Kamis, 20 September 2012 - 08:44:15 WIB
39 Kecamatan di Garut KekeringanKategori: Jawa Barat - Dibaca: 213 kali

Baca Juga:Terkait Putusan MA Dua Lembaga Keuangan Akan DieksekusiDPC Partai Demokrat OKUS Daftar di KPUPengurusan SIM di Satlantas Dumai Diharapkan TransparanProyek Rumah Transmigrasi Ketapang Senilai Rp9,4 M Diduga Gunakan Material Kayu Ilegal

Garut, Jaya Pos

Beberapa bulan terakhir, kekeringan yang melanda Jawa Barat khususnya Kabupaten Garut, begitu terasa dampaknya bagi para petani terutama petani padi akibat kekeringan yang terjadi.

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangandan Holtrikultura, Wawan Suherman, bahwa kekeringan yang melanda Kabupaten Garut terasa dampaknya di 39 kecamatan. Upaya yang telah ditempuh oleh pihak Pemerintah Kabupaten Garut dalam mengantisipasi kekeringan dengan melakukan himbauan dari bulan Mei kepada masyarakat, khususnya petani agar di musim kemarau lebih efesiensi dalam penggunaan air.

Selain itu, tambah Wawan, dampak dari kekeringan yang terjadi terhadap areal luas pesawahan antara lain intensitas ringan 649 k, intensitas sedang 341 h, intensitas berat 497 h, intensitas Fuso 690 h. Sisi lain, menurut Wawan mengenai kebutuhan pasokan beras sendiri aman dan tidak mengarah pada rawan pangan.

Sedangkan menurut salah seorang Kasi di bawah Bidang Padi dan Palawija, Endang Junaedi mengatakan bahwa mengenai arti dari kekeringan sendiri jangan sampai salah persepsi. Sebab kekeringan menurut versi pertanian adalah lahan sawah yang ditanami padi, sisi lain menurut Kepala Bidang Komoditas Holtikultura, Beni Yoga G menyebutkan, dengan terjadinya kemarau tidak berdampak sama sekali, sebab bidang holtikultura tanaman yang ditanam tidak begitu banyak menggunakan air, sebab tanaman yang ditanam berupa sayuran.
“Malah, posisi sekarang ini sangat menguntungkan sekali bagi petani sayuran, harga sayuran meningkat,” jelasnya.Hartono


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51232)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32243)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14702)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13990)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13831)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9832)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9010)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional