Kamis, 23 Mei 2019 - 07:16:01 WIB
Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 108 kali

Baca Juga:7 Jenderal di Balik Simulator Abal-abalIzin Gangguan Diragukan, Pengoperasian SPBE Milik PT PMA Resahkan WargaPekerjaan Drainase Km 177 Tambarana Poso Roboh, Kontraktor Harus BertanggungjawabWawan Ridwan, Sekdes Gandawesi Dituding Dalangi Pemberitaan Sepihak

Tidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara, lampu penerangpun bagian dari permasalahan yang sangat membutuhkan solusi.

Pandeglang, Jaya Pos

130 Kepala Keluarga korban bencana tsunami yang menghuni di rumah sementara (Huntara), mengeluh soal langkanya air bersih. Hal tersebut diakibatkan mengeringnya beberapa sumber mata air di area tersebut, sementara sejumlah jert pump yang disediakan oleh Pemerintah belakangan ini hanya menghasilkan air dengan warna kecoklatan.

“Keringnya sumber mata air di Huntara ini bukan berarti tidak adanya sumber mata air, melainkan pada saat penggalian dulu hanya memiliki kedalaman beberapa meter saja, akibatnya sekarang ini sumber itu mudah mengering padahal sekarang bukan musim kemarau, apalagi sudah mengalami musim kemarau,” keluh Mulyani salah satu warga.

Mulyani bersama ratusan kepala keluarga yang awalnya tinggal selama 4 bulan di pengungsian saat bencana tsunami terjadi, lalu dialihkan ke lokasi Huntara oleh pemerintah, tepatnya di Bumi Perkemahan Desa Teluk milik Kwaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang.

Lebih jauh Mulyani me­ngatakan bahwa tidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara itu, akan tetapi lampu penerangpun bagian dari permasalahan yang sangat membutuhkan solusi.

Menurut Mulyani, dari 3 pintu Huntara, hanya disedia­kan satu KWh 2 paket atau 900 Watt sistim pulsa. “Bisa dibayangkan kekuatan 900 Watt yang digunakan oleh 3 Kepala Keluarga paling normal 2 atau 3 hari. Jadi hampir dalam satu minggu kami harus iuran membeli pulsa lebih dari satu kali,” ungkapnya.

“Yang jadi persoalan lagi, ketika salah satu dari pengguna listrik kerap protes ketika dipinta iuran lantaran di rumahnya tidak merasa menggunakan peralatan yang membutuhkan arus listrik cukup banyak. Termasuk yang menjadikan kendala disini, adanya bangunan MCK yang memiliki beberapa pintu posisinya sekarang sudah miring dan nyaris ambruk akibat tidak kuatnya pondasi awal, ditambah putusnya pipa penyambung kotoran. Selain dari itu, di tiap-tiap dapur Huntara tidak disediakannya saluran comberan, maka sudah bisa dipastikan air limbah tiap hari merebak kemana-mana,” timpal warga lain didampingi Tahir salah satu Babinsa Koramil 0110 Labuan di lokasi Huntara (16/5).

Terpisah, Camat Kecamatan Labuan, Atep Purnama mengatakan, “Apa yang dikeluhkan warga kami merupakan bagian dari keprihatinan kita juga. Sejauh ini kami pun sebenarnya tidak tinggal diam memperhatikan dan melayani apa yang dibutuhkan mereka, hanya saja secara logika kita terkendala oleh keterbatasan, baik waktu, pikiran, tenaga maupun dari segi finansial,” terang Atep.

Kendati demikian, menurut Atep, pihaknya tidak merasa sendirian sekaligus tidak tinggal diam, beberapa instansi yang erat kaitannya dengan musibah pasca tsunami selalu dilakukan koordinasi.

‘Selama ini kami terus membangun jalinan komunikasi dengan pihak-pihak terkait sehingga apa yang dikeluhkan oleh mereka yang terkena musibah minimal kami mampu memberikan harapan sebelum adanya upaya penyempurnaan. Selain itu, atas nama Muspika juga Pemerintah, kami mohon doanya semoga hunian tetap yang kelak diperuntukkan oleh warga korban tsunami dalam waktu dekat ini dapat terealisasi tanpa hambatan dari segi apapun,” pungkas Atep. (RUS)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59474)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51340)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (38603)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14818)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14119)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13931)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13683)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13117)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10471)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9111)
Bedah JayaposDana Pokir Desa Bojonegara Diduga Dijadikan Ajang BancakanSubang, Jaya Pos Para pelaku tindak pidana korupsi bukan orang-orang susah yang butuh uang buat bayar sewa ...


Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades Asal Sukabumi DihukumMasyarakat Minta Bupati Turun Tangan Selesaikan Kasus Penutupan Jalan Pengadaan Alat Timbang DAK Ketapang, Kadisperindag Diduga Lakukan Pembohongan PublikProyek Siluman: Galian C dan Klaser di Desa Treman Diduga Tidak Memiliki Izin Proyek Lapangan Sepak Bola Konvensional Pagesangan Diduga Menyimpang, Dispora Surabaya Lakukan PembMantan Plt Camat Kapuas Murung Divonis 4 Tahun Penjara, Denda 200 JutaPelebaran Jalan Lingkar Samosir Kurang Profesional
Laporan KhususBupati Sergai Gelar Halal Bihalal Bersama Ratusan Masyarakat Perbaungan dan Pantai CerminSergei, Jaya Pos Bupati Sergai, H Soekirman gelar halal bihalal bersama Camat Perbaungan dan Camat Pantai ...


Meriahkan HUT Ke-235 Kota Pekanbaru, SMPN 35 Pekanbaru Gelar Lomba Permainan TradisionalSilaturahmi Masyarakat di Hamparan Perak Berjalan BaikWaasops Panglima TNI Cek Kesiapan Akhir Satgas Yonif 406/Ck Pamtas RI-PNGBupati Banyumas Nominator Penerima Satyalencana PembangunanUhum Dalam Kehidupan Masyarakat BatakFachrori Umar Sebut Danau Sipin Siap Untuk Gelaran Kejurnas DayungKorem 071/Wk Halal Bihalal Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan