Kamis, 20 September 2018 - 05:47:56 WIB
CV. Dewi Lestari Ketapang Diduga Mark-Up Proyek Jalan Usaha TaniKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 99 kali

Baca Juga:STKIP PGRI Pontianak Terus Tingkatkan Kualitas dan KualitasRW Kelurahan Pasir Biru Bebaskan Lahan Tanah Untuk PemakamanPT Pos Jalin Kemitraan Dengan Merpati, Bappebti dan Pemprov JabarPolres Labuhan Batu Tangkap 10 Orang Imigran Gelap

Ketapang. JAYAPOS - Proyek Jalan Usaha Tani Bukit Getah, Desa Demit, di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat diduga dimark-up oleh pelaksana (CV. Dewi Lestari.red). Pasalnya, baru satu bulan umur proyek tersebut, namun fisiknya sudah mulai hancur, bahkan betonnya bisa diperas menggunakan tangan kosong.

Berdasarkan surat perintah kerja (SPK) nomor : 622/018/SPK/ PPK - PSP/APBD/2018 tanggal 17 mei 2018. Harga pekerjaan Rp 94.786.000.00. Waktu pelaksanaan tanggal 18 Mei sampai 15 Agustus 2018.

Sumber dana Alokasi Umum (DAU). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dedy Saleh SP. Supriadi selaku investigator LSM Tim Investasi dan Analisa Korupsi Indonesia (LSM TINDAK) saat dikonfirmasi menilai proyek tersebut dinilai kurangnya pengawasan dari dinas terkait terutama PPK, PPTK dan Astek, sehingga pekerjaan tersebut berkualitas rendah dan asal jadi.

Supriadi juga menerangkan bahwa ketebalan proyek jalan rabat beton tersebut hanya 4 cm, dan terjadi keretakan dan lubang di beberapa titik ,akibat campuran lebih banyak pasir, dan batu daripada semen. Proyek tersebut sudah dikerjakan 100 % dan sudah dilakukan proses pencairan 100%. Hal ini diungkap Supriadi saat dikonfirmasi Minggu, (09/10), “Saya menilai proyek tersebut kurangnya pengawasan dari dinas terkait terutama PPK, PPTK, dan Astek, sehingga pekerjaan proyek itu berkualitas rendah, dimana ketebalan proyek jalan rabat beton tersebut hanya 4 cm, dan terjadi keretakan dan lubang di beberapa titik” pungkas Supriadi kepada Jaya Pos.

Agar pemberitaan tersebut bisa berimbang dan tidak sepihak, Jaya Pos menemui Thrisia Edita, SP selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), senin( 10/10) di ruang kerjanya, untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut. Edita dengan nada tinggi terkesan sedikit marah, dan membela pihak pelaksana proyek, bahkan menanyakan kepada wartawan Jaya Pos siapa sumbernya. “Siapa nama masyarakat yang melapor proyek tersebut, saya mau tau orangnya. Soalnya saya asli warga Desa Demit” ucap Edita dengan nada agak tinggi. Edita juga mengakui proyek tersebut baru dikerjakan sudah rusak waktu dirinya berkunjung kesana, selain itu menurut Edita proyek tersebut sudah dikerjakan 100%. (Agustinus)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59096)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50953)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14258)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (14065)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13720)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13404)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13355)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12705)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8744)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8289)
Bedah JayaposKorban Kasus Akta Nikah Yang Diduga Palsu Melapor Ke Polda RiauPekanbaru, Jaya Pos Sehubungan dengan adanya laporan mengenai Akta Nikah diduga palsu yang dikeluarkan oleh ...


Selain Langgar Permendes No 19, Perangkat Desa Ciseureheun Juga Dobel JobKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MRSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah Fiktif
Laporan KhususDalam Tiga Bulan, Petani Cabai Bantaeng Bisa Raup Rp30 Juta Bantaeng, Jaya Pos Pengembangan inovasi pertanian terus dilakukan petani di Bantaeng. Salah satu yang sedang ...


KPU Gumas Gelar Rakor Penyusunan DPTB dan DPK Pemilu 2019Penilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMK