Jumat, 05 Oktober 2012 - 08:25:21 WIB
Eksploitasi Pekerja oleh Outsourching di Disparbudpora SidoarjoKategori: Jawa Timur - Dibaca: 227 kali

Baca Juga:PT POS Luncurkan Program Weselpos Rumah ZakatPT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan LiarTahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera DimulaiRudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga Bolon

Sidoarjo, Jaya Pos

UU No.13 tahun 2003 tentang Kesejahteraan Tenaga Kerja yang mengatur besaran upah bagi para pekerja ternyata tidak diindahkan sama sekali oleh PT Kunsari Jaya Utama. Inilah nama PT yang melayani Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga dengan tugas utama kebersihan lingkungan Gelora Delta Sidoarjo.

Perusahaan yang beralamat di Perumahan Taman Mutiara Sidoarjo ini, menurut informasi yang diterima Jaya Pos upah karyawan diduga tidak mengacu pada upah minimum kabupaten (UMK) Sidoarjo yakni sebesar Rp 1,252 juta, namun sebesar Rp 400 ratus ribu.

Selain itu, praktek jam kerja para pekerja yang berjumlah 19 orang ini selama 4 jam, mulai jam 06.00 - jam 10.00 dan 28 jam dalam 1 minggu. “Apabila kita bandingkan dengan pekerja lain yang bekerja normal melakukan pekerjaanya mulai jam 07 - jam 15.00. Dalam  1 minggu 49 jam. Ini artinya selisih waktunya adalah  21 jam. Jadi, apabila pekerja outsourching ini mendapat perlakuan yang adil, tentunya mereka mendapat upah yang besaranya Rp 715. 428.

Tentu ada selisih upah dengan yang dibayarkan PT Kunsari Jaya Utama sebesar Rp 400 ribu. Selisihnya adalah 315.428. Bila dikalikan 19, besarannya Rp 5,993, 132 dalam satu bulan,” kata salah satu warga yang tidak mau menyebut namanya kepada Jaya Pos.

Gaji yang dibayar ke karyawannya, lanjut sumber Jaya Pos, sering telat, yang seharusnya dibayar tanggal 1, ternyata tanggal 13 atau 14. Menurut Dwi Kun, Kabid Pengawasan Tenaga Kerja, perjanjian kerja antara outsouching dan karyawan serta dinas tidak didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Social Kabupaten Sidoarja (Dinsosnaker). Ini tentu sangat menyusahkan para pekerja.Sudah upahnya jauh di bawah standart, pembayaranya pun tidak tepat waktu dan para pekerja sama sekali tidak mendapat perlindungan apapun,” katanya.

Sekretaris Disparbudpora Drs mulyadi, SH, yang dihubungi Jaya Pos melalui selulernya menyatakan, bahwa dari pihak dinas telah membayar PT outsurching sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku (UMK) dan juga masalah waktu pembayaran dari pihak dinas juga menyatakan telah membayar PT Kun sari Jaya Utama sesuai jadwal.

Menurut Suryanto, Ketua Komnas, telah berkirim surat kepada dinas  guna mendapat klarifikasi dan minta waktu untuk konfirmasi. Namun sampai berita ini ditulis belum mendapat tanggapan apapun dari dinas. Menurutnya, yang dilakukan perusahaan ini merupakan bentuk eksploitasi terhadap pekerja dan sangat tidak manusiawi.

Disamping itu, karyawan outsourching ini tidak mengenal hari libur, baik hari Minggu ataupun hari libur lainnya.M enurut pengamat perburuhan Arief Nuryadin, Spd, MM. SH, seharusnya perusahaan itu harus membayar sesuai besaran UMK. “Bila tidak dilakukan, maka perusahaan harus bersedia merapel seluruh kekurangan upah karyawanya,” katanya. Sementara pihak perusahaan, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. ZEIN


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51232)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32243)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14702)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13990)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13831)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9832)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9010)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional