan seolah-olah kegiatannya telah dilaksanakan sesuai proposal, seperti tidak direalisasikannya Rabat beton Jalan Gambar- Panyurungan (Lanjutan) sebesar Rp. 30 juta. Selain itu bantuan kelompok Domba dan ayam bangkok KSM “Idaman” sebesar Rp. 30 juta dan kelompok ternak Domba “Hanjuang” sebesar Rp. 25 juta yang tidak jelas juntrungannya.

Sementara penyelewengan dana bermodus pengurangan volume dan kualitas seperti pemagaran Makam Bojong Asem, berbiaya Rp.150 juta yang mangkrak, fisiknya hanya direalisasi 40 % bahkan 30 % saja.

Masih menurut sumber, praktek nepotisme dan pungli juga mewarnai penyelewengan dana pokir itu, seperti memenuhi permintaan fee. Besaran fee yang telah disetor kepada oknum anggota Dewan yang terhormat (Aspirator) berkisar antara 10%-30% dari total dana yang dikucurkan.

“Sebelum dana dikucurkan calon penerima dana telah bersepakat dahulu dengan oknum petinggi partai, anggota dewan yang terhormat dan pejabat tertentu mengenai besaran fee,” ucap sumber.

Kades Bojonegara M. Rosyidi ketika dikonfirmasi melalui surat Nomor : 66/JP/Biro-Sbg/Konf/V/2019, tanggal 8 Mei 2019 tidak memberi jawaban.
Dikesempatan terpisah, aktivis Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi Aparatur Negara RI (LI-TPK AN RI) Kab.Subang Syamsudin Rosid, SH saat dimintai tanggapan dikantornya belum lama ini sangat apresiatif. Pihaknya berjanji akan segera menelusuri kasus itu, setelah diperoleh data dan fakta hukum akan segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

Syamsudin menilai bahwa oknum-oknum yang terlibat bancakan dana Pokir itu dikatagorikan perbuatan korupsi. Melihat kondisi seperti ini, pihaknya mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dan menyeret oknum yang terlibat hingga ke meja hijau.

Upaya tersebut, kata Syamsudin, merupakan hal yang urgen sebagai upaya menegakan supremasi hukum sebelum permasalahannya semakin meluas.(@bh )


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60473)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (57594)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52264)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15780)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15065)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14861)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (14732)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14544)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14155)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (10076)
Bedah JayaposTernyata Pembangunan RPS SMKN 3 Kuala Kapuas Sudah Molor 1 Bulan lebihKuala Kapuas, Jaya Pos Jangka waktu 5 (lima) bulan 150 hari kerja, yang direncanakan untuk membangun ruang ...


Galian C Tidak Miliki Izin Marak di PasbarOknum PT Adira Pasaman Barat Tipu KonsumenDiduga Tidak Sesuai Spek dan RAB Pekerjaan TPT AmbrolPembangunan Pamsimas Di Desa Putat Diduga Mark UpDua Periode Jabatan Bupati Agam, Jalan dan Jembatan di Kecamatan Ampek Nagari Masih Ditemukan Rusak Goliong, Kontraktor Asal Sungailiat Bangka MeradangLSM Gasak Desak Kejagung Awasi Kejari Ketapang Tangani Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa
Laporan KhususDisbun Jatim Genjot Produktifitas Kakao JatimSurabaya, Jaya Pos Dinas Perkebunan Jawa Timur (Jatim) konsisten secara terus-menerus menggenjot ...


FESTIVAL SITU FRONT CITY (SFC) TAHUN 2019Kembangkan Geopark, Pemkab Sukabumi MoU dengan JepangRaih WTP Lima Kali Berturut, Pemkab Tanah Datar Dianugerahi Penghargaan Tingkat NasionalWabup Shodiq Pastikan Warga Terdampak Kabut Asap Terlayani Walikota Kota Depok M Idris: Al Qur'an Merupakan Pedoman HidupPemkab OKU Peringati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2019Roni Mulyadi Dt Bungsu Ketua DPRD Tanah Datar 2019-2024