Kamis, 23 Mei 2019 - 07:16:01 WIB
Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 147 kali

Baca Juga:7 Jenderal di Balik Simulator Abal-abalIzin Gangguan Diragukan, Pengoperasian SPBE Milik PT PMA Resahkan WargaPekerjaan Drainase Km 177 Tambarana Poso Roboh, Kontraktor Harus BertanggungjawabWawan Ridwan, Sekdes Gandawesi Dituding Dalangi Pemberitaan Sepihak

Tidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara, lampu penerangpun bagian dari permasalahan yang sangat membutuhkan solusi.

Pandeglang, Jaya Pos

130 Kepala Keluarga korban bencana tsunami yang menghuni di rumah sementara (Huntara), mengeluh soal langkanya air bersih. Hal tersebut diakibatkan mengeringnya beberapa sumber mata air di area tersebut, sementara sejumlah jert pump yang disediakan oleh Pemerintah belakangan ini hanya menghasilkan air dengan warna kecoklatan.

“Keringnya sumber mata air di Huntara ini bukan berarti tidak adanya sumber mata air, melainkan pada saat penggalian dulu hanya memiliki kedalaman beberapa meter saja, akibatnya sekarang ini sumber itu mudah mengering padahal sekarang bukan musim kemarau, apalagi sudah mengalami musim kemarau,” keluh Mulyani salah satu warga.

Mulyani bersama ratusan kepala keluarga yang awalnya tinggal selama 4 bulan di pengungsian saat bencana tsunami terjadi, lalu dialihkan ke lokasi Huntara oleh pemerintah, tepatnya di Bumi Perkemahan Desa Teluk milik Kwaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang.

Lebih jauh Mulyani me­ngatakan bahwa tidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara itu, akan tetapi lampu penerangpun bagian dari permasalahan yang sangat membutuhkan solusi.

Menurut Mulyani, dari 3 pintu Huntara, hanya disedia­kan satu KWh 2 paket atau 900 Watt sistim pulsa. “Bisa dibayangkan kekuatan 900 Watt yang digunakan oleh 3 Kepala Keluarga paling normal 2 atau 3 hari. Jadi hampir dalam satu minggu kami harus iuran membeli pulsa lebih dari satu kali,” ungkapnya.

“Yang jadi persoalan lagi, ketika salah satu dari pengguna listrik kerap protes ketika dipinta iuran lantaran di rumahnya tidak merasa menggunakan peralatan yang membutuhkan arus listrik cukup banyak. Termasuk yang menjadikan kendala disini, adanya bangunan MCK yang memiliki beberapa pintu posisinya sekarang sudah miring dan nyaris ambruk akibat tidak kuatnya pondasi awal, ditambah putusnya pipa penyambung kotoran. Selain dari itu, di tiap-tiap dapur Huntara tidak disediakannya saluran comberan, maka sudah bisa dipastikan air limbah tiap hari merebak kemana-mana,” timpal warga lain didampingi Tahir salah satu Babinsa Koramil 0110 Labuan di lokasi Huntara (16/5).

Terpisah, Camat Kecamatan Labuan, Atep Purnama mengatakan, “Apa yang dikeluhkan warga kami merupakan bagian dari keprihatinan kita juga. Sejauh ini kami pun sebenarnya tidak tinggal diam memperhatikan dan melayani apa yang dibutuhkan mereka, hanya saja secara logika kita terkendala oleh keterbatasan, baik waktu, pikiran, tenaga maupun dari segi finansial,” terang Atep.

Kendati demikian, menurut Atep, pihaknya tidak merasa sendirian sekaligus tidak tinggal diam, beberapa instansi yang erat kaitannya dengan musibah pasca tsunami selalu dilakukan koordinasi.

‘Selama ini kami terus membangun jalinan komunikasi dengan pihak-pihak terkait sehingga apa yang dikeluhkan oleh mereka yang terkena musibah minimal kami mampu memberikan harapan sebelum adanya upaya penyempurnaan. Selain itu, atas nama Muspika juga Pemerintah, kami mohon doanya semoga hunian tetap yang kelak diperuntukkan oleh warga korban tsunami dalam waktu dekat ini dapat terealisasi tanpa hambatan dari segi apapun,” pungkas Atep. (RUS)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52393)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51551)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14306)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14132)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12386)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II