Jumat, 02 November 2018 - 06:01:20 WIB
Diduga Dianiaya, Santri Raudhatul Ulum Meninggal DuniaKategori: Sumatera Selatan - Dibaca: 113 kali

Baca Juga:Bupati Kunker ke SepingganSerang Petugas Dengan Sangkur, Residivis DidorSijago Merah Lalap Rumah Bripka Robi AsabiGila ! Pejabat Eselon IV Punya Asset Miliaran Rupiah ?

Indralaya, Salah satu santri Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir, Finanda, warga Desa Muara Kunjung Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyua­sin Provinsi Sumatera Selatan meninggal dunia.

Meninggalnya santri kelas dua tersebut pada Senin, (22/10) di Ponpes Raudhatul Ulum dalam kondisi tidak wajar. Karena di tubuh korban terdapat luka dan lebam seperti bekas peng­aniayaan.

Ironisnya menurut keterangan keluarga korban, Senen, saat memberi keterangan kepada media ini mengatakan, sebelumnya pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB, pihaknya dihubungi oleh pihak Ponpes yang mengabarkan jika Finanda sakit.

Mendapat kabar tersebut pihak korban langsung memutuskan untuk menjenguk korban ke Ponpes. Namun, ditengah perjalanan, pihak ponpes kembali menghubungi dengan berita duka yang mengatakan jika korban sudah meninggal dunia.

Masih kata Senen, menurut keterangan pihak Ponpes, korban meninggal karena dehidrasi. Jasad korban pun langsung dibawah ke rumah duka di Sekayu untuk proses pemakaman.

Namun, saat jasad korban dimandikan banyak sekali ditemukan kejanggalan di tubuh korban. Dimana terdapat lebam, luka-luka serta kondisi kepala yang bonyok yang diduga akibat dianiaya.

Merasa ada yang aneh dan janggal akan meninggalnya korban, ujar Senen, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk melakukan otopsi jasad korban di RS. Byangkara Palembang dan melaporkan kejadian itu di Polda Sumsel.

Dan dari hasil otopsi diakui Senen, ternyata benar ada dugaan penganiayaan terhadap korban dari luka lebam yang ada di tubuhnya.

Untuk itu, pihak korban meminta kepada penegak hukum khususnya Polda Sumsel untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. Apalagi mengingat meninggalnya korban di Ponpes yang begitu terkenal dan cukup bergengsi.

Dijelaskan Senen, saat pihak keluarga menjemput korban di ponpes, pihak ponpes seakan menutupi kejadian yang sebenarnya.
Hingga berita ini diturunkan Pimpinan Ponpes Raudhatul Ulum, KH Tol’at Wafa LC MA belum berhasil dikonfirmasi.(Toyo)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59098)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50956)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14260)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (14103)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13720)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13405)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13357)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12709)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8746)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8296)
Bedah JayaposKorban Kasus Akta Nikah Yang Diduga Palsu Melapor Ke Polda RiauPekanbaru, Jaya Pos Sehubungan dengan adanya laporan mengenai Akta Nikah diduga palsu yang dikeluarkan oleh ...


Selain Langgar Permendes No 19, Perangkat Desa Ciseureheun Juga Dobel JobKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MRSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah Fiktif
Laporan KhususDalam Tiga Bulan, Petani Cabai Bantaeng Bisa Raup Rp30 Juta Bantaeng, Jaya Pos Pengembangan inovasi pertanian terus dilakukan petani di Bantaeng. Salah satu yang sedang ...


KPU Gumas Gelar Rakor Penyusunan DPTB dan DPK Pemilu 2019Penilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMK