Minggu, 23 September 2012 - 10:11:57 WIB
Guru Tua, Penentu Ibukota Sulteng di Palu, Presiden Soekarno Pemberi Nama Bandara MutiaraKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 6414 kali

Baca Juga:Pungli dan Calo Merajarela di Satpas Polres BlitarSatres Narkoba Polres Majalengka, Ringkus Gembong Sindikat Pengedar GanjaWalikota Jaksel dan Jajarannya Tidak Tanggap, PT Codefin Group Jarah Lahan Fasos-Fasum di PesanggrahBupati Simalungun DR JR Saragih "Suap" Uspida

Palu-Sulteng, Jaya Pos

Bandar Udara (Bandara) Kelas I Mutiara Palu, merupakan bandara terbesar yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng), yang kini sedang giat- meningkatkan infrastruktur guna memberikan pelayanan pengguna jasa yang lebih baik lagi. Terbukti, kini sedang dibangun fasilitas terminal penumpang serta areal parkir. Proyek tersebut bernilai ratusan milyar rupiah, yang bersumber dari APBN, dan pembangunannya dikerjakan oleh PT Adhi Karya, dan KSO dengan PT Setia Mulia Abadi.

Seiring bandara ini menampakan kemajuan fasilitas, diikuti pula adanya keinginan untuk memberi tambahan nama dibelakangnya yaitu Sis Aljufri, maka akan bernama Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri. “Nama Bandara Mutiara Palu kita akan usulkan, agar diganti menjadi Mutiara Sayied Idrus bin Salim Aljufri (SIS Aljufri),” ujar H Rusdy Mastura yang kini Walikota Palu untuk periode ke 2, di Hari Ulang Tahun (Haul) wafatnya Habib Idrus Aljufri Ke- 44.

Cudy (sapaan akrabnya) mengungkapkan perubahan nama bandara, akan tetap memasukkan kata Mutiara pada awal nama Sis Aljufri. Maknanya, Habib Idrus merupakan Mutiara dari Indonesia Timur yang patut dihargai dan diberi penghargaan yang tinggi. “Habib Idrus, pantas kita sebut sebagai Mutiara,” katanya.

Ditambahkan, perubahan nama bandara itu merupakan kewenangan pemerintah kota (pemkot), berkonsultasi ke pemerintah pusat.
Adanya keinginan dan usaha untuk memberikan tambahan nama SIS Aljufri setelah nama Bandar Udara Mutiara. “Maka, selaku Otoritas Bandara pada prinsipnya kami siap melaksanakan peraturan pemerintah pusat,” ujar Herson selaku Kepala Bandar Udara Mutiara Palu.

Guru Tua, Ulama asal Hadramaut, Yaman Selatan, yang pada 1930 mengembangkan pendidikan Islam di Sulawesi Tengah, Perayaan Haul nya dilaksanakan di Kompleks Perguruan Islam Alkhairat Jalan Sis Aljufri Palu Sulawesi Tengah, dan dihadiri masyarakat dari berbagai daerah.

Selain itu, nampak hadir para tokoh Alkhairat antara lain Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, Djamaluddin Mariajang selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat. Hadir pula Anggota DPR RI, Suryadharma Ali selaku Menteri Agama, Menteri Sosial Salim Aljufri, Longki Djanggola selaku Gubernur Sulteng, Amdjad Lawasa selaku Sekretaris Provinsi Sulteng, Anwar Hafid selaku Bupati Morowali, Mochsen Alidrus selaku Kakanwil Kementerian Agama Sulteng, Zainal Abidin sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Datokarama Palu.

Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat Habib Sayied Ali Muhammad bin Aljufri dalam sambutanya mengatakan, Alkhairaat menghargai sejarah tentang pemberian nama Bandara Mutiara Palu oleh mantan Presiden RI Pertama Ir Soekarno saat berkunjung ke Palu Sulawesi Tengah. “Kami menghargai sejarah itu, makanya nama Bandara Mutiara Sis Aljufri itu sudah ‘pas’, karena tidak bisa dipungkiri peran “Guru Tua” dalam membangun Sulawesi Tengah sejak tahun 1930 melalui lembaga pendidikan agama, dan kalau bukan karena guru tua, ibukota Sulawesi Tengah itu bukan di Palu, namun di Poso, karena Poso lebih jauh dikenal ketimbang Palu. Alkhairaat menghargai sejarah karena orang yang melupakan sejarah tidak akan maju,” tegas Habib Ali.

Sementara Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan bahwa pendiri Alkhairaat Habib Syaied Idrus bin Salim Aljufri atau “Guru Tua”, pihaknya akan ikut membantu dan mendorong agar kiranya Pemerintah RI dapat menobatkan Habib Syaied Idrus bin Salim Aljufri mendapat gelar Pahlawan Nasional. “Al Khairaat merupakan lembaga sosial keagamaan terbesar di kawasan Indonesia Timur yang berpusat di Kota Palu, dan memiliki lebih dari 1.000 Madrasah dan 20 Pondok Pesantren serta Panti Asuhan. Madrasah Yayasan itu terdiri dari Madrasah Ibtidaiah, Tsanawiah, Aliah dan sejumlah Sekolah Umum mulai TK, SD, SLTP, SMEA, Sekolah Menengah Pertanian, hingga Satu Universitas. Tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121108)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90668)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (55223)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (48183)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45598)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (44735)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37231)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32552)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31260)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (23512)
Bedah JayaposLemkira Tantang Polda Sulsel Untuk Menahan 7 Tersangka Proyek Pipa SPAM Makassar, Jaya Pos Proyek pengadaan dan pemasangan pipa tahun anggaran 2016 dilingkungan Satker Pengembangan ...


Proyek Amburadul Kok Dibilang Bagus Dan SesuaiPembangunan Jalan Baru Wiyung Asal Jadi, Dinas PU Kota Surabaya Dinilai Tutup MataTim Verifikasi Kecamatan Dan Kades Karangsari Angsana Diduga Kangkangi DD 2016-2017Pengadaan Alkes RSUD Barru Senilai 22,7 M Jadi SorotanPolres Bolmong Bidik Proyek Pembangunan Pasar GenggulangKades Sidojangkung Layak DibuiKades Indrapuri Diduga Bangun Boxcover Gunakan Dana Siluman
Laporan KhususKesepakatan RPJMD DitandatanganiMuba, Jaya Pos Legislatif dan Eksekutif menyepakati rancangan awal Rencana Program Pembangunan Jangka ...


Menristek Dikti Apresiasi Kepemimpinan Bupati BantaengKado HUT Kabupaten OKU Ke-107 Tahun 2017 Raih AdipuraAnugerah Adipura di Terima Bupati TrenggalekBupati Iskandar Persembahkan Adipura untuk OKIKepedulian Bupati Labuhanbatu Terhadap Warganya Pantas Diacungi JempolBupati Kab. Oku Menerima Piala Adipura Tahun 2017Dua Penghargaan Bergengsi untuk Kota Depok