Kamis, 16 Mei 2019 - 06:30:33 WIB
Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Kategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 610 kali

Baca Juga:Gubernur Terima Perwakilan Pengusaha dan Pekerja, Terkait Usulan Penetapan UMK/UMP BantenEksploitasi Pekerja oleh Outsourching di Disparbudpora SidoarjoPT POS Luncurkan Program Weselpos Rumah ZakatPT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan Liar

Dalam pemasangan U-ditch, juga masih terdapat genangan air sehingga ter­kesan dipaksakan. Selain itu juga tidak terlihat alkon mesin penyedot air, bahkan papan nama dan direksi kid tak terlihat.

Surabaya, Jaya Pos

Lelang proyek APBD 2019 Kota Surabaya guna mencari pemenang yang konsisten dalam penandata­nganan fakta integritas yaitu kesanggupan tidak melakukan praktek KKN, memberikan hasil kerja terbaik, bersih dan transparan. Dalam hal ini, PA/KPA siap menerima keluhan bahkan memberikan sanksi berat apabila indikasi kecurangan dalam aktivitas lapangan.

Ketiga perihal diatas adalah persetujuan, kesanggupan sebelum melaksanakan akti­vitas lelang proyek tender bersumber APBD 2019 program melalui satker Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dalam serapan realisasi kegiatan kategori kontruksi.

Alhasil, pantauan Jaya Pos di lapangan fakta menyebutkan lain, terjadi indikasi penyimpangan seperti dalam aktivitas proyek saluran type 5 berlokasi di Jl Dukuh Menanggal III RT 3, secara terkoreksi dimenangkan oleh CV Sanjaya Karya Persada berdomisili di Kedongdoro Surabaya.

Dimana, pemasangan U-ditch dengan alat berat exavator PC-75 bekerja maksimal hingga kondisi merusak jalan sepanjang Dukuh Menanggal karena roda tidak dilengkapi karet, jarak stay U-ditch cukup jauh hingga exavator alat berat terpaksa bekerja ekstra melalui jalan, kebisingan suara mesin menyebabkan jam istirahat warga di malam hari menjadi terganggu.

Akibatnya, warga setempat yang sedang beristirahat terjaga dan merasa resah. Bahkan tak sedikit yang berkomentar dan protes. “Seharusnya alat beratnya dibantu alat forklif mengantar dan meletakkan pada samping excavator. Yang ada hanya 2 alat berat dumtruk dan exavator terlihat amburadul tak beraturan, lampu warning ligh (rambu-rambu peringatan kepada pengguna jalan) juga tak terpasang,” ungkap salah seorang warga sekitar kepada Jaya Pos, belum lama ini.

Dalam pemasangan U-ditch, juga masih terdapat genangan air sehingga ter­kesan dipaksakan. Selain itu juga tidak terlihat alkon mesin penyedot air, bahkan papan nama dan direksi kid tak terlihat. Demikian halnya bowplank tarik benang dan sertu pilihan di lapangan tampak tidak dipakai, hanya dijadikan pajangan dengan menempatkannya di pinggir jalan.

Akibat pasangan U-ditch yang pada saluran galian terdapat genangan air mengakibatkan excavator kesulitan untuk mendapatkan dataran hingga harus mensiasati dengan cara mengganjal batuan kecil dan bongkahan batu sedapatnya.

Seharusnya, sirtu pilihan terpasang dengan ketebalan kurang lebih 10 cm sepanjang yang dibutuhkan, bila perlu dipadatkan pada bawah U-ditch agar terlihat pasangan lurus rata selevel jalan raya.

Sejauh ini, proyek pemerintah saluran type 5 yang berlokasi di Dukuh Mananggal III, selama kurun waktu 4 hari tidak ada yang memeriksa atau yang mengawasi dari dinas terkait sehingga rekanan semaunya sendiri dalam be­kerja. Dampaknya pekerjaan tampak asal jadi bahkan.

“Jangan-jangan, dinas terkait sengaja tutup mata, karena seharusnya ada di lapangan untuk melakukan pengawasan tapi tidak dilakukan sehingga rekanan bekerja semaunya,” sebut warga tersebut kesal.

Secara kasat mata lanjut sumber, kwalitas dan kwantitas dalam proyek senilai Rp 319.816.470,20 yang dikerjakan oleh CV Sanjaya Karya Persada diduga menyimpang dari ketentuan dengan maksud ingin pertebal kantong pribadinya.

Seharusnya, tambah sumber pihak rekanan mematuhi ketentuan yang ada dalam fakta integritas, sebagaimana dalam Perpres No 4 Tahun 2015 Pasal 89 ayat (2a) yang menyatakan bahwa pembayaran untuk pekerjaan konstruksi dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, jadi agar tidak menimbulkan potensi kerugian beberapa item yang tidak dilakukan seharusnya keseluruan tidak harus terbayar sesuai nilai kontrak.(Junn)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59560)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51417)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43545)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14905)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14180)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14007)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13743)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13204)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11042)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9182)
Bedah JayaposGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaRiau, Jaiya Pos Terkait tuduhan dan fitnah yang tersebar di berbagai media yang menyebutkan bahwa Mindo ...


Ketua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan Rawamang
Laporan KhususBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Kayuagung, Jaya Pos Posisi stategis Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, yang ...


Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di Manado