Rabu, 20 Maret 2019 - 06:29:29 WIB
Pelayanan Berbelit, Pasien BPJS Kota Bukittinggi MengeluhKategori: Sumatera Barat - Dibaca: 228 kali

Baca Juga:Pejabat di Dinas PU Ketapang Korupsi Proyek MCKBanyak Berkas Palsu Beredar di Imigrasi BlitarDiduga Dianiaya, Puluhan Siswa SMKN 1 Kelautan dan Perikanan Melarikan DiriHampir 1 Tahun Kecamatan Subi Gelap Gulita

Bukittinggi, Jaya Pos

Pelayanan BPJS yang memberlakukan sistem berjenjang mengakibatkan pelayanannya berbelit dan ribet. Selama ini pasien yang panatik berobat langsung ke rumah sakit (RS) type B seperti RS Ahmad Mochtar, bisa langsung mendapat pelayanan, namun saat pelayanan sistem berjenjang oleh BPJS diberlakukan membuat pasien harus berobat ulang dari nol, yaitu kembali ke puskesmas.

Keluhan ini disampaikan salah seorang pasien ketika ditemui Jaya Pos, belum lama ini. Menurutnya, kalau berobat dengan sistem berjenjang yang diberlakukan BPJS saat ini harus dimulai dari nol, yaitu dari Puskesmas dulu lalu dikirim ke rumah sakit type D, bukan langsung ke type B.

Rumah Sakit type D yang melayani pasien BPJS, yakni RS Yarsi Bukittinggi, RS Tentara (TNI), apabila pasien tidak dapat dilayani disana (karena mungkin peralatan tidak tersedia) maka perawatan pasien dilanjutkan ke RS Type B yaitu RS Ahmad Mochtar dan RS RSSN.

Sementara keluhan yang dihadapi terkait pelayanan pasien ibu hamil atau yang melahirkan ketika menjalani operasi, pelayanan mata, dan pelayanan gigi, pihak BPJS tidak memberikan pembayaran, dan lebih prihatin lagi dengan pelayanan sistim berjenjang mengakibatkan menumpuknya pasien di rumah sakit type D.

Sehingga, pasien BPJS merasa kecewa dengan diberlakukannya pelayanan sistim berjenjang yang harus diawali pengobatannya mulai dari puskesmas. Padahal, jika di puskesmas tidak bisa dilayani atau karena fasilitas yang minim maka pasien akan dilanjutkan atau dikirim rujukan ke rumah sakit type D.

Sementara petugas BPJS Ana Dwi Putri Bagian Penjaminan Manfaat dan Rujukan didampingi Reza Bagian Humas dan Publikasi Publik mengakui adanya sistem perubahan manajemen pelayanan pasien BPJS dari pusat.

Terkait pasien ibu hamil yang mendapat pelayanan bilamana pasien tersebut bisa dan dapat melahirkan secara normal. “Tapi jika pasien meminta atas permohonannya sendiri untuk melahirkan sesar karena ingin jalan pintas dan cepat, hal seperti ini tidak ditanggung BPJS,” kata Ana Dwi Putri.

Begitu juga di bagian mata, setiap pasien telah ditentukan besarnya penggantian sesuai dengan kelas perawatannya, untuk pasien kelas I, II dan III besar biaya yang dibantu masing-masing Rp 300 ribu, Rp 200 ribu dan Rp 150 ribu, dan apabila tempo waktu dalam 2 tahun masih berlaku pasien tidak dapat melakukan penggantian kacamatanya sekalipun gagangnya patah, karena resepnya tidak sesuai lagi.

Sistem pelayanam berjenjang yang diberlakukan oleh manajemen BPJS juga berdampak pada Rumah Sakit type B, seperti halnya Rumah Sakit Stroke Nasional (RSNN) Bukitinggi, pelayanan di RS ini mengalami penurunan drastis yaitu mencapai 50 persen, biasanya pasien RSSN setiap hari selalu ramai dan antri untuk berobat.

Direktur RSSN dr Hj Ermawati mengatakan, pasien yang datang berobat sangat ramai sekali setiap pagi, itu terlihat dari antrian di loket. “Namun dengan adanya perubahan manajemen BPJS dengan sistim berjenjang, kini RSSN hanya melayani 100 orang per hari padahal sebelumnya bisa mencapai 400 pasien,” jelas.

Hal serupa dialami RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, dengan manajemen baru BPJS, pelayanan di rumah sakit ini jadi sepi. Parahnya ketika perawat ataupun karyawan rumah sakit menjalani pengobatan, maka mereka harus datang ke puskesmas dan rumah sakit type D.(Yet-Is)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59562)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51420)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43621)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14905)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14181)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14008)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13743)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13205)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11054)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9182)
Bedah JayaposAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanPandeglang, Jaya Pos Pembelian mobil ambulan Desa Ciawi, Kecamatan Patia yang direa­lisasikan dari ...


Getwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan Pembiaran
Laporan KhususApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBintan, Jaya Pos Bupati Bintan Apri Sujadi kembali mendapatkan penghargaan nasional. Kali ini, orang nomor ...


Bupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku Batak