Sabtu, 06 April 2019 - 08:01:57 WIB
Cerita (Turi-turian) Si Raja HatorusanKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 75 kali

Baca Juga:Laurencius Manurung SH MH: Putusan Majelis Hakim Tunggal PN Medan Tidak SahTragis, Pohon Tumbang Timpa Gedung SDN 22 Tanjung Baru Baturaja Masyarakat Minta Jalan Punggur Segera DilebarkanKantor Kepala Desa Langkan Selalu Tutup

Catatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian Ketujuh

 

Raja Hatorusan (=Raja yang me­neruskan/menyampaikan) dalam pengertian Bahasa Indonesia yang diyakini oleh orang Batak adalah seseorang yang bertugas menyampaikan suatu tujuan atau hasrat kepada Yang Maha Kuasa (Mula Jadi Nabolon).

Yang sering juga kita dengarkan pada acara-acara Pesta Budaya Suku Batak ketika seorang orang tua mengatakan “...Siraja Hatorusan parmata intan parpandang torus, sipatorus alu-alu tu Opputta Mulajadi Nabolon....”

Sama halnya dengan perjalanan Si Raja Hatorusan (nama panggilan Op Raja Si Siak Bagi setelah sering berkomunikasi dengan Opputa Mula Jadi Nabolon) ketika bermukim di daerah Gunung Pusuk Buhit, Ia memang berniat agar bertemu langsung dengan Allah (Mula Jadi Nabolon).

Menurut cerita dari pada nenek moyang kita, pada suatu ketika embun datang menyelimuti tempat dimana Raja Hatorusan bermukim. Dia pun bersujud seraya berdoa...“..Ale Oppung Mula Jadi Nabolon, tangihon ma jolo pangidoan hon asa tung pajumpang jo au nian dohot Oppung na manjadihon Au...“, dalam bahasa Indonesia dikatakan, “...Ia Allah, kabulkanlah permintaanku, kiranya Allah sudi bertemu/bertatap muka dengan hamba ciptaan Mu ini...”.

Seketika itu bergeserlah embun menyelimuti badannya dan mengangkatnya ke tempat dimana Allah (Mula Jadi Nabolon) bertahta. Setibanya di tempat tersebut, Allah pun memancarkan cahaya keagungannya, kemudian ALLAH bertanya kepada dirinya, “...Ale jolma manisia, aha do na laho sisukkunonmu ummbaen naro lakkam tu inganan Hu..” dalam bahasa Indonesia diartikan “...Wahai manusia, apa yang akan engkau sampaikan sehingga engkau datang kemari...” Kemudian Raja Hatorusan menjawab, “....Ido tutu Oppung umbaen na ro pe au tu inganan ni da Oppung on, na mangulangi pangidoan hi do au Oppung uju na di liang sakti i au, asa tunduk nian sude pinompar ni akka anggiku na opat di pudian ni ari, suang songoni dohot pinompar ni Damang Raja Isumbaon asa tontong ma nian martinanda halak i di akka Ittean na hubaen.

Jala molo siat pangidoan asa pasahat Oppung ma di au hasaktion asa gabe raja au di Desa Na Uwalu, jala au ma nian na gabe parhitean na laho pasahatton tu akka jolma manisia i, songon gabe tanda hadengganon dohot tanda ni hasisega...” dalam bahasa Indonesia diartikan, “...ya Allah (Mula Jadi Nabolon) kedatanganku ke tahta Mu adalah untuk mengulangi permintaanku saat aku berada di liang sakti, yakni kiranya semua keturunan adikku berempat agar tunduk kepadaku di kehidupan selanjutnya, demikian juga dengan keturanan Raja Isumbaon agar mengenaliku melalui nubuatku.

Dan mohon Mula Jadi Nabolon memberi aku kekuatan alias kesaktian agar aku dapat menjadi raja di seluruh penjuru negeri, di delapan pusaran mata angin. Dan hendaknya akulah yang menjadi pemberi tanda kepada manusia sebagai tanda-tanda kebaikan dan tanda-tanda kehancuran....”. 

Kemudian Allah pun menjawab dan berseru kepadanya, “...Ia na Hu dok tu ho alo Siminit Hu, nga Hu tongos be Ho tu portibion na lao gabe partogi jala pasaut hon akka hata naung tu pasahat tu pinompar ni Guru Tatea Bulan dohot pinompar ni Raja Isumbaon...” dalam Bahasa Indonesia dikatakan demikian,”....engkau telah Ku utus ke dunia sebagai penerang bagi segala bangsa dan untuk menggenapi apa yang telah kusampaikan terhadap keturunan Guru Tatea Bulan dan keturunan Raja Isombaon...”

Singkat cerita, setelah semua itu lantas kembali lah Raja Hatorusan ke puncak Gunung Pusuk Buhit yang sudah ditumbuhi semak belukar serta pepohonan.

Sampai sekarang jika kita pergi ke tempat tersebut, disana kita akan menemukan gua dibawah pohon yang besar, namun penulis tidak mengetahui jenis pohon tersebut. Disamping gua tersebut terdapat satu gua lagi dibawah tanah yang mempunyai sumber mata air (mual na tio). Diyakini para nenek moyang terdahulu pada mata air tersebut bisa melihat nasib yang ingin mengambilnya.

Ada kalanya debitnya banyak, dan ada kalanya debitnya sedikit bahkan tak jarang pula sumber air di tempat gua tersebut kosong. Jikalau mata airnya benar-benar kosong bisa dipastikan orang yang berniat mengambil air tersebut pun akan sial.

Setibanya Raja Hatorusan di tempat yang dikenal Hutan Sihumonong (Harangan Sihumonong) nama Oppung Si Raja Hatorusan pun berganti menjadi Raja Uti (sattabi sangap ni Oppung i) yang artinya Raja Suci Parputi Sohaliapon, Parputi Sohapurpuran Sitongka Haliapon Sitokka Habubuhan.


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59367)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51241)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (33094)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14715)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14007)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13843)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13600)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13009)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9915)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9018)
Bedah JayaposTim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudBanjar, Jaya Pos Tunjangan Kinerja (Tunkin) pengganti Tunjangan Dae­rah (Tunda) yang bakal diterima ...


Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR
Laporan KhususPemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutLabusel, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memperoleh opini Wajar ...


Pemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018