Senin, 20 Mei 2019 - 06:22:29 WIB
Patik Dalam Kehidupan BatakKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 316 kali

Baca Juga:Pekerjaan Drainase Km 177 Tambarana Poso Roboh, Kontraktor Harus BertanggungjawabWawan Ridwan, Sekdes Gandawesi Dituding Dalangi Pemberitaan SepihakBorok Kinerja Kadiskominfo Anambas Mulai TerkuakSMPN 10 Kota Sukabumi Sekolah Unggulan Olahraga

Catatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh

Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan hukum yang berkaku di daerah tanah Batak yakni hukum tersirat, tidak tertulis namun dijamin keabsahannya oleh pemangku adat.

Kali ini kita mengangkat aturan yang dikenal dengan istilah Suku Batak yakni Patik. Patik pada umumnya bersifat kongkrit, tidak pakai dalil dan asas. Ketika seseorang melanggar aturan (Patik) tersebut, maka sanksi yang dijatuhkan hanya sanksi sosial.

Contohnya, ketika seseorang melanggar tatanan adat hukum, yang dijatuhkan cukup hanya mengumpulkan para tokoh adat dan perwakilan marga yang keseluruhan biayanya dibebankan terhadap si pelanggar adat tersebut.

Menurut pemahaman penulis, ada 10 aturan yang telah diwahyukan Allah (Mulajadi Nabolon) yakni:

1. Pantun Hangoluan Tois Hamagoan. Artinya, manusia diingatkan tidak boleh sombong dan angkuh, harus punya sopan santun dan etika serta beradat.
2. Situngging Inna Dakdanak, Sitokka Sian Natua Tua. Artinya, jika anak-anak berkelahi jangan dicampuri orang tua. Orang tua pada umumnya cukup memediasi.
3. Inang ni Manuk Naso Jadi Siseaton, Inang ni Boni Naso Jadi Dudaon. Artinya, induk ayam tidak boleh dipotong karena diharapkan menghasilkan telur kemudian akan mengerami telurnya menjadi anak ayam. Selanjutnya disarankan benih tidak boleh dijual karena diharapkan untuk menjadi kesinambungan tanaman.
4. Dang Jadi Lakkaan Abor. Artinya, jika sudah disepakati sebuah aturan tidak boleh dilanggar.
5. Dang Jadi Tantason Naung Nihandang, Tolbahon Naung Ponarik. Artinya, ketika sudah dibuat aturan jangan pula yang membuat aturan tersebut melanggarnya.
6. Tuhil Ditomboman, Takke Takke di Sibuaton, Uli Ugadan ni Dongan Dang Jadi Sibuaton. Artinya, Tidak diperbolehkan mengambil milik orang lain (mencuri).
7. Sitangkok ni Pandurung Situat ni Parsoban, Ugus Hau Tanggurung Sitokka Marsihasoan. Artinya, jangan saling mengganggu, terima sesuai dengan kodrat masing-masing.
8. Amani Humorojor Mabola Hudonna, Amani Humalaput Tata Indahanna. Artinya, harus ada asas kehati-hatian.(transparan).
9. Tinampul Bulung Sihupi Pinarsaong Bulung Sihala, Unang Sumolsol di Pudi Ndada Sipasingot Nasoada. Atinya, pikir dahulu sesal kemudian tidak berguna.
10. Mardos di Naotik, Marbagi di Nagodang. Artinya, harus ada keseimbangan dan keadilan.

Kesepuluh aturan ini merupakan pandangan hidup suku Batak yang dalam istilah asing dikenal dengan “Way of lay.”

Lebih kurangnya seperti itulah pemahaman kami tentang tatanan suku Batak. Jika memang ada masukan dari pembaca, kami siap dikoreksi untuk pemahaman yang lebih baik. (Bersambung)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59697)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52368)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51549)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14304)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14131)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12385)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9325)
Bedah JayaposKasus Tanah Kas Desa RancaudikSubang, Jaya Pos Sejak berlakunya regulasi Otonomi Desa, selain melahirkan hikmah juga mengundang masalah. ...


Terkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di TapungKades Sinamanenek Diduga Merugikan Warganya
Laporan KhususKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliBaturaja, Jaya Pos Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Purwadi SP ...


Polsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 DilantikSrikandi Baru Terpilih dan Dilantik dari Dapil II