Sabtu, 26 Januari 2019 - 05:04:38 WIB
Bangunan Proyek Multi Years Senilai Rp 225 M di Pulpis Disoal, Diduga Tak Sesuai SpekKategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 180 kali

Baca Juga:Pembangunan Dermaga Pelabuhan Paotere Sarat KongkalikongOknum Perawat RSUD Gambiran Kediri Diduga Potong Kaki PasienWalikota Dada Kembali Diuji Pembangunan Hotel De 'Java Diduga BermasalahBaru Dibangun Jalan Rusak Lagi

Pada akhir 2017 dan awal 2018 untuk lima paket proyek tersebut, ada  diusulkan penambahan anggaran hingga puluhan miliar tanpa persetujuan dewan. Padahal dana yang dianggarkan sudah melebihi dari cukup.

Palangka Raya, Jaya Pos

Sejumlah bangunan proyek multi years 2015-2017 di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Kalimantan Tengah (Kalteng) menelan dana sekitar Rp 220 miliar disoal sejumlah kalangan. Pasalnya bangunan yang terdiri dari kantor bupati senilai Rp 60 miliar, kantor DPRD Rp 40 milyar, stadion Rp 60 miliar dan Masjid Agung Rp 40 mi­liar tersebut diduga dikerjakan asal jadi, tidak sesuai spesifikasi teknis (spek).

Menyoroti bangunan tersebut, salah seorang anggota DPRD setempat yang tidak mau disebut namanya mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan gedung Kantor Bupati dan kantor DPRD yang diresmikan pada Juli 2017 lalu itu. Karena saat ini kondisi tiang pondasi dan dindingnya sudah banyak retak, serta atapnya bocor.

“Dari lima bangunan proyek multy years yang dibangun tersebut, yang terparah adalah kondisi bangunan gedung Christian Center. Karena toiletnya banyak yang tidak bisa digunakan, kacanya banyak yang pecah, bangunannya banyak yang retak, halaman depan dan belakang gedung ditumbuhi alang-alang hampir setinggi satu meter, dan sampai saat ini tidak dapat digunakan,” terangnya, saat dikonfirmasi Jaya Pos, Kamis (17/1/19).

Selain itu dia mengatakan bahwa pada akhir 2017 dan awal 2018 untuk lima paket proyek tersebut, ada diusulkan penambahan anggaran hingga puluhan miliar tanpa persetujuan dewan. Padahal menurutnya dana yang dianggarkan sudah melebihi dari cukup.

Hal senada diungkapkan Kasi Intel Kejari Pulpis, Gusti M Kahfi Alamsyah, saat ditemui pada Selasa (15/1/19). Ia menuturkan bahwa pada bangunan kantor Bupati Pulpis yang baru tersebut sudah retak dan bocor.

Padahal menurutnya bangunan tersebut dikerjakan oleh perusahaan jasa konstruksi berskala nasional. “Kondisi bangunan menjadi perhatian berbagai kalangan, terutama kami dari Kejaksaan. Diindikasikan ada yang tidak sesuai, proyek senilai puluhan milliar hasilnya kok seperti itu,” ucap pria yang akrab disapa Gusti itu.

Kondisi bangunan kantor Bupati dan kantor DPRD tersebut, juga mendapat sorotan dari anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Johansyah. Dalam percakapan via ponsel politisi Partai Gerindra ini mengatakan bahwa bangunan tersebut saat musim hujan lantainya selalu digenangi air, karena air yang jatuh dari talang tidak masuk ke saluran, serta tiang pancangnya tidak sempurna.

“Toilet banyak yang tidak berfungsi, seperti di Christian Center hingga saat ini tidak dapat digunakan akibat perencanaan yang tidak matang. Kemudian tiang listrik di muara jalan masuk, kalau tidak dipindahkan sangat mengganggu karena tidak ada rambu-rambunya,” jelasnya.

Johansyah menilai, anggaran ratusan milar yang digelontorkan untuk proyek tersebut, seolah-olah tidak cukup, karena hasil pekerjaannya banyak kejanggalan dan kualitasnya tidak sesuai, bahkan terkesan asal jadi.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada aparat penegak hukum agar jeli dan menyikapi masalah proyek multy years di Pulpis ini secara serius, supaya da­pat mengungkap diindikasi KKN didalamnya, dengan memanggil pihak pelaksana dan penyedianya.

Terkait hal tersebut, Jaya Pos telah berupaya melakukan konfirmasi dengan pihak Dinas PUPR setempat, namun hingga berita ini dilansir tidak berhasil ditemuai. Karena Kepala Dinas dan Kabid Cipta Karya tidak berada di tempat.(Mandau)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59369)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51244)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (33155)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14719)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14009)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13845)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13603)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13011)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9927)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9019)
Bedah JayaposTim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudBanjar, Jaya Pos Tunjangan Kinerja (Tunkin) pengganti Tunjangan Dae­rah (Tunda) yang bakal diterima ...


Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR
Laporan KhususPemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutLabusel, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memperoleh opini Wajar ...


Pemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018