Sabtu, 10 November 2018 - 08:30:00 WIB
Pembangunan Stasiun Uji Bus Kementerian Pertanian Memakai Material Tidak SNIKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 260 kali

Baca Juga:Sayur-Mayur di Senggerang Balocci BergejolakMantan Lurah Birobuli Utara Rentan MasalahRehabilitas Ruang Kelas di Kecamatan Pasar Kemis, Disinyalir Beraroma KorupsiKepala SMPN 11 Cimahi Jemput Bola ke Warga

Jatim, Paket pekerjaan kontruksi pembangunan Stasiun Uji Buss Mojosari yang berlokasi di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur dengan pagu anggaran Rp11.448.000.000;00 HPS Rp 9.424.248.012.,33 dimenangkan oleh PT .Yudha Perkasa Utama yang beralamat di Jalan Raya Hankam no 144 RT 003/005 Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati Bekasi (Kota), Jawa Barat.

Dengan nomor kontrak 386/SPK/PPK/09/2018 Tanggal 24 September 2018 jangka waktu pelaksanaan 99 hari kalender serta Konsultan Pengawas CV Prima Cipta Konsultan, konsultan perencana CV Matra Cipta Konsultan, instansi Kementrian Pertanian Satuan Kerja Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian dengan Kasatker Prof.(R) Dr. Ir Erizal Jamal, M.Si

Dari hasil monitoring yang dilakukan Jaya Pos dan beberapa LSM pada hari Kamis (8/11/2018) di lokasi kegiatan ditemukan beberapa dugaan kecurangan kontraktor.

Hal itu disampaikan oleh Ketua LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) Ir Didik Wahono SH .MSi kepada Jaya Pos, Kamis (8/11/18) di kantornya yang mengatakan, “Kita telah sama sama datang ke lokasi bahkan disaksikan oleh petugas bahwa terjadi beberapa kecurangan yang diduga dilakukan oleh penyedia jasa atau kontraktor yang menjurus pada mencari keuntungan diluar batas kewajaran dengan cara-cara yang melawan hukum seperti terlihat pada beberapa item pekerjaan antara lain :

(1) bahan baku pasir (agregat halus) baik untuk pasangan batu-bata (brick wall) maupun plester dapat dipastikan memakai ayakan sirtu halus (bukan pasir) de­ngan ciri fisik berwarna keku­ning-kuningan dan bila dicampur dengan portmen /cemen akan nampak kasar dan keputih abu – abu.

(2) Pemakaian besi banci (non SNI) dengan ciri - ciri fisik besi berdiameter kurang dari ukuran yang telah disepakati dalam kontrak

(3) memakai tabung gas LPG yang diperuntukkan bagi warga masyarakat miskin sebagai bahan bakar untuk menjalankan.pekerjaan

(4) konsultan pengawas terindikasi bersekongkol dengan penyedia jasa terbukti membiarkan saja ketika kontraktor memakai bahan baku diluar ketentuan kontrak

(5) pengurangan.kualitas pe­kerjaan pada item.pasangan batu-bata dan plesteran yang mensyaratkan 1: 4 atau setara dengan K.175

(6) mutu beton untuk sloof pagar juga kolom. Praktiknya kurang dari ketentuan K 225

(7) jarak besi beugel ada sebagian yang melebihi 15 cm ,” jelasnya.

Sementara konsultan pengawas yang ada di lokasi hanyalah pengawas administrasi sedang dari pihak kontraktor yang ada hanya logistik artinya tidak ada ahli yang berkompeten dalam.pelaksanaan pekerjaan ini. Dari keterangan mandor, logistik dan konsultan pengawas administrasi mengatakan, “Pihak PT telah mengkondisikan teman media mas,” ungkap mereka kompak.

Dan bila ingin konfirmasi pada PPK disarankan besok pada hari Jum’at (9/11/18) agar datang lagi setelah selesai sholat Jum’at. (Zein)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59098)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50956)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14259)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (14103)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13720)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13405)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13357)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12709)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8746)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8296)
Bedah JayaposKorban Kasus Akta Nikah Yang Diduga Palsu Melapor Ke Polda RiauPekanbaru, Jaya Pos Sehubungan dengan adanya laporan mengenai Akta Nikah diduga palsu yang dikeluarkan oleh ...


Selain Langgar Permendes No 19, Perangkat Desa Ciseureheun Juga Dobel JobKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MRSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah Fiktif
Laporan KhususDalam Tiga Bulan, Petani Cabai Bantaeng Bisa Raup Rp30 Juta Bantaeng, Jaya Pos Pengembangan inovasi pertanian terus dilakukan petani di Bantaeng. Salah satu yang sedang ...


KPU Gumas Gelar Rakor Penyusunan DPTB dan DPK Pemilu 2019Penilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMK