Kamis, 09 Mei 2019 - 07:49:59 WIB
Mehoa : Pemimpin Harus Banyak Sabar, Ibarat Makan Boleh Sembarangan Tapi Ngomong Jangan SembaranganKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 114 kali

Baca Juga:Rudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga BolonMenuai Protes Dari Orang Tua Murid, Waluyo Akui KesalahanIKSS Padangpanjang Dukung Percepatan Pembangunan SDN Jatisawit 1 Selangkah Lebih Maju

Bangka Belitung, Jaya Pos

Terkait pemberitaan yang sempat viral dengan judul Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh Keblinger sebut wartawan preman mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. 

Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Mehoa meminta semua pihak harus bersabar. Pun demikian Ibnu Saleh sebagai pejabat negara harus banyak-banyak bersabar.

 “Stetamen saya terkait pemberitaan itu sabar-sabarlah kita selaku pemimpin ini. Saya jujur aja,  sabar-sabarlah pak. Pak Ibnu juga ada wa saya sih. Kalau saya dapat berita itu di grup, saya buka, baca, bayangkan dan saya pikirkan.  Setelah itu gak tau tiba-tiba bupati wa saya, dia bilang gitu lah.  Terus saya bilang,  iyalah pak sabar-sabarlah selaku pemimpin, ” ujarnya saat dihubungi wartawan melalui ponselnya, Kamis (2/5).

Dikatakan anggota dari PDI P ini, dirinya tidak mau menyebutkan Ibnu Saleh dengan kata-kata arogan. “Saya sih tidak mau bilang pak bupati arogan, nanti takut dipeleseti. Intinya sabar-sabar gitu. Ya kita ini makan boleh sembarangan makan, tapi ngomong jangan sembarangan ngomong. Iya itu aja, Ace (Mehoa) juga bukan manusia sempurna, ” tutupnya. 

Sementara itu, Ketua DPW PAN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga turut berkomentar soal sikap bupati yang arogan. “Kalau saya berpendapat semua harus saling menghormati. Wartawan berdiri sebagai profesi dan bupati sebagai pejabat jangan lagi keluar kalimat yang tidak pantas seperti itu. Intinya kita saling menghargailah agar kejadian ini tidak terjadi lagi. Apapun wartawan, kelas medianya ataupun dan oplahnya adalah mitra sebagai kontrol pelaksana pemerintahan bergerak dan bersinergi. Harapan saya mudah-mudahan kedepan baiklah,” kata Patrianusa, Kamis (2/5).

Ditanya soal arogan sang bupati yang juga turut dirasakan ASN dan juga kepala dinas, Patrianusa mengatakan itu adalah internal mereka. “Kalau masalah itu internal mereka, tapi kalau wartawan harus juga dihormati. Sebagus apapun pemerintah disana kalau tidak dieskpos media masyarakat tidak tahu juga, ” tandasnya.

Untuk diketahui, setelah dimuatnya berita Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh Keblinger, sebut wartawan preman banyak juga komentar di grup-grup wartawan yang mengatakan kalau kemarahan bupati disebabkan wartawan yang datang ke rumah dinas pada Senin (30/4) tidak sopan. 

Disebutkan dalam salah satu grup bahwa bupati marah karena wartawan masuk nyelonong ke rumah dinas dan mengambil makanan di toples tanpa izin serta masuk memakai sepatu. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa saat datang ke rumah dinas, wartawan yang datang terlebih dahulu menelpon Bupati Tengah, Ibnu Saleh namun saat datang ke rumah dinas, bupati sedang rapat. 

Menurut Roby, Wartawan Jayapos bahwa enam orang wartawan yang datang ke rumah dinas sudah izin dengan anggota Satpol PP yang berjaga. “Selama sekira satu jam menunggu barulah bupati selesai rapat dan menyuruh kami masuk ke rumah dinas sambil menunjuk tangan mengarahkan ke rumah dinasnya,” jelasnya.

Diakui memang ada 2 orang rekan kami yang masuk duluan. Sebaliknya 4 wartawan lagi menunggu bupati masuk duluan dan diikuti dari belakang. “Kalau saya makan keretek 1 biji di dalam toples tidak izin nanti saya belikan yang baru jika itu dirasa tidak sopan.  Pemimpin itu harus amanah pak bupati.  Sekarang saja jadi pejabat dihormati,  apapun omongan bupati didengari. Kalau sudah tidak jabat lagi mungkin tidak akan dihormati, ” sesal Roby. (Oby)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59562)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51420)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43621)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14905)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14181)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14008)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13743)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13205)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11054)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9182)
Bedah JayaposAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanPandeglang, Jaya Pos Pembelian mobil ambulan Desa Ciawi, Kecamatan Patia yang direa­lisasikan dari ...


Getwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan Pembiaran
Laporan KhususApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBintan, Jaya Pos Bupati Bintan Apri Sujadi kembali mendapatkan penghargaan nasional. Kali ini, orang nomor ...


Bupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku Batak