Minggu, 12 Mei 2019 - 07:03:14 WIB
Pelaku Belum Dijerat ? Oknum TNI dan ASN Keroyok 2 Siswi SMPKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 539 kali

Baca Juga:PT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan LiarTahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera DimulaiRudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga BolonMenuai Protes Dari Orang Tua Murid, Waluyo Akui Kesalahan

Ketapang, Jaya Pos

Oknum Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan ASN Ketapang melakukan pengeroyokan terhadap siswi kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Korban berinisial FR kepada Jaya Pos, belum lama ini, menjelaskan bahwa di­rinya dan temannya berinisial A, dijemput paksa saat sedang berada di warung foto copy lalu dibawa ke sebuah rumah, kemudian disana mereka dikeroyok oleh tiga orang pelaku.

Diuraikan oleh korban, pelaku pertama adalah oknum TNI berinisial AP pangkat Serda bertugas di Koramil Kota Kodim 1203 Ketapang melakukan pemukulan, menendang dan menampar korban secara berulang kali. Pelaku kedua berinisial ES yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu puskesmas di Ketapang melakukan pemukulan dan menampar secara berulang-ulang, sedangkan pelaku ketiga berinisial W menendang dan menampar korban FR. Tidak hanya itu, W juga menggunakan senjata tajam jenis mandau mengancam mau membuhuh FR.

“Saya dan teman A dijemput paksa saat sedang berada di warung foto copy, lalu dibawah ke sebuah rumah, kemudian dikeroyok oleh ketiga pelaku,” sebut korban FR saat dikonfirmasi di kediamannya, Rabu (3/5).

Sementara itu, saksi sekaligus korban berinisial A, siswi SMP dalam kejadian tersebut juga menjelaskan bahwa pelaku ES memukul dan menampar dirinya secara berulang-ulang. Akibat kejadian ini, A mengaku trauma dan memutuskan berhenti sekolah. “Ada tiga orang pelaku yang melakukan tindakan kekerasan terhadap FR yaitu ES, AP, dan W,” akunya.

Terkait hal ini, orang tua korban FR berinisial I ketika dikonfirmasi menuturkan bahwa saat menjemput anaknya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dirinya langsung dikunci dalam rumah dan diancam oleh para pelaku.

I melihat anaknya terba­ring di lantai rumah. Karena melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk membawa anaknya pulang, I pun melarikan diri menuju Polres Ketapang dan melaporkan kejadian tersebut ke petugas piket.

Anggota Polres Ketapang dan I pun langsung mendatangi TKP dan membawa anaknya ke Rumah Sakit Agoesdjam untuk keperluan divisum lalu membuat Laporan Polisi (LP) di Polres Ketapang, dengan Surat Tanda Pemerimaan Laporan Polisi No: STPL/120/V/2017/Res Ktp dan berdasarkan laporan polisi No: LP/248-B/IV/2017/Kalbar/Res Ktp, tanggal 3 Mei 2017.

I berharap ada tindakan secara hukum atas laporan polisi tersebut, karena kasus ini sudah hampir dua tahun tidak ditindaklanjuti oleh Polres Ketapang. “Saat saya menjemput anak di TKP, saya dikunci dalam rumah dan diancam oleh para pelaku. Saya melihat anak saya terbaring lemah di lantai rumah,” katanya.

Suryadi SE selaku Ke­tua LSM Peduli Kayong saat dikonfirmasi di kediaman­nya, Rabu (1/5) menjelaskan kasus ini sudah melanggar undang-undang perlindungan anak, yang mana pasal tentang penganiayaan anak diatur khusus dalam pasal 76 C Uandang-Undang No 35/2014 yang berbunyi; setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.

Suryadi berharap, Kapolres Ketapang AKBP Yuri Nurhidayat memerintakan penyidik yang menagani kasus ini untuk melanjutkan penyidikan agar ada titik terang, sehingga tidak ter­kesan bahwa oknum Polres Ketapang dengan para terlapor telah meredam kasus ini. Mengingat kasusnya sejak tahun 2017 sampai sekarang (2019) berlum ada titik terang. “Hukum harus berlaku adil pada semua rakyat Indonesia, tidak memandang pangkat golongan, jabatan dan uang.” Pungkasnya.

Sementara Kapolres Ketapang AKBP Yuri Nurhidayat saat dikonfirmasi, Kamis (2/5) menegaskan bahwa dirinya akan melakukan pengecekan atas kasus tersebut kepada penyidik yang menangani­nya. “Saya cek dulu ke penyi­dik,” pungkas Kapolres via whatsapp.(Agustinus)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51232)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32245)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14702)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13990)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13831)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9832)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9010)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional