Sabtu, 16 Maret 2019 - 06:54:06 WIB
Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 156 kali

Baca Juga:Hampir 1 Tahun Kecamatan Subi Gelap GulitaForak Desak Kejati Jambi Tuntaskan Beberapa Kasus KoruspiRencana Walikota Nur Mahmudi Ismail Ditentang Ketua DPRDRapor Merah Bagi Kinerja Diskominfo Kab Anambas

Humbahas, Jaya Pos

Pasar Pollung yang terletak di Desa Hutapaung Induk Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Provinsi Sumatera Utara, terlihat sudah hancur akibat tidak difungsikan dan juga telah menjadi tempat para anak muda untuk berpacaran, di malam hari.

Pasar Pollung yang dibangun sejak tahun 2016 yang dananya bersumber dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang nilai pagunya hampir melebihi 1 milliar rupiah, tidak dapat difungsikan hingga tahun 2019.

Terkait hal tersebut, gedung bangunan serta lahan tidak lagi nampak tertata rapi. Semua ini akibat tidak adanya perawatan yang diberikan oleh pemkab terkait.

Masyarakat Desa Hutapaung Induk juga mengharapkan dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk dapat memfungsikan kembali Pasar Pollung tersebut sesuai dengan perjanjian sebelumnya.

“Kalau tidak dapat lagi difungsikan, kami mohon lahan yang telah kami hibakan secara gratis dengan luas 60:100 meter itu, dipulangkan kembali kepada kami,” ujar salah seorang warga masyarakat yang enggan menyebut namanya.

Lebih lanjut dijelaskan warga, dulunya tanah itu dipergunakan untuk bersawah, setelah habis panen mereka bisa menggunakan kembali untuk memelihara ikan lele untuk menambah kehidupan.

“Tapi setelah kami serahkan, pendapatan kami tidak ada lagi, kopi yang ada di sekitar pembangunan pun rusak. Kalaulah difungsikan ataupun dibuka, mudah-mudahan bisa menambah rezeki dan kami bisa berjualan di sekitar areal pasar tersebut,” ujarnya.

Sementara menurut informasi yang diperoleh Jaya Pos, dulunya pengerjaan tersebut mempergunakan alat berat untuk pematang, dengan jumlah biaya diduga hampir mencapai Rp 300 juta. Sehingga timbul pertanyaan apakah dana sebesar itu habis hanya untuk pekerjaan penggalian pematang?

Selain itu, lokasi pembangunan Pasar Pollung juga diduga mengandung tanah gambut, sehingga sulit untuk ditimbun. Sebagaimana pengakuan salah satu warga setempat mengaku pernah melihat saat penimbunan terjadi, salah satu mobil colt diesel yang membawa material tanah urugan nyeblos dan tampak air dan lumpur ke permukaan, sehingga truk tersebut harus ditarik keluar mempergunakan alat berat.(BN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59435)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51309)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (37069)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14786)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14085)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13903)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13659)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13088)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10232)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9082)
Bedah JayaposBangunan Pompanisasi Mangkrak, Dinas Pertanian Akan Melakukan Sidak Pasuruan, Jaya Pos Setelah adanya pemberitaan oleh harian jaya pos terkait ada­nya bangunan ...


LPK-SM RAKYAT SEJAHTERA Akan Turunkan Tim Investigasi Terkait PompanisasiKejati Kalteng Telisik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kapuas Seberang Senilai Rp 5,8 MAPBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung ?Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM Bersubsidi
Laporan KhususBupati Bantaeng Pantau Proses Terminal Darah PuskesmasBantaeng, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng terus melakukan inovasi di sektor kesehatan. Salah ...


DPRD Sumsel Setujui LKPJ Gubernur Sumsel Tahun 2018DPRD Lahirkan Perda Inisiatif Kepemudaan dan Mengkritisi Kinerja PemkoSerahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Pangkal Duri, Fachrori: Jangan Lama-lama Bersedih, Segeralah Pemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan Sumut