Jumat, 08 Maret 2019 - 05:39:44 WIB
Perhutani Siapkan Proses Tukar Guling Lahan Terdampak Pembangunan Bendungan BagongKategori: Jawa Timur - Dibaca: 147 kali

Baca Juga:Bupati Simalungun DR JR Saragih Diskriminatif, PMS Terima Bantuan Hibah Rp1 MiliarPolres Tulungagung Akan Periksa Penyimpangan DACKadistanbun Pandeglang Diminta Jatuhkan Sanksi Pada Ketua Gapoktan AngsanaPembangunan Gedung ASDM, Disperindag Sidoarjo Terindikasi Korupsi

Trenggalek, Jaya Pos

Progres dari pembangunan Bendungan Bagong sudah memasuki tahapan review Land Acquisition And Resettlement Action Plan (Larap).

Bersama itu pula, tim dari Pemkab Trenggalek dan stakehoulder terkait juga tengah melakukan kajian di lapangan untuk proses pembebasan lahan yang total membutuhkan sekitar 161 hektar dan sebagian diantaranya adalah kawasan hutan.

Hutan di Trenggalek yang masih merupakan bagian dari wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri Selatan ini pun juga sudah mulai dipersiapkan proses tukar guling lahannya akibat dampak ikutan pembangunan Bendungan Bagong.

Kurang lebih 61 hektar lahan hutan tepatnya di sekitar daerah Desa Sumurup dan Desa Sengon Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek yang akan beralih fungsi.

Mengenai hal tersebut dibenarkan oleh Wakil ADM (Administratur) Kepala Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (KS KPH) Kediri Selatan, Andy Iswindarto. Dia menyampaikan jika saat ini pihaknya memang sedang melakukan kajian terkait proses tukar guling lahan bersama Pemkab Trenggalek dan pihak terkait.

“Bagi pihak Perhutani, tidak ada yang sulit selama prosedurnya sudah diikuti. Kami (Perhutani) kan hanya sebagai operator, yang punya kewenangan ya Kementerian Kehutanan. Terkait pembangunan Bendungan Bagong, kalau proses Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian sudah clear tentunya akan selalu kami dukung,” ungkapnya pada awak media saat dikonfirmasi usai rapat koordinasi bersama stake holder di Gedung Bawarasa komplek Pendopo Kabupaten Trenggalek, Selasa, (26/2/2019).

Menurut Andy (panggilan akrab dari Andy Iswindarto) saat ini proses dari tukar guling lahan perhutani yang terdampak pembangunan Bedungan Bagong tengah jadi pembahasan tingkat lanjut.

Tukar guling lahan dengan Pemkab Trenggalek tersebut dilakukan dengan perbandingan 1 : 1.”Prosentase itu terjadi karena lahan tidak digunakan untuk keperluan komersial, jadi kalau kemungkinan relokasinya tetap disana otomatis harus ada perizinan tukar menukar kawasan hutan. Karena ini untuk kepentingan umum bukan bisnis jadi nanti perbandingan prosentasenya ya 1:1,” imbuh pria kelahiran Surabaya ini.

Perusahaan Umum (Perum) Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) memiliki tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan perencanaan, pengurusan, pengusahaan dan perlindungan hutan di wilayah kerjanya. Untuk itulah, pihak Pehutani harus melakukan kajian mendalam ditiap proses pemanfaatan hutan.

Dan berdasar pada hasil kajian tim, ada beberapa lahan milik warga yang terdampak pembangunan menghendaki direlokasi tidak jauh dari Bendungan Bagong.”Dengan adanya permintaan warga terdampak, maka kami pun harus melakukan kajian lebih lanjut sambil menunggu dimulainya pembangunan. Masyarakat terdampak, ingin relokasi yang berdekatan dengan bangunan bendungan. Ada usulan ditempatkan di sekitar kawasan hutan yang ada di wilayah Watu Jago Desa Ngares,” tandasnya. (HWi)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59474)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51340)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (38603)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14818)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14119)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13931)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13683)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13118)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10471)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9111)
Bedah JayaposDana Pokir Desa Bojonegara Diduga Dijadikan Ajang BancakanSubang, Jaya Pos Para pelaku tindak pidana korupsi bukan orang-orang susah yang butuh uang buat bayar sewa ...


Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades Asal Sukabumi DihukumMasyarakat Minta Bupati Turun Tangan Selesaikan Kasus Penutupan Jalan Pengadaan Alat Timbang DAK Ketapang, Kadisperindag Diduga Lakukan Pembohongan PublikProyek Siluman: Galian C dan Klaser di Desa Treman Diduga Tidak Memiliki Izin Proyek Lapangan Sepak Bola Konvensional Pagesangan Diduga Menyimpang, Dispora Surabaya Lakukan PembMantan Plt Camat Kapuas Murung Divonis 4 Tahun Penjara, Denda 200 JutaPelebaran Jalan Lingkar Samosir Kurang Profesional
Laporan KhususBupati Sergai Gelar Halal Bihalal Bersama Ratusan Masyarakat Perbaungan dan Pantai CerminSergei, Jaya Pos Bupati Sergai, H Soekirman gelar halal bihalal bersama Camat Perbaungan dan Camat Pantai ...


Meriahkan HUT Ke-235 Kota Pekanbaru, SMPN 35 Pekanbaru Gelar Lomba Permainan TradisionalSilaturahmi Masyarakat di Hamparan Perak Berjalan BaikWaasops Panglima TNI Cek Kesiapan Akhir Satgas Yonif 406/Ck Pamtas RI-PNGBupati Banyumas Nominator Penerima Satyalencana PembangunanUhum Dalam Kehidupan Masyarakat BatakFachrori Umar Sebut Danau Sipin Siap Untuk Gelaran Kejurnas DayungKorem 071/Wk Halal Bihalal Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan