Minggu, 16 September 2012 - 10:23:36 WIB
Seni Jadi Kepribadian BangsaKategori: Sumatera Barat - Dibaca: 311 kali

Baca Juga:Kadisdik Kabupaten Pandeglang Segera Berikan Sanksi, Oknum Guru SDN Karya Utama 1 Nyambi Calo PNSSDN Leuwigajah Mandiri 1 Cimahi Program Pendidikan Mutu PKK Provinsi Jambi Selenggarakan Sosialisasi PKBNTunjangan Fungsional Guru Dipotong UPTD

Padangpanjang, Jaya Pos

Kegiatan matrikulasi Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjangyang berlangsung sejak di Gedung Pascasajana, mendatangkan dua Guru Besar asal Padang sebagai pemateri yakni Prof Dr H Salmadanis MA (Guru Besar IAIN Imam Bonjol Padang) dan Prof Dr Niki Lukviarman MBA (Guru Besar UNAND Padang). Kemudian  Prof Dr Yasraf Amir Piliang (Guru Besar Institut Teknologi Bandung), dan Prof Dr Edi Sedyawati (Guru Besar Universitas Inonesia Jakarta).

Sebelumnya, Prof Dr Mahdi Bahar SKar MHum (Guru Besar/Rektor ISI Padangpanjang) menyampaikan materi dengan judul “Seniman dan Ilmuan Seni dalam Menjaga Kepribadian Bangsa”. Empat pokok bahasan yang disampaikan dalam kulaiah tersebut diataranya Visi dan Misi ISI Padangpanjang, Seniman dan Ilmuan Seni, Peranan Seniman dan Ilmuan Seni dan Kepribadian Bangsa.

Prof Mahdi Bahar mengatakan, cita-cita ISI Padangpanjang akan mewujudkan seniman dan ilmuan di bidang seni, dengan mengutamakan budaya Melayu sebagai landasan berkreativitas atau kajian untuk mewujudkan kemenangan diri, lembaga dan bangsa dan negara.

Sementara itu, Dr Franki Raden PHd (Udayana Bali), alumni S1 dari Institut Kesenian Jakarta (1970) kemudian selama 17 tahun diluar negeri menjadi seniman, mahasiswa dan dosen. Kemudian yang membuat Dr Franki balik ke Indonesia kerana kekayaan tradisi Indonesia. Ia mengatakan, alasan dirinya pulang ke Indonesia adalah karena melihat potensi, kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia.

“Negara lain tidak mempunyai kekayaan tersebut. Melalui kesenian tradisi itulah nantinya kita akan memberikan sumbangan kepada dunia. Apabila kita menggarap kesenian modern dan kita pertunjukkan kepada dunia, mungkin Indonesia tidak mampu bersaing. Akan tetapi tradisi Indonesia lah yang mampu bersaing di dikesenian global yang mendunia,” jelasnya.

Prof Dr H Salmadanis MA, Guru Besar Dakwah dan Pembatu Rektor II di IAIN Imam Bonjol IAIN Imam Bonjol Padang dan juga Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, memberikan materi tentang nilai Islam dan Budaya Melayu.

Dirinya  mengatakan, nilai sebagai cerminan budaya adalah nilai bidang kajian yang menjadi perhatian utama dalam islam, karena secara aktual, nilai mewujudkan sikap prilaku dan gaya hidup yang dapat menempa diri agar terbiasa bersikap, berperilaku dan memiliki gaya hidup yang sesuai dengan yang digariskan Allah.

Kemudian Prof Salmadanis menegaskan, ada dua kesenangan manusia, pertama pendekantan terhadap Tuhan dan kedua pendekatan terhadap seni. Poin pertama adalah dasar dan poin kedua mengikuti aturan yang pertama yaitu pendekatan terhadap Tuhan.

Pemateri selanjutnya Prof Dr Niki Lukviarman MBA (Guru Besar Corporate Govermance UNAND Padang) dengan judul materi “Organisasi dan manajeman seni sudut pandang stratejik”. Prof Niki lebih menekankan dalam penyampaian materinya mengenai bagaimana memenej sebuah karya seni mulai dari tahap perancangan, pengorganisasian, mengarahkan, mengontrol sampai kepada publikasi di segmen masyarakat umum. “Karya seni adalah produk industri kreatif yang tidak ada standar, oleh karena itu harus diperlukan sebuah manajemen yang matang,” jelasnya.

Selanjutnya Prof Dr Yasraf Amir Piliang (Guru Besar Institut Teknologi Bandung). putra berkelahiran Maninjau Sumatera Barat. Latar belakangnya adalah akademisi dan seniman Seni Rupa ITB Bandung. Selain itu, dia  juga seorang penulis buku yang bukunya sudah tersebar di perguruan tinggi Indonesia. Materi yang disampaikan berjudul “Modernisme dan Posmodernnisme”.

Menurut Prof Yasraf,  perjalanan seni terbagi atas tiga tahap yakni tradisi, modern dan postmodern. Tradisi adalah suatu kesenian dengan bentuk karya, gaya, konvensi atau kepercayaan yang direpresentasikan sebagai kelanjutan dari masa lalu sampai masa kini. Sedangkan modernisme sebagai proses pencarian terus-menerus “Kebaruan” dan menolak tradisi, mitos dan agama. Kemudian posmodern menolak sifat universal atau modernisme dan kembali menerima tradisi akan tetapi merubah konsep tradisi tersebut ke wilayah kebaruan.

Prof Dr Edi Sedyawati (Guru Besar Universtas Inonesia Jakarta) judul materi “Teori seni dan Kritik Seni”.  Ia menjelaskan, ada dua teori dalam seni yaitu teori seni untuk praktek berkesenian yang meliputi penyiapan-penyiapan teknik dalam memproduksi seni. “Sedangkan kedua teori untuk menganalisis seni sebagai objek kajian seperti budaya, sosial, teknologi, biologi dan lai-lian. Sedangkan untuk kritik seni yang paling diperlukan adalah analisis dan evaluasai dari sebuah karya seni,” jelasnya.

Minawati, seorang guru sekolah, peserta yang bersal dari Pekan Baru mengatakan, sangat puasa dengan kegiatan ini. “Kami berpikir matrikulasi hanya sebatas pembekalan saja, rupanya kegiatan ini melebihi daripada kegiatan kuliah, karena pemateri-pematerinya merupakan pakar-pakar, guru besar, doktor di bidang Seni dan  budaya. Jadi kami sangat puas dengan matrikulasi ini. Semoga perkuliahan selanjutnya akan lebih baik lagi,” ungkapnya.Domas


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59277)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51143)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (25960)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14466)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13895)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13593)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13502)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12898)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9210)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8914)
Bedah JayaposKorban Tsunami Alami Kerugian, Petinggi Balai TN Ujungkulon Terkesan Lakukan PembiaranPandeglang, Jaya Pos Semenjak tejadinya tsunami di perairan Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu, salah ...


Kinerja BLP2A Kota Surabaya Layak Di Sorot Terkait Aset Kendaraan dan Kepemilikan BPKBGubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluDiduga DD Ganggaeng Tahun 2018 Tak Direalisasi, Kecamatan Picung Ambil Jurus Gubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluKontruksi Jalan Paving Baru Mleto Di Korupsi? Pengawasan Dinas Tutup MataProyek Survey Data Base Berbasis Web GIS 1,1 Miliar Terindikasi FiktifWarga Keluhkan Kwalitas U-Ditch Mercu Graha Fabrikasi Banyak Pecah dan Retak
Laporan KhususSekda: Jabatan Pegawai Sesuai Kompetensi Lahirkan Pemerintahan Yang BaikKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng), kembali ...


Pemkab Tangerang Peduli Pola Hidup Bersih Dan Sehat Di Pondok PesantrenBupati Banyumas Lantik 7 Camat BaruTanah Datar Raih Terbaik I PPD Tiga Tahun Berturut-TurutFachrori Yakinkan Konjen Singapura Berinvestasi di JambiBupati PALI Resmikan 12 Unit Pasar RakyatPemkab Labuhanbatu Terima Penghargaan Nirwasita Tantra Award 2018Padang Panjang Menuju Kota Sastra