Senin, 10 September 2012 - 06:46:32 WIB
Samsat Rancaekek Perketat Penerbitan STNKKategori: Jawa Barat - Dibaca: 513 kali

Baca Juga:Ditinggal Berlebaran, Rumah dan Kios Ludes TerbakarBelum Ada Tersangka Kasus Daging dan Beras Ilegal di TanjungbalaiTidak Takut Jabatan, Staf Bakorluh Sulsel Laporkan Pimpinan ke KejaksaanDua Bersaudara Tewas Ditabrak Mobil

Bandung, Jaya Pos

Baur STNK Samsat Rancaekek Polres Bandung, Aiptu Ahmad memperketat penerbitan STNK baik ulang maupun cetak lima tahun, BBN, mutasi masuk, rubah bentuk dan lain sebagainya, baru-baru ini.

Diperketatnya penerbitan STNK, menurut Ahmad selaku penanggung jawab di Samsat dengan lebih teliti me­meriksa berkas-berkas untuk men­jaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Secara preventif, Samsat ber­kiprah untuk mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) maupun surat-surat asli tapi palsu alias aspal seperti yang terjadi di Sam­sat Bandung Tengah dengan te­rungkapnya BPKB aspal yang mencuat ke permukaan.

Di Samsat Bandung Timur pun, kata dia, telah dapat diungkap kendaraan mewah hasil curian dan telah diproses menurut prosedur hukum yang berlaku.

Ketika ditanya terkait diperketatnya penerbitan STNK, Ahmad eng­­gan memberikan keterangan pers. “Saya tidak berhak menjawabnya,” katanya.

Loket-loket pelayanan seperti loket ulang pembayaran, loket cetak ulang lima tahun, loket mutasi, loket rubah bentuk dan loket kehilangan selalu dimonitor oleh Ahmad. Maka tidak heran, setiap hari Ahmad terus bergelut dengan tumpukan berkas atau file surat-surat kendaraan bermotor. Sebelum mencetak ulang data awal, berikut berkas pengajuan selalu diperiksa dengan seksama baru STNK terbitkan.

Ahmad menolak menahan berkas dalam proses tidak kurang dari 15 menit STNK sudah dapat diterbitkan dan diterima oleh pemilik kendaraan. Tetapi akan terjadi penolakan dan tidak dapat diproses bilamana masa berlaku KTP sudah habis atau KTP tidak sesuai dengan STNK serta hasil cek fisik tidak standard dan belum ditandatangani oleh Unit Cek Fisik, Aiptu Heri Ganepo.

Dadang, penduduk Cicalengka yang sedang mengurus cetak ulang kendaraan pick up tahun 1986 yang biasa digunakan untuk menarik rongsokan dari pabrik-pabrik ditolak dalam proses karena hasil cek fisik baik rangka maupun mesin tidak standar, juga disebabkan kondisi las atau dempul kendaraan.

Sementara Wahyu, warga Cikancung yang memperpanjang motor Suzuki nya untuk cetak STNK, tetapi tidak bisa melampirkan BPKB karena masih dalam jaminan leasing juga tidak diproses, terpaksa Wahyu harus melengkapi ke leasing dikarenakan motornya masih dalam agunan.

Wilayah Rancaekek yang sebelumnya agraris dan berubah menjadi daerah industri, tentu saja mengakibatkan jumlah masyarakat terus meningkat, dan berdampak pada meningkatnya jumlah kendaraan roda dua, karena para pendatang yang umumnya bekerja menjadi buruh pabrik tidak lepas dari kepemilikan kendaraan roda dua maupun roda empat.ND


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51496)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49446)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14978)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13806)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11866)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9275)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres