Sabtu, 22 September 2012 - 06:04:58 WIB
Pupuk UPS Tak Laku DijualKategori: Depok - Dibaca: 354 kali

Baca Juga:Dugaan Korupsi Rp 4 M, Patron Minta Kejati Ambil Alih Kasus Disdik Kab TangerangKepala Inspektorat Diduga Tilep Biaya SPJ 30%Tunjangan Guru Diduga DikorupsiMesin Partai Mandul Foke-Nara Kalah

Depok, Jaya Pos

Pupuk kompos hasil olahan Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Depok kurang laku dijual di pasaran. Sehingga banyak kompos menumpuk di hanggar UPS. Hal tersebut menyebabkan pengelola UPS swasta enggan mengelola kembali sampah yang masuk ke tempat mereka.

Pemerintah Kota Depok tengah berupaya mencari jalan keluar agar pupuk olahan UPS dapat diterima dan digunakan konsumen. “Tidak mudah mengatasi masalah seperti ini. Mereka sudah mengolah pupuk kompos, tapi tidak ada yang beli. Tidak laku dipasaran.Kita sedang mencari solusi terkait permasalah tersebut,” kata Wakil Wali Kota Idris Abdul Somad, baru-baru saat berkunjung ke SMUN V Sawangan.

Menurut Idris, pihaknya memiliki beberapa alternatif solusi. Salah satunya adalah pemerintah membeli seluruh pupuk kompos hasil olahan sampah UPS. Kompos tersebut tidak untuk dijual, melainkan digunakan sebagai penyubur tanah di taman kota. “Kita sedang mencari payung hukumnya. Kalau pemerintah yang beli kan tidak mungkin untuk dijual, pasti untuk digunakan,” katanya.

Idris mengatakan, masalah kompos hanya lah masalah kecil. Masih ada masalah besar lainnya yang harus secepatnya diatasi.Yakni terkait lahan UPS milik perorangan. “Kami sudah memberi arahan kepada dinas agar secepatnya mengatasi masalah ini. Tidak boleh ada lagi UPS di bangun dilahan perorangan. Apalagi sampai menimbulkan masalah,” ujar mantan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok itu.

elain itu, kata Idris, untuk mengatasi membeludaknya sampah dari masyarakat, Pemerintah Kota Depok berencana melebarkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang hampir mendekati overload. “Peleberannya mencapai 30 hektar. Tapi itu baru sebatas wacana belum dapat direalisasikan,” katanya.
Dia menambahkan, pemerintah juga tengah menjalin kerjasama membangun terminal sampah dengan Kabupaten Bogor. Tepatnya di wilayah Nambo. “Sudah ada komunikasi antarkepala dinas. Tapi belum ada pertemuan tingkat tinggi antarkedua wilayah tersebut,” tandas Idris.
Di tempat sama, Kepala Sekolah SMU V, Dede Agus Suherman, mengatakan sekolah yang dipimpinnya telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sejak 2 tahun lalu. Sampah basah dijadikan pupuk kompos. Sedangkan sampah kerin dijadikan beragam karya seni bernilai jual. “Untuk kaleng minuman kita pergunakan menambal dan merenovasi rumah kaleng yang dulu diperolmbakan di Jepang,” kata dia.
Dede mengatakan, kompos yang dihasilkan sekolah ini dipergunakan untuk menyuburkan pepohonan. Lihat saja, kata dia, sekolah SMU V lebih asri dibandingkan sekolah lainnya di Depok. “Sekarang ini SMU V terpilih sebagai sekolah terbersih di Kota Depok. Terpilih mewakili Depok untuk mengikuti perlombaan tingkat Provinsi Jawa Barat,” kata dia.

i tempat berbeda, warga Sawangan, Saiyo, menyayangkan masih banyak UPS yang tidak difungsikan seharusnya. Bahkan, ada UPS yang dijadikan kandang kambing dan sapi. “Itu kan penghinaan. Anggaran rakyat bukannya diperguanakan dengan benar malah digunakan buat kandang sapi dan kambing,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) H Ridwan, mengatakan, pembangunan UPS tidak lagi menjadi inisiatif pemerintah. Melainkan menunggu sikap pro aktif dari masyarakat.  Dia menambahkan, kendati demikian pembangunan UPS tetap sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disusun DPRD dan Wali Kota Depok. “Tahun 2013 kita sudah menyiapkan tiga titik pembangunan, semuanya atas permintaan masyarakat,” katanya.

Ridwan mengatakan, pihaknya tidak ingin lagi mendapat komplain dari masyarakat karena alasan tidak mendapat izin, bau, dan sebagainya. Bila masyarakat menginginkan wilayahnya berdiri UPS tinggal mengajukan ke pemerintah. Pihaknya, kata Ridwan, akan meninjau lokasi yang diusulkan jadi tempat pembangunan UPS.

Dia menuturkan saat ini DKP tengah menggalakan gerakan memilah sampah. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah tanpa dipilah terlebih dahulu. Seluruh sampah yang masuk ke dalam UPS sudah terbagi antara sampah organik dan non organik. Dia mengingatkan, berapa pun dana yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi masalah sampah menjadi percuma dan sia-sia tanpa melibatkan partisipasi masyarakat. Joko W


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59284)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51147)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (26212)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14470)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13897)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13597)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13506)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12899)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9220)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8917)
Bedah JayaposDiduga Kurir Sabu Bergentayangan Di Daerah Sungai SembilanDumai, Jaya Pos Informasi dan sejumlah keterangan yang dirangkum dari masyarakat di wilayah Kecamatan Sungai ...


Korban Tsunami Alami Kerugian, Petinggi Balai TN Ujungkulon Terkesan Lakukan PembiaranKinerja BLP2A Kota Surabaya Layak Di Sorot Terkait Aset Kendaraan dan Kepemilikan BPKBGubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluDiduga DD Ganggaeng Tahun 2018 Tak Direalisasi, Kecamatan Picung Ambil Jurus Gubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluKontruksi Jalan Paving Baru Mleto Di Korupsi? Pengawasan Dinas Tutup MataProyek Survey Data Base Berbasis Web GIS 1,1 Miliar Terindikasi Fiktif
Laporan KhususLurah Baru Menjadi Semangat Baru Bagi Kelurahan Pondok Cabe IlirTangsel, Jaya Pos Baru tiga bulan menjabat Kepala Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Munadi melakukan gebrakan ...


Sekda: Jabatan Pegawai Sesuai Kompetensi Lahirkan Pemerintahan Yang BaikPemkab Tangerang Peduli Pola Hidup Bersih Dan Sehat Di Pondok PesantrenBupati Banyumas Lantik 7 Camat BaruTanah Datar Raih Terbaik I PPD Tiga Tahun Berturut-TurutFachrori Yakinkan Konjen Singapura Berinvestasi di JambiBupati PALI Resmikan 12 Unit Pasar RakyatPemkab Labuhanbatu Terima Penghargaan Nirwasita Tantra Award 2018