Sabtu, 22 September 2012 - 05:54:49 WIB
Mesin Partai Mandul Foke-Nara KalahKategori: Jakarta - Dibaca: 278 kali

Baca Juga:Dana Alokasi Cukai Kabupaten Tulungagung Diduga Jadi Ajang KorupsiTidak Respon Publik, Wakil Bupati Garut Dinilai AroganPembangunan Tower Ilegal Marak di Kota TangerangPensiunan PTPN V Tidak Terima Gaji Selama 12 Tahun

- Koalisi Partai Besar Dipermalukan

Figur seorang Foke sudah cukup bagus, namun tidak memoles diri dengan pencitraan disamping sikap tim Foke dalam menghadapi persoalan perbedaan etnis dan agama, justru memberatkan Foke.

Jakarta, Jaya Pos

Dukungan 80 partai persen kepada pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli tidak mampu menghadang figur Joko Widodo. Perolehan suara Foke-sapaan Fauzi Bowo sebesar 47 persen pada putaran kedua pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta dinilai bukan suara yang dihasilkan partai. Pilihan kepada Foke didasarkan atas faktor kemimpinannya, pengalaman, kinerja, pendidikan serta kesamaan suku dan agama.

“Mesin partai mandul untuk menambah perolehan suara untuk pasangan Foke-Nara.  Partai tidak beroperasi maksimal, termasuk mesin PKS yang selama ini dikenal solid dan loyal. Pemilih menjatuhkan pilihan berdasarkan pertimbangan pribadi, bukan instruksi partai,” kata Tom Pasaribu, pengamat kota Jakarta kepada Jaya Pos, Jumat (21/9).

Menurut Tom, kemenangan Jokowi atas Foke itu sekaligus mempermalukan partai-partai pendukung Foke. Enam partai besar yang berjanji mengerahkan kadernya memilih Foke ternyata gagal mengadang popularitas Jokowi. Kemenangan Jokowi itu menunjukkan bukti bahwa kekuatan figur seseorang masih lebih berpengaruh ketimbang partai-partai pendukung.

Tom melihat figur seorang Foke sudah cukup bagus di masyarakat. Namun Gubernur yang kini sudah berusia 64 tahun itu tidak memoles diri dengan pencitraan yang pada sebagian masyarakat Jakarta masih menjadi salah satu alasan memilih seseorang.

Selain itu, sikap tim Foke dalam menghadapi persoalan perbedaan etnis, agama, ataupun dalam mendekati calon pemilih menampilkan sisi miring yang cukup memberatkan langkah pasangan nomor urut satu ini. Diperparah lagi oleh sikap elite-elite partai politik yang ramai-ramai mendukung pasangan ini sehingga justru menimbulkan gelombang kritik dan kecaman publik.

“Bandul pilihan akhirnya justru mengarah ke calon yang terlihat low profile dalam menyikapi berbagai tuduhan. Model kampanye negatif berbau SARA yang dialamatkan kepada pasangan Jokowi-Ahok justru merugikan pasangan Foke Nara. Dukungan terhadap Jokowi-Ahok pun mengalir, sebagaimana terlihat dari hasil survei pasca-pemilihan (exit poll). Mereka yang pada putaran pertama golput, lebih mengarahkan dukungan kepada pasangan nomor urut tiga ini,” kata Tom.

Tak mau disalahkan atas kekalahan jagoannya, sejumlah elit partai pendukung Foke-Nara mengatakan bahwa partai pendukung sudah maksimal melakukan upaya pemenangan kepada Foke. Seperti yang dikatakan Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Andi Nurpati. Ia mengakui bahwa Partai Demokrat tidak banyak dilibatkan dalam kerja tim sukses pasangan Foke-Nara.

“Kami bekerja, tapi tidak maksimal, karena faktor tim sukses yang dipilih langsung oleh kandidat. Apalagi timses dibentuk sendiri oleh calon, bukan parpol,” ujarnya kepada Jaya Pos.

Dia menambahkan, kekalahan Fauzi disebabkan figur dan kepribadiannya sudah dikenal warga Jakarta. Sementara lawan politiknya, Joko Widodo, merupakan sosok baru yang dapat mempengaruhi keberpihakan masyarakat.

“Meski belum kenal Jokowi, warga Jakarta akan menganggap dia mampu. Berharap ada perubahan drastis bagi Jakarta setelah ganti orang,” ujarnya.

Permalukan Partai Besar

Kemenangan pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama ini dengan skor sementara 54 persen untuk Jokowi dan 46 persen untuk Foke , menjadi pukulan telak bagi partai-partai besar yang bersatu mendukung pasangan calon Foke-Nara. Jokowi telah mempermalukan partai-partai besar.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, mengatakan kemenangan Jokowi-Basuki menunjukkan dukungan Partai Demokrat, Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera tak mampu mendongkrak perolehan suara Foke. “Sosok Jokowi merobohkan dominasi partai-partai besar,” kata Ari.

Menurut Ari, apa yang terjadi pada putaran kedua menjadi kontra dengan proses pilkada di putaran pertama. Di peperangan awal, banyak partai ramai-ramai mengusung isu perubahan dan menilai Foke gagal. Tapi, pada putaran kedua, partai-partai itu justru mengusung Foe. Kader partai pun kecewa melihat elite partainya mendukung Foke. “Partai menjilat ludahnya sendiri. Dan ini justru menjadi blunder bagi Fauzi,” ujarnya. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51232)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32243)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14702)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13990)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13831)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9832)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9010)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional