Selasa, 13 November 2018 - 05:56:58 WIB
Diduga Jadi Ajang Cari Untung, Sanimas Cigondang Pantas Laporkan KejatiKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 136 kali

Baca Juga:Pria Bisu Tertangkap Bawa GanjaPeri Ananta: Kapal Penangkap Ikan Tingkatkan Kesejahteraan NelayanProyek Jalan Lingkungan Tahun 2011 Rusak ParahSayur-Mayur di Senggerang Balocci Bergejolak

Pandeglang, Kejaksaan Tinggi Republik Indonesia diharapkan segera mengambil sikap atas terjadinya satu persoalan dan tindakan yang dilakukan secara sadar soal pengelolaan uang negara yang dialokasikan pada pembangunan instalasi pengelolaan air limbah komunal berupa sanitasi berbasis Masyarakat (Ipal Komunal Sanimas) di Desa Cigondang Kec Labuan Kab Pandeglang Prov Banten.

Sederet pelaku pengerjaan disinyalir tidak sejalan dengan program yang sebenarnya. Bahkan adu argumentasi, saling mempertahankan pendapat dan nilai perbelanjaan material yang terindikasi tidak transparan ditambah munculnya salah satu personil bernama Iip dengan posisi yang diduga tidak jelas.

Sehingga membuat carut marut tak berkesudahan yang membuat negarapun otomatis dirugikan, dan hasil nota kesepakatan antara Bank Dunia dengan Pemerntah Pusat cukup hanya sebatas tahu LPJ semata. Meski berupa cerita kosong dari para pelaksana pengerjaan Sanimas yang dijual secara tulisan.

Dari hasil investigasi Jaya Pos soal Sanimas Cigondang di ketahui bahwa Kelompok Swadaya Masyarakat Karangsari (KSM Kasara) yang dikomandoi Alidan statusnya sebatang kara dalam arti tidak memiliki sekretaris dan bendahara. Padahal KSM wajib sifatnya memiliki dua personil. Sementara Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM 17) yang seharusnya tidak memiliki sekretaris dan hanya memiliki sekretariat justru menempatkan Iik di posisi terlarang itu.

Sayangnya hal itu ditepis oleh Carum, salah satu petinggi BKM. “Bahwa BKM memiliki sekretaris, Iik itu posisinya di BKM adalah sekretaris,” ujar Carum yakin. Beda dengan ucapan KSM lain, “BKM itu memiliki sekrertariat tapi tidak memiliki sekretaris BKM itu hanya pembukuan,” jelasnya.

Sepak terjang Iik pun dianggap tak Jelas, sang sekretaris menurut Carum itu sekaligus merangkap tekhnik bangunan Sanimas. Beda pendapat dan beda sekaligus instruksi dengan BKM – BKM lain di Indonesia baik secara tertulis maupun less. Contohnya, bangunan Sanimas yang umumnya menggunakan water stop justru Sanimas ‘made in Iik’ sama sekali tidak menggunakan itu.

Hebatnya lagi, ketika dipertanyakan Jaya Pos lewat telepon dia menjawab merasa benar dan paling benar dengan alasan–alasan yang tidak bisa di pahami. Jaya Pos pun kemudian mencari reverensi pada BKM lain yang pendapatnya bisa dipercaya. “Kalau Sanimas kami jelas harus menggunakan water stop sebab fungsi water stop itu sangat penting untuk mengindari kebocoran terutama pada sambungan-sambungan beton di bawah tanah,” jelasnya.

Lalu dimana Tupoksi KSM yang diketuai Alidan, ”Saya tidak memiliki sekretaris tidak memiliki Bendahara satu lembarpun nota perbelanjaan tidak ada dari saya., Justru sekretaris itu adalah Iik dan Bendahara itu adalah Carum jadi Iik dan Carum ya sekretaris ya bendahara ya KSM ya BKM,” ungkap Alidan jengkel .

Melihat persoalan tersebut memunculkan dugaan, jika mereka hanya ingin memanfaatkan uang negara saja sebab pada kenyataannya hasil pekerjaannya disamping menyimpang juga terkesan adanya penyerobotan posisi yang tidak dibenarkan oleh aturan dan peraturan pembuatan Ipal Komunal Sanimas. “Dengan demikian saya harapkan pihak Kejati sudah saatnya mengambil sikap sekaligus mengantisipasi adanya kebocoran uang negara,” terang Mukri Adiaks alias Si Bola aktifis LSM RP-NKRI. (AAN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (57483)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50768)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14053)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13535)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13201)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12482)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8524)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7346)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6460)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6265)
Bedah JayaposKadis PU Bina Marga Pasuruan Tantang Wartawan ke Lokasi ProyekPasuruan, Jaya Pos Setelah diberitakan beberapa waktu lalu terkait dugaan adanya pekerjaan peningkatan jalan ...


Diduga Libatkan Oknum Dewan, Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana PokirBPN Labuhanbatu Diduga Ada Main Dengan PT. CSR, Terkait Luas ArealDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark Up (Bagian 2)Lanjutan Peningkatan Jalan Jatake -Binong Diduga Beraroma KorupsiBelum Setahun, Jalan Tewah-Tumbang Miri Senilai 80 Miliar Sudah Rusak ParahKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutDiduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota Manado
Laporan KhususGubernur Olly Dondokambey Menyerahkan DIPA dan Dana Transfer ke Daerah Serta Dana DesaManado, Jaya Pos Bertempat di Auditorium Mapalus (13/12/2018), Gubernur Sulawesi, Utara Olly Dondokambey ...


Jalan Rusak Akibat Proyek Tol Sudah Mulus KembaliPerayaan Natal Bersama Oleh Gereja-Gereja Tambusai Utara-RohulDi HUT Ke-44 Semen Baturaja Semakin Peduli Lingkungan Kumpulan Silahi Sabungan Rayakan Ulang Tahun Ke 24 Kodam IV Diponegoro Kembali Sapu Bersih Juara Dalam TMMD ke 103 Tahun 2018Desa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanAPBD Tanah Datar 2019 Disepakati