Kamis, 27 September 2012 - 07:27:02 WIB
PDAM Labuan Diduga Berikan Bantuan Air Bersih Tak Layak KonsumsiKategori: Banten - Dibaca: 598 kali

Baca Juga:Polres Kerahkan Polsek Perketat OperasiOknum PDAM Tipu Pelanggan, Ribuan Orang Terancam Pemutusan MeteranEndik Ingin Membangun Palembang Dengan Visi Anak MudaKejari Doloksanggul Diminta Usut Isu Korupsi Kakan Tamben

Pandeglang, Jaya Pos

Agustus lalu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Labuan Kab Pandeglang menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 8 tangki untuk dialokasikan pada daerah-daerah rawan air dan kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Bantuan air bersih tersebut dialokasikan di antaranya ke Desa Bojen Kec Sobang Kab Pandeglang.

Pantauan Jaya Pos di lapangan, masyarakat Bojen, disamping merasa sangat terbantu sekaligus tidak harus bersusahpayah mencari letak sumber mata air di pesawahan yang layak dikonsumsi baik untuk mandi maupun minum meski hanya untuk beberapa hari saja, tapi bersyukur karena pemerintah memberikan bantuan air bersih kepada warga setempat.

Akan tetapi, bantuan tersebut justru berakibat fatal bagi warga penerima, sebab air bersih yang diperoleh melalui 8 unit mobil yang mengangkut ternyata tidak layak konsumsi dan jelas-jelas mengandung endapan sejenis karat, sehingga menimbulkan bau tak sedap. Selain itu, juga disinyalir air itu, mengadung zat yang berbahaya bila dikonsumsi.

Hal itu terjadi setelah warga penerima bantuan air bersih membuktikannya di rumah masing-masing, sehingga beberapa warga mengaku merasa dibohongi. Disebutkan warga, sifat air jika diendapkan di dalam bak penampung baru beberapa menit saja sudah tercium bau karat dan kemudian jika dimasak mengeluarkan busa.

“Bagaimana kami bisa memanfaatkan bantuan air bersih dari PDAM Cabang Labuan? Jangankan untuk dimasak atau diminum, untuk mandi saja kami tidak berani,” keluh Tasiyah, warga setempat.

Sementara itu, Dedi S, Kepala PDAM Cab Labuan Kab Pandeglang saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengelak kalau 8 unit mobil PDAM yang mengangkut air bersih ke Desa Bojen, kotor dan mengandung zat yang berbahaya. “Saya berani katakan bahwa bantuan air bersih yang dialokasikan ke Desa Bojen tersebut sudah steril dan layak dikonsumsi,” katanya.

Mencermati hal tersebut, R Cakra Buana, Ketua LSM Pelopor Putera Bangsa (P2B) mengatakan, dalih apapun yang dilontarkan Dedi selaku Kepala PDAM Cab Labuan, itu adalah haknya. “Yang jelas, masyarakat tidak mengada-ngada, mereka akan katakan apa adanya,” ujarnya.

Hal itu, juga didukung atas hasil investigasi lembaganya ke Bojen. Ternyata, air bersih yang konon katanya adalah bantuan pemerintah, tapi kenyataannya harus dibeli Rp 1.000 per derigen.

Salah satu tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kab Pandeglang yang namanya tidak mau disebutkan mengungkapkan bahwa kondisi air yang dikategorikan aman dan layak konsumsi adalah jernih, tak berwarna, bebas dari penyakit mikroorgansime dan bebas dari zat kimia.

Sementara bahaya air yang mengandung zat berbahaya jelas dampaknya pada tubuh akan mengakibatkan seperti diare, infeksi cacing, kolera, serta sejumlah penyakit tubuh lainnya disebabkan mengkonsumsi air yang tidak layak. Yan/Rus


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72251)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61055)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52809)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20580)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16393)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15661)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15311)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14831)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11331)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya