Sabtu, 06 Oktober 2012 - 06:42:38 WIB
7 Jenderal di Balik Simulator Abal-abalKategori: Jakarta - Dibaca: 351 kali

Baca Juga:Izin Gangguan Diragukan, Pengoperasian SPBE Milik PT PMA Resahkan WargaPekerjaan Drainase Km 177 Tambarana Poso Roboh, Kontraktor Harus BertanggungjawabWawan Ridwan, Sekdes Gandawesi Dituding Dalangi Pemberitaan SepihakBorok Kinerja Kadiskominfo Anambas Mulai Terkuak

-Terjadi Mark Up Rp 122 M

-Kelompok Nazaruddin Ikut Main

Banyaknya petinggi Polri yang terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan simulator SIM menjadi alasan keangganan Mabes Polri menyerahkan penyidikan kasus tersebut ke KPK.

Jakarta, Jaya Pos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini baru menetapkan dua petinggi markas besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dalam kasus korupsi proyek pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tahun 2011 senilai Rp 198,7 miliar yang ditaksir merugikan negara di atas Rp 100 miliar. Keduanya adalah mantan Korlantas,  Inspektur Jenderal (Irjen) Djoko Susilo dan Wakil Kepala Korlantas Brigadir Jenderal (Brigjen) Didik Purnomo. Namun apabila KPK berani didukung keterangan para tersangka, bukan tidak mungkin sejumlah jenderal berbintang di Mabes Polri akan terseret.

Selain Djoko Susilo dan Didik Purnomo, lima jenderal aktif yang juga terkait langsung dalam proyek pengadaan simulator SIM tersebut. Dari penelusuran Jaya Pos, petinggi Polri yang turut merestui proyek tersebut diantaranya Asisten Bidang Sarana dan Prasarana (Assarpras), Irjen Pol Anton Bachrul Alam,  Asisten Bidang Perencanaan Umum dan Pengembangan (Asrena), Irjen Pol Pudjianto, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Fajar Prihantoro dan Wakil Kepala Polri, Komjen Nanan Sukarna. Dan yang paling bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran proyek tersebut adalah Kapolri, Jenderal Timur Pradopo sebagai pengguna anggaran.

Keterkaitan tujuh jenderal ditambah sejumlah perwira menengah Polri dalam pengelolaan pengadaan proyek itu ditandaskan dalam surat keputusan Kapolri Kep/193/IV/2011 bertanggal 8 April 2011 tentang penetapan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi  sebagai pemenang lelang pengadaan driving simulatorpengemudi R4 (roda empat) tahun anggaran 2011 Rp 142 miliar.

Dalam surat tersebut tertulis bahwa penetapan perusahaan milik Budi Susanto tersebut sebagai pemenang sudah melalui persetujuan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Dalam dokumen itu disebutkan Itwasum Polri berkesimpulan bahwa pelaksanaan lelang telah memadai dengan kekurangan-kekurangan yang masih dalam batas toleransi. Nama-nama jenderal di atas juga membubuhkan paraf dalam surat Kapolri terebut.

Melihat isi dari dokumen tersebut yang memasukkan 11 poin pertimbangan, mengindikasikan bahwa pengadaan simulator SIM merupakan program resmi Mabes Polri yang telah melalui proses perencanaan yang matang. Banyaknya pembesar Polri yang bisa diseret dalam kasus simulator SIM tersebut diduga sebagai alasan di balik keengganan institusi itu menyerahkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM kepada KPK.

Mark Up Rp 122 M

Proyek ‘jadi-jadian’ simulator memang aneh bin ajaib. Potensi korupsi hingga di atas Rp 100 miliar terlihat jelas jika menghitung uang negara yang harusnya dikeluarkan untuk dua jenis proyek itu. Tahun 2011, negara mengalokasikan anggaran sebesar Rp 198 miliar lebih untuk proyek itu yang terdiri dari pengadaan 700 unit simulator kemudi motor dan 556 unit simulator kemudi mobil.
Untuk 700 unit simulator kemudi motor dianggarkan biaya Rp 54,453 miliar dengan perkiraan harga satuan sebesar Rp 77,79 juta per unit. Sementara untuk 556 unit simulator kemudi mobil disediakan anggaran Rp 142,4 miliar lebih dengan perkiraan harga satuan sebesar Rp 256,1 juta per unit.

Nilai itu merupakan hasil penggelembungan yang fantastis. Karena faktanya, berdasarkan faktur pembelian yang diberikan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi ke PT Inovasi Teknologi, harga simulator kemudi motor hanya Rp 42,8 juta per unit dengan total keseluruhan sekitar Rp 29,9 miliar.

Dari proyek pertama ini, terdapat selisih sekitar Rp 24,4 miliar. Sementara harga simulator kemudi mobil hanya Rp 80 juta per unit dengan total keseluruhan Rp 44,48 miliar. Artinya dari paket kedua ini terdapat selisih sekitar Rp 97,9 miliar. Bila dihitung kasar, asumsi mark up anggaran kedua paket proyek abal-abal yang hingga kini belum dioperasikan tersebut sekitar Rp 122,428 miliar.

Lalu kemana hasil mega korupsi pengadaan simulator tersebut mengalir? Soekotjo S Bambang  yang merupakan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia sebagai subkontraktor PT Citra Mandiri Metalindo Abadi yang membuat simulator kemudi, mencatat total Rp 33,7 miliar yang didistribusikan atas instruksi koleganya, Budi Susanto sebagai PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.

Uang panas tersebut diduga mengalir ke Primkoppol yang diketuai oleh AKBP Teddy Rismawan (sekaligus ketua pengadaan simulator saat itu) sebesar Rp 15 milyar, Inspektur Pengawasan Umum, Komjen Fajar Prihantono diduga menerima Rp 1 milyar, kemudian Rp 700 juta ke tim Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Rp 2 milyar ke staf pribadi Djoko Susilo dan ratusan juta lainnya ke tim pengawasan Korps Lalu Lintas Polri. Puluhan miliar lainnya belum terungkap dialirkan ke siapa.

Kelompok Nazaruddin

Bagaimana PT Citra Mandiri Metalindo Abadi bisa memenangkan proyek kakap tersebut. Jawabannya sudah pasti karena rekayasa. Perushaan tersebut tidak punya pengalaman dalam menggarap simulator. Sukotjo, Direktur PT Inovasi Teknologi, mengaku terlibat dalam menyiapkan dokumen empat perusahaan pesaing PT Citra Mandiri Metalindo Abadi dalam tender yakni PT Bentina Agung, PT Digo Mitra Slogan, PT Dasma Pertiwi, PT Kolam Intan Prima.

Dari penelusuran Jaya Pos, tiga dari perusahaan pendamping tersebut merupakan perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Muhammad Nazaruddin, Permai Group, yakni PT Bentina Agung, PT Digo Mitra Slogan dan PT Kolam Intan Prima. Ketiga perusahaan tersebut sering dipinjam Nazaruddin untuk mengikuti sejumlah tender proyek pemerintah.

Keempat perusahaan tersebut hanya dipakai sebagai pendamping, agar tender seorang-olah sesuai prosedur. PT Citra Mandiri Metalindo Abadi  akhirnya ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Ketua Pengadaan Simulator, AKBP Teddy Rusmawan (menjabat sebagai Ketua Primer Koperasi Polisi atau Primkoppol).

Kasus korupsi simulator SIM telah menyeret sejumlah tersangka baik di KPK maupun Mabes Polri yakni Djoko Susilo (ditetapkan KPK), Didik Purnomo selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek (ditetapkan KPK dan Polri), AKBP Teddy Rusma­wan (di­tetapkan Polri), Bendahara Korlantas Polri seorang Kom­pol berinisial LGM (dit­etapkan Polri), Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto (ditetapkan KPK dan Polri) dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi In­do­nesia, Sukotjo S Bambang (ditetapkan KPK dan Polri). L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60015)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54856)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51857)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15359)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14624)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14439)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14132)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13697)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13693)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9645)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik