Minggu, 18 November 2018 - 06:52:58 WIB
Tedja Widjaja Pemilik Lentra Kasih Dan Mantan UPPRD Dilaporkan Ke KPKKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 290 kali

Baca Juga:Resahkan Masyarakat, Oknum Dishub Kota Medan Lakukan Pungutan LiarKepala BKKBN Provinsi Jambi DilantikKepala Inspektorat Pemkab Humbahas Curi Uang APBD?isip Unsri Puji Pembangunan di OKI

Setelah dilaporkan telah melakukan tindak pidana pemalsuan kini pemilik sekolah Lentera Kasih, Tedja Widjaja terancam dijerat dengan kasus korupsi dan gratifikasi.

Jakarta, Mantan kuasa terdakwa Tedja Widjaja, Bambang Prabowo, melaporkan kasus dugaan korupsi dan gratifikasi yang dilakukan Tedja Widjaja dengan Simon Penjaitan mantan Kepala Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Tanjung Priok, Jakarta Utara, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Bambang Prabowo berharap KPK dapat menuntaskan kasus tindak pidana khusus itu sebagaimana halnya pidana umumnya yang saat ini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.Bambang Prabowo sudah menyerahkan laporannya ke Pengaduan Masyarakat (Dumas) Komisi pemberantasan korupsi( KPK ),“Juga bukti-bukti sudah saya berikan ke KPK,” ujarnya.

Saat keluar dari gedung KPK Bambang Prabowo mengatakan, ”Saya laporkan kasus ini ke KPK karena saya merasa diancam somasi oleh kuasa hukum terdakwa Tedja Widjaja dan saya siap menjadi saksi fakta KPK.Saya akan membuktikan semua kejahatan pemalsuan yang dilakukan Tedja Widjaja bersama Simon Penjaitan,dan saya akan membuktikan pernyataan yang buat dihadapan Notaris Tjong Sendrawan SH, bahwa saya mantan kuasa Tedja Widjaya dan disuruh mengurus pemecahan sertifikat tanah UTA ’45 17 Agustus dengan menggunakan Akte Notaris No.01.- tertanggal 12 Febuari 2014- yang dibuat di NotarisAsep Dudi Suwardi,SH di Kota Tanggerang ternyata sudah dibatalkan oleh Direktur Perdata Kemenkum HAM No, AHU2.AH.01.04-50 akte Notaris Aspal yg dan surat-surat saya terima dari terdakwa Sutedja Wijaya untuk diserahkan ke BPN Jakut dan semua administrasi lainnya diurus oleh Notaris Wilamartha,” ucapBambang.

Pada saat itu datang ratusan mahasiswa UTA 45 Jakarta pada waktu hampir bersamaan juga meminta KPK serius mengusut tuntas dugaan suap Kepala UPPRD Tanjung Priok, SP. “Kami menuntut KPK untuk menyeret para pelaku suap dari instansi pemerintah (UPPRD) itu. Akibat perbuatan oknum pejabat pemerintah bersekongkol dengan pengusaha (Tedja Widjaja) membuat kami sebagai mahasiswa UTA 45 menjadi turut dirugikan.Sebab, pengembangan kampus kami menjadi tidak bisa sebagaimana direncanakan,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya di halaman gedung KPK.

“Dugaan gratifikasi itu sudah ada di depan mata dan sudah dinyatakan bahwa orang yang diduga memberikan dan menerima satu milliar rupiah itu sudah ada orangnya. Jadi, penyidik KPK tinggal menyeret mereka ke Pengadilan Tipikor Jakarta,” kata mahasiswa UTA 45 tersebut.
Ketua Dewan Pembina UTA 45 Rudyono Darsono yang juga hadir di gedung KPK menyatakan, KPK tidak perlu ragu dengan bukti-bukti kasus dugaan gratifikasi yang disampaikan Bambang Prabowo.Sebab, sudah sudah ada pelakunya yang diadili (Tedja Widjaja) terkait tindak pidana umumnya.“Dugaan gratifikasi itu terjadi saat pemecahan surat-surat tanah lokasi kampus UTA 45 yang tidak sesuai prosedur sehingga sangat merugikan kami,” ujar Rudyono Darsono didampingi Rektor UTA 45 Virgo Simamora dan Ketua Yayasan UTA 45, Rudyono.

Saat dihubungi Jaya Pos melalui WA nya (15/11 09:23), Rudyonomengatakan,”Saat ini pejabat bangsa kita mengalami krisis integritas, krisis pikiran dan intelektual kebangsaan.Makanya para pengusaha kotor bisa dengan mudah berkolaborasi dengan pejabat bermental korup.” ujarnya

“Politikus dan pejabat sontoloyo telah melahirkan proses penegakan hukum genderuwo, yang hanya bisa menakut nakuti dan menyusahkan rakyat Indonesia. Hanya untuk mendapatkan keadilan, sebuah lembaga pendidikan tinggi sekelas UNTAG yang telah begitu banyak melahirkan pejabat pejuang orda masa lalu, Sampai harus mendapatkan kriminalisasi.dan kejahatan hukum dari oknum2 kepolisian.dan melewati proses yang sepertinya tidak pernah ada ujungnya.Inilah hukum Indonesia, dimana kutukan Penjajah Belanda masih ada dan tersimpan rapi di laci para pejabat Indonesia.Penjajah telah pergi, tapi roh dan spirit penjajahan masih sangat kuat mengcengkram tanah air kita”ucap Rudyono. (H.Yusuf)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59562)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51420)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43621)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14905)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14181)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14008)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13743)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13205)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11054)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9182)
Bedah JayaposAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanPandeglang, Jaya Pos Pembelian mobil ambulan Desa Ciawi, Kecamatan Patia yang direa­lisasikan dari ...


Getwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan Pembiaran
Laporan KhususApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBintan, Jaya Pos Bupati Bintan Apri Sujadi kembali mendapatkan penghargaan nasional. Kali ini, orang nomor ...


Bupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku Batak