Minggu, 07 Oktober 2012 - 10:01:42 WIB
Anggaran Situ Kelapa Dua Tidak JelasKategori: Tangerang - Dibaca: 455 kali

Baca Juga:Kepala Puskesmas Tulangan Halangi Wartawan Ambil Gambar ProyekJajang Rahmat Anak yang MalangHUT HARIAN JAYA POS KE- VSMPN 42 Surabaya Alergi Wartawan , Diduga Selewengkan Dana BOS dan Jual Buku BSE

Tangerang, Jaya Pos

Kondisi Situ Kelapa Dua Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang saat ini sangat memprihatinkan dan tidak terawat alias tak bertuan. Padahal, pemerintah melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Banten setiap tahun mengeluarkan anggaran pemiliharaan rutin, tapi tidak jelas kemana larinya.  

Situ Kelapa Dua memiliki berbagai fungsi penting, antara lain sebagai tempat parkir air dan kawasan resapan air, sehingga dapat mengurangi volume air permukaan yang tidak tertampung.  Disamping itu, situ dapat dimanfaatkan sebagai irigasi, cadangan air bersih, perikanan darat, sarana rekreasi maupun wisata alam.

Kendati fungsinya sangat penting, namun sejak beberapa tahun terakhir sejumlah situ di Tangerang selain tidak terawat juga mengalami penyusutan, bahkan sebagian “disulap” jadi perumahan. Salah satu situ yang sebagian di antaranya diurug dan dijadikan perumahan adalah Situ Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan informasi, Situ Kelapa Dua yang semula memiliki luas 43 hektar itu, kini tinggal 23 hektar. Bahkan, jika keberadaan situ yang tersisa itu tidak mendapat perhatian dan pengawasan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, dikhawatirkan Situ Kelapa Dua hanya akan tinggal nama, karena sampai saat ini aktifitas pengurugan masih berlangsung.

“Dulunya, luas Situ Kelapa Dua 43 hektar, tapi saat dilakukan pengukuran beberapa waktu lalu yang tersisa hanya 23 hektar, atau sudah lebih dari separuh luas situ yang diurug dan dijadikan perumahan oleh salah satu pengembang, Bahkan sampai saat ini aktifitas pengurugan masih berlangsung,” ujar salah seorang warga Kelapa Dua kepada wartawan, belum lama ini.

Dikatakan, lantaran sekitar bantarannya tidak diamankan secara fisik dengan pagar, sejumlah warga menggarap Situ Kelapa Dua, dan sebagian malah memiliki SPPT. “Kita juga belum tahu apa dasar pihak pengembang menjadikan sebagian dari Situ Kelapa Dua menjadi perumahan, dan siapa saja yang terlibat dalam jual-beli tanah Negara itu,”ujarnya.   

Sementara itu, Kepala Tata Usaha Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Banten, Saidi membenarkan terjadinya penyusutan Situ Kelapa Dua yang “disulap” jadi perumahan mewah itu. “Beberapa waktu lalu, anggota DPRD Provinsi Banten telah meninjau Situ Kelapa Dua. Sejauhmana hasilnya saya tidak tahu, karena waktu itu saya hanya menunjukkan lokasi situ,” kata Saidi.  

Terkait masalah ini, berbagai pihak berharap agar Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten secepatnya menyelamatkan Situ Kelapa Dua, dan menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam “jual-beli” situ  sehingga sebagian sudah diurug dan dijadikan perumahan.Bung


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59647)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51496)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49447)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14979)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14076)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13806)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11866)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9275)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres