Senin, 13 Agustus 2018 - 06:41:19 WIB
Embung Desa Tanjung Cipunagara Belum Lama Dibangun Sudah AmbrolKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 839 kali

Baca Juga:Penghuni Lapas Salahgunakan DXM Hingga Meninggal, Ibu Korban Lapor Ke Kantor PolisiBerpura-pura Jadi Pengamen, Rampok Mobil BoksTerlibat Kasus Narkoba, Ayahanda Julia Perez Jalani Sidang Perdana Asperator Biro Jasa yang Berbadan Hukum

Pembangunan Embung untuk mengairi pesawahan di Blok Seah Kampung Tanjung dituding ber-KKN ria. Mereka diduga kuat banyak menyunat dana program dengan modus mengurangi volume dan kualitas matrial.

Subang, JAYAPOS - Regenerasi korupsi dan koruptor setiap waktu tumbuh dan bertambah. Sehingga operasi tangkap tangan yang selama ini ada hanya nampak seperti upaya menawarkan air laut yang bakal sia-sia. Bukan kita bermaksud membiarkan dan legowo dengan keadaan ini, tetapi jika kita hanya begini cara kita menghadapi dan memberantas korupsi, maka hanya begini pula keadaan bangsa ini.

Para pelaku tindak pidana korupsi bukan orang-orang susah yang butuh uang buat bayar sewa rumah atau orang kelaparan yang tak pernah punya uang untuk makan. Mereka adalah orang-orang kaya yang memiliki harta berlimpah dan memiliki jabatan di posisinya, mereka memang cinta uang yang tak pernah merasa cukup dan puas dengan harta yang dimilikinya.

Tengok saja seperti kinerja Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD)Tanjung, Kec.Cipunagara, Kab.Subang, Prov.Jawa Barat yang mengerjakan pembangunan Embung (Situ penampungan air–red) untuk mengairi pesawahan di Blok Seah Kampung Tanjung dituding ber-KKN ria. Mereka diduga kuat banyak menyunat dana program dengan modus mengurangi volume dan kualitas matrial. Sehingga berpotensi merugikan keuangan negara hingga puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

Pantauan Jaya Pos di lapangan, pembangunan embung desa bervolume (17+15+5,3 +37+9+38,8+14,2) X2M, terletak di Blok Seah berbiaya sebesar Rp.270 juta dari APBN TA 2018 melalui Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masayarakat Desa Kemendes PDT dan Transmigrasi, kendati baru saja usai dibangun kondisi fisiknya di bagian sayap dinding sebelah barat ambrol.

Di bagian atasnya terlihat tidak dilabur semen, sementara saluran air yang menghubungkan antara embung dengan Kali Cipicung sebagai sumbernya terlihat tidak dibangun, sehingga tebing berupa tanah lempung mudah ambrol dan akan menutup saluran itu sendiri.

Aktivis Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Kab.Subang Eswanto yang turut mendampingi Jaya Pos di lapangan (7/8) menilai, bila dilihat kondisi bangunan fisik embung seperti itu ditaksir hanya menghabiskan biaya 60-70 % saja dari pagu anggaran. Pihaknya berjanji akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, bila sudah mendapati fakta-fakta yuridis yang konkrit.

Baik TPKD dan Kepala Desa Tanjung, Sunaryo saat akan dikonfirmasi belum berhasil ditemui, kendati sudah berkali-kali disambangi di kantornya, dikontak melalui ponselnya selalu mati.(@BH)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59099)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50956)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14260)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (14104)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13720)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13405)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13358)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12710)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8747)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8297)
Bedah JayaposKorban Kasus Akta Nikah Yang Diduga Palsu Melapor Ke Polda RiauPekanbaru, Jaya Pos Sehubungan dengan adanya laporan mengenai Akta Nikah diduga palsu yang dikeluarkan oleh ...


Selain Langgar Permendes No 19, Perangkat Desa Ciseureheun Juga Dobel JobKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MRSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah Fiktif
Laporan KhususDalam Tiga Bulan, Petani Cabai Bantaeng Bisa Raup Rp30 Juta Bantaeng, Jaya Pos Pengembangan inovasi pertanian terus dilakukan petani di Bantaeng. Salah satu yang sedang ...


KPU Gumas Gelar Rakor Penyusunan DPTB dan DPK Pemilu 2019Penilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMK