Selasa, 18 September 2012 - 07:41:52 WIB
Dua Perusahaan Tambang Bidik Pasir Besi di BuolKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 466 kali

Baca Juga:Petani Pangkep Menuju AlsintanDiduga Oknum PT Pos Tilep Dana Pensiun TNIJalan dan Jembatan Rusak Warga Perbaiki Secara SwadayaRuang Anggrek RS Anuntaloko Parigi Bau

Buol-Sulteng, Jaya Pos

Di Kabupaten Buol belum terlalu larut dari ingatan masyarakat tentang hadirnya perusahaan tambang emas PT. Bina Daya Lahan Pertiwi (BDLP), lokasinya berada di wilayah Timur Buol, Sulawesi Tengah.

Pantaun Jaya Pos, PT. BDLP disinyalir telah melakukan eksploitasi atau operasi produksi (OP), tidak terbilang lama, namun masyarakat mulai melakukan berbagai gerakan menolak perusahaan tersebut. “Sebab dinilai meresahkan dan melakukan pelanggaran perizinan yang ada, karena telah melakukan eksploitasi. Sementara izinnya baru pada tahapan survey atau eksplorasi. Akhirnya, dengan sendirinya pihak perusahaan tersebut melemah karena perintah dari jajaran pemerintahan setempat untuk berhenti sementara atau tidak ada kegiatan dulu, sebelum ada evaluasi kembali dari pihak-pihak terkait,” kata sumber terpercaya.

Saat ini khususnya di Wilayah Paleleh, Kabupaten Buol, kembali diincar dua perusahaan besar yang bergerak di bidang pertambangan pasir besi, yaitu PT. Bina Laksana Aneka Saranah (BLAS), dan PT. Fero Maining Indonesia (FMI).

Plh Kepala Dinas Pertambangan dan Mineral (Kadistamben), Gelaran M Matiala melalui Kepala Bidangnya Ibu Cia, mengatakan, dari kedua perusahaan itu, sepengetahuannya yang sudah mengantongi izin lokasi adalah PT. BLAS dengan luas wilayah operasi 2.917 Ha. Sementara PT. FMI, Ibu Cia enggan mengatakannya apakah sudah ada izin atau belum.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Syamsudin Tagigo, kepada Jaya Pos mengaku kaget setelah mendengar informasi adanya perusahaan pertambangan pasir besi yang bakal beroperasi di Buol. “Saya juga belum tahu itu. Kalau ada perusahaan pertambangan pasir besi yang mau mengelolah di Paleleh,” ujar Syamsudin santai.

Kepala Bidang (Kabid) Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buol, Ir. Muh. Anas Abdult, terkait dampak kelautan, mengatakan, dampak yang dikhawatirkan tidak bisa dipungkiri, kemungkinan ada. Jika proses kegiatan penambangan tidak mencermati ekosistem dan bakal abrasi.

Namun menurut Anas, untuk perusahaan yang akan beroperasi itu, dinilainya kecil kemungkinan akan menghadirkan dampak lingkungan, walaupun belum bisa dipastikan saat ini, sebab masih diadakan penyelidikan secara seksama antara semua Dinas Tehnis terkait. “Karena kegiatannya berhubungan dengan kelautan, kami belum bisa memastikan penuh, bahwa hal tersebut akan berdampak, sebab sama-sama kita belum tahu sejauh ini apakah dalam pengolahan nantinya. Pihak perusahaan menggunakan zat-zat kimia atau tidak,” terang Anas.

Yanche, Direktur PT BLAS, melalui telepon selulernya, kepada Jaya Pos mengatakan, pihaknya mendapat dukungan baik dari pemerintah maupun masyarakat Buol secara umum. Sementara cara pengelolaannya tidak berpotensi merugikan lingkungan dan masyarakat.

“Untuk melakukan operasi eksplorasi, pengambilan sampel, kami menggunakan alat penangkap yang hanya menarik pasir yang ada kandungan besinya. Sedang pasir yang tidak mengandung besi itu tinggal. Jadi, kira-kira untuk dampak besar kemungkinan tidak ada,” kata Yanche. Aldin/ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59560)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51416)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43545)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14905)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14180)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14007)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13743)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13204)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11042)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9182)
Bedah JayaposGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaRiau, Jaiya Pos Terkait tuduhan dan fitnah yang tersebar di berbagai media yang menyebutkan bahwa Mindo ...


Ketua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan Rawamang
Laporan KhususBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Kayuagung, Jaya Pos Posisi stategis Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, yang ...


Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di Manado