Minggu, 23 September 2012 - 10:11:57 WIB
Guru Tua, Penentu Ibukota Sulteng di Palu, Presiden Soekarno Pemberi Nama Bandara MutiaraKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 2776 kali

Baca Juga:Pungli dan Calo Merajarela di Satpas Polres BlitarSatres Narkoba Polres Majalengka, Ringkus Gembong Sindikat Pengedar GanjaWalikota Jaksel dan Jajarannya Tidak Tanggap, PT Codefin Group Jarah Lahan Fasos-Fasum di PesanggrahBupati Simalungun DR JR Saragih "Suap" Uspida

Palu-Sulteng, Jaya Pos

Bandar Udara (Bandara) Kelas I Mutiara Palu, merupakan bandara terbesar yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng), yang kini sedang giat- meningkatkan infrastruktur guna memberikan pelayanan pengguna jasa yang lebih baik lagi. Terbukti, kini sedang dibangun fasilitas terminal penumpang serta areal parkir. Proyek tersebut bernilai ratusan milyar rupiah, yang bersumber dari APBN, dan pembangunannya dikerjakan oleh PT Adhi Karya, dan KSO dengan PT Setia Mulia Abadi.

Seiring bandara ini menampakan kemajuan fasilitas, diikuti pula adanya keinginan untuk memberi tambahan nama dibelakangnya yaitu Sis Aljufri, maka akan bernama Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri. “Nama Bandara Mutiara Palu kita akan usulkan, agar diganti menjadi Mutiara Sayied Idrus bin Salim Aljufri (SIS Aljufri),” ujar H Rusdy Mastura yang kini Walikota Palu untuk periode ke 2, di Hari Ulang Tahun (Haul) wafatnya Habib Idrus Aljufri Ke- 44.

Cudy (sapaan akrabnya) mengungkapkan perubahan nama bandara, akan tetap memasukkan kata Mutiara pada awal nama Sis Aljufri. Maknanya, Habib Idrus merupakan Mutiara dari Indonesia Timur yang patut dihargai dan diberi penghargaan yang tinggi. “Habib Idrus, pantas kita sebut sebagai Mutiara,” katanya.

Ditambahkan, perubahan nama bandara itu merupakan kewenangan pemerintah kota (pemkot), berkonsultasi ke pemerintah pusat.
Adanya keinginan dan usaha untuk memberikan tambahan nama SIS Aljufri setelah nama Bandar Udara Mutiara. “Maka, selaku Otoritas Bandara pada prinsipnya kami siap melaksanakan peraturan pemerintah pusat,” ujar Herson selaku Kepala Bandar Udara Mutiara Palu.

Guru Tua, Ulama asal Hadramaut, Yaman Selatan, yang pada 1930 mengembangkan pendidikan Islam di Sulawesi Tengah, Perayaan Haul nya dilaksanakan di Kompleks Perguruan Islam Alkhairat Jalan Sis Aljufri Palu Sulawesi Tengah, dan dihadiri masyarakat dari berbagai daerah.

Selain itu, nampak hadir para tokoh Alkhairat antara lain Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, Djamaluddin Mariajang selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat. Hadir pula Anggota DPR RI, Suryadharma Ali selaku Menteri Agama, Menteri Sosial Salim Aljufri, Longki Djanggola selaku Gubernur Sulteng, Amdjad Lawasa selaku Sekretaris Provinsi Sulteng, Anwar Hafid selaku Bupati Morowali, Mochsen Alidrus selaku Kakanwil Kementerian Agama Sulteng, Zainal Abidin sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Datokarama Palu.

Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat Habib Sayied Ali Muhammad bin Aljufri dalam sambutanya mengatakan, Alkhairaat menghargai sejarah tentang pemberian nama Bandara Mutiara Palu oleh mantan Presiden RI Pertama Ir Soekarno saat berkunjung ke Palu Sulawesi Tengah. “Kami menghargai sejarah itu, makanya nama Bandara Mutiara Sis Aljufri itu sudah ‘pas’, karena tidak bisa dipungkiri peran “Guru Tua” dalam membangun Sulawesi Tengah sejak tahun 1930 melalui lembaga pendidikan agama, dan kalau bukan karena guru tua, ibukota Sulawesi Tengah itu bukan di Palu, namun di Poso, karena Poso lebih jauh dikenal ketimbang Palu. Alkhairaat menghargai sejarah karena orang yang melupakan sejarah tidak akan maju,” tegas Habib Ali.

Sementara Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan bahwa pendiri Alkhairaat Habib Syaied Idrus bin Salim Aljufri atau “Guru Tua”, pihaknya akan ikut membantu dan mendorong agar kiranya Pemerintah RI dapat menobatkan Habib Syaied Idrus bin Salim Aljufri mendapat gelar Pahlawan Nasional. “Al Khairaat merupakan lembaga sosial keagamaan terbesar di kawasan Indonesia Timur yang berpusat di Kota Palu, dan memiliki lebih dari 1.000 Madrasah dan 20 Pondok Pesantren serta Panti Asuhan. Madrasah Yayasan itu terdiri dari Madrasah Ibtidaiah, Tsanawiah, Aliah dan sejumlah Sekolah Umum mulai TK, SD, SLTP, SMEA, Sekolah Menengah Pertanian, hingga Satu Universitas. Tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116187)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (87713)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (40605)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (22058)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (21759)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (15768)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (15056)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (14400)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (13908)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (12106)
Bedah JayaposDana Pemeliharaan Pamsimas Diduga Ditilep Oknum DesaSubang, Jaya Pos Kesulitan memperoleh air bersih, khususnya air minum hingga kini masih berlangsung ...


Langgar PP Nomor 109 Tahun 2012, Perusahaan Rokok Pasang Baliho Tanpa Pesan 'Merokok Membunuhmu'Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di Bappeda Musi RawasPembangunan Embung Senilai Rp 2 Milyar di Banyuwangi Gagal KonstruksiPT Triomas Diduga Merambah Kawasan Giosfer di SiakDiduga Terjadi Praktek Kongkalingkong, Menhub Batalkan Lelang Proyek Rp 39,3 Milyar di ATKP MakassarPPK ATKP Makassar Memilih Bungkam Soal Proyek Pengerukan Dan Pematangan Lahan Senilai 39,6 M508 Indomaret Disegel, Lahan Atensi Mafia Dinas Hilang
Laporan KhususKemiskinan Memaksaku Menjdi TKW (Bgn 1)Oleh : Alexander Sibarani (Wartawan Harian Jaya Pos) Bekerja jauh di negeri orang dengan harapan terbebas ...


Group Facebooker K2AM Gelar Baksos Panti Jompo BinjaiMaju Calon Bupati 2015-2020, Carlos Melgares Eks Warga Spayol Siap Membangun SamosirBantaeng Buka Program 1 Juta Rumah untuk NelayanSDAP Banten Tingkatkan Ketersediaan Air Baku dan Irigasi Yang LayakDisdik Gagas KKN Berbasis Desa TerpaduPeringatan Hardiknas Meriah di Kabupaten OKUBPMP2T Kabupaten Pelalawan Melayani Dengan Sepenuh Hati