Selasa, 25 Juni 2019 - 07:25:01 WIB
Minimalkan Kekeliruan Panlih Wabup Trenggalek Konsultasi Ke JakartaKategori: Jawa Timur - Dibaca: 97 kali

Baca Juga:Dua Pasien Hidrosepalus Dirujuk ke RSCMAnggaran Situ Kelapa Dua Tidak JelasKepala Puskesmas Tulangan Halangi Wartawan Ambil Gambar ProyekJajang Rahmat Anak yang Malang

Trenggalek, Jaya Pos

Proses tahapan pengisian kekosongan jabatan Wakil Bupati (Wabup) Trengga­lek, terus berjalan. Setelah panitia pemilihan (Panlih) terbentuk dan ditetapkan dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek beberapa waktu lalu kini saatnya tim bekerja.

Tim panlih yang terdiri dari sembilan orang tersebut segera melakukan berbagai langkah, diantaranya konsultasi dengan DPRD lain yang mempunyai masalah sama yaitu kekosongan jabatan dikursi wakil pemerintahan.

Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan dipilihlah DPRD Provinsi DKI Jakarta sebagai narasumber diskusi dan konsultasi. Pada Senin, (17/6) seluruh anggota Panlih Wabup Trenggalek sisa masa jabatan 2019-2021 berangkat ke Jakarta untuk melakukan konsultasi.

Dikawal langsung oleh Ketua Panlih yang juga Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, tim ini berangkat dari Trenggalek bersama anggota lainnya yaitu Guswanto, Lamuji, Agus Cahyono, M Hadi, Pranoto, Mugiyanto, Subadianto dan Arik Sri Wahyuni.

Salah satu anggota Panlih yang juga Wakil Ketua Dewan Trenggalek, Guswanto me­ngatakan, jika pilihan kepada DPRD Provinsi DKI Jakarta tersebut bukan tanpa alasan. DKI yang menjadi Wakil Gubernur-nya, Sandiaga Salahudin Uno telah mengundurkan diri saat ikut kontestasi Pilpres 2019 lalu sehingga posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini pun kosong.

“Posisi Wagub DKI Jakarta kan juga kosong, karena memilih mundur untuk mengikuti proses Pilpres,” ungkapnya pada Jaya Pos, Selasa (18/6).

Kekosongan jabatan wagub pada sisa masa jabatan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sampai saat ini pun juga belum terisi. Dari situlah, akhirnya DPRD Kabupaten Trenggalek ingin melakukan konsultasi dan diskusi terkait berbagai hal mengenai persyaratan maupun tata laksana pengisian posisi wagub yang akan mendampingi Gubernur Anis Baswedan. “Kondisinya sama, pengisian jabatan untuk menyelesaikan sisa masa jabatan,” imbuhnya.

Namun begitu, menurut Guswanto, hingga kini proses yang dilakukan oleh DPRD Provinsi DKI belum banyak berjalan. Padahal disana hanya diusung oleh dua partai saja. Apalagi disini yang dengan banyak partai pengusung. “DKI Jakarta yang hanya diusung dua partai saja yaitu Gerindra dan PKS susah sekali kok, apalagi disini yang banyak pengusung,” lanjutnya.

Sudah selayaknya lah, tambah politisi PDIP ini, kita berkonsultasi dengan mereka. Karena diakui ataupun tidak, kesulitan di Trenggalek lebih besar pasalnya pasangan Emil-Ipin dulunya diusung oleh lima partai terkait, diantaranya PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra, Golkar, Demokrat dan PAN.
“Selain itu pun, ada dua partai pendukung tambahan yaitu PPP dan Partai Hanura,” kata Guswanto.

Lanjutnya, jadwal kerja Panlih yang telah ditentukan akan menunggu hingga 45 hari setelah ditetapkan. Mungkin pada 13 Agustus 2019 harus sudah final. “Sekarang masih tahap sosialisasi tentang tokoh masyarakat, agama dan partai pengusung merupakan pemilihan kekosongan wabup Trenggalek,” lanjutnya.

Sementara, pendaftaran calon dari partai pengusung akan dijadwalkan pada tanggal 21-25 Juni 2019 berikut kelengakapan administrasinya. “Apapun itu, untuk memperlancar proses pemilihan ini, kuncinya hanya pada partai pengusung,” tegasnya.

Guswanto berharap kekosongan Wabup Trenggalek tidak menghambat proses pembangunan. Untuk semua pihak terkait, terutama partai pengusung bisa lebih arif dan bijak dalam proses pemilihan dimaksud. “Jika hanya partai pengusung yang sependapat dan saling setuju, mungkin proses ini bisa diselesaikan,” pungkasnya. (HWi)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60015)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54855)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51857)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15359)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14624)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14439)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14131)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13696)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13692)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9644)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik