Selasa, 18 September 2012 - 07:41:52 WIB
Dua Perusahaan Tambang Bidik Pasir Besi di BuolKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 415 kali

Baca Juga:Petani Pangkep Menuju AlsintanDiduga Oknum PT Pos Tilep Dana Pensiun TNIJalan dan Jembatan Rusak Warga Perbaiki Secara SwadayaRuang Anggrek RS Anuntaloko Parigi Bau

Buol-Sulteng, Jaya Pos

Di Kabupaten Buol belum terlalu larut dari ingatan masyarakat tentang hadirnya perusahaan tambang emas PT. Bina Daya Lahan Pertiwi (BDLP), lokasinya berada di wilayah Timur Buol, Sulawesi Tengah.

Pantaun Jaya Pos, PT. BDLP disinyalir telah melakukan eksploitasi atau operasi produksi (OP), tidak terbilang lama, namun masyarakat mulai melakukan berbagai gerakan menolak perusahaan tersebut. “Sebab dinilai meresahkan dan melakukan pelanggaran perizinan yang ada, karena telah melakukan eksploitasi. Sementara izinnya baru pada tahapan survey atau eksplorasi. Akhirnya, dengan sendirinya pihak perusahaan tersebut melemah karena perintah dari jajaran pemerintahan setempat untuk berhenti sementara atau tidak ada kegiatan dulu, sebelum ada evaluasi kembali dari pihak-pihak terkait,” kata sumber terpercaya.

Saat ini khususnya di Wilayah Paleleh, Kabupaten Buol, kembali diincar dua perusahaan besar yang bergerak di bidang pertambangan pasir besi, yaitu PT. Bina Laksana Aneka Saranah (BLAS), dan PT. Fero Maining Indonesia (FMI).

Plh Kepala Dinas Pertambangan dan Mineral (Kadistamben), Gelaran M Matiala melalui Kepala Bidangnya Ibu Cia, mengatakan, dari kedua perusahaan itu, sepengetahuannya yang sudah mengantongi izin lokasi adalah PT. BLAS dengan luas wilayah operasi 2.917 Ha. Sementara PT. FMI, Ibu Cia enggan mengatakannya apakah sudah ada izin atau belum.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Syamsudin Tagigo, kepada Jaya Pos mengaku kaget setelah mendengar informasi adanya perusahaan pertambangan pasir besi yang bakal beroperasi di Buol. “Saya juga belum tahu itu. Kalau ada perusahaan pertambangan pasir besi yang mau mengelolah di Paleleh,” ujar Syamsudin santai.

Kepala Bidang (Kabid) Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buol, Ir. Muh. Anas Abdult, terkait dampak kelautan, mengatakan, dampak yang dikhawatirkan tidak bisa dipungkiri, kemungkinan ada. Jika proses kegiatan penambangan tidak mencermati ekosistem dan bakal abrasi.

Namun menurut Anas, untuk perusahaan yang akan beroperasi itu, dinilainya kecil kemungkinan akan menghadirkan dampak lingkungan, walaupun belum bisa dipastikan saat ini, sebab masih diadakan penyelidikan secara seksama antara semua Dinas Tehnis terkait. “Karena kegiatannya berhubungan dengan kelautan, kami belum bisa memastikan penuh, bahwa hal tersebut akan berdampak, sebab sama-sama kita belum tahu sejauh ini apakah dalam pengolahan nantinya. Pihak perusahaan menggunakan zat-zat kimia atau tidak,” terang Anas.

Yanche, Direktur PT BLAS, melalui telepon selulernya, kepada Jaya Pos mengatakan, pihaknya mendapat dukungan baik dari pemerintah maupun masyarakat Buol secara umum. Sementara cara pengelolaannya tidak berpotensi merugikan lingkungan dan masyarakat.

“Untuk melakukan operasi eksplorasi, pengambilan sampel, kami menggunakan alat penangkap yang hanya menarik pasir yang ada kandungan besinya. Sedang pasir yang tidak mengandung besi itu tinggal. Jadi, kira-kira untuk dampak besar kemungkinan tidak ada,” kata Yanche. Aldin/ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59369)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51244)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (33155)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14719)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14009)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13845)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13603)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13011)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9927)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9019)
Bedah JayaposTim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudBanjar, Jaya Pos Tunjangan Kinerja (Tunkin) pengganti Tunjangan Dae­rah (Tunda) yang bakal diterima ...


Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR
Laporan KhususPemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutLabusel, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memperoleh opini Wajar ...


Pemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018